Waspada Gejala Kanker Mata Melanoma dan Penyebabnya

Kanker merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh sebagian besar orang. Ada banyak sekali kanker yang bisa menyerang seseorang, salah satunya adalah kanker mata melanoma. 

Kanker mata melanoma adalah kondisi jenis kanker mata yang paling umum terjadi. Biasanya, sel kanker ini akan mempengaruhi uvea, yaitu lapisan yang berada di antara retina dan bagian putih mata Anda. 

Tanda-tanda kanker mata melanoma

Menjaga kesehatan mata adalah hal yang penting. Ketika Anda merasakan ada yang aneh dengan mata Anda, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Ada beberapa gejala yang menjadi tanda-tanda dari kanker mata melanoma. Gejala tersebut antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Mata berair
  • Titik gelap pada iris yang semakin lama semakin terlihat
  • Perpindahan mata di dalam rongga mata
  • Kehilangan penglihatan di salah satu tepi mata
  • Nyeri di sekitar mata

Selain itu, penderita kanker mata jenis ini juga mungkin akan mengalami gejala yang disebut dengan floaters. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik atau coretan yang bergerak di bidang penglihatan seseorang.

Floaters akan semakin terasa jelas ketika melihat suatu latar belakang yang polos, seperti dinding kosong. Terkadang, bintik ini bisa muncul dalam titik kecil, tapi bisa juga berbentuk lingkaran, garis-garis, berawan, atau bahkan menyerupai bentuk sarang laba-laba.

Penyebab dan faktor risiko kanker mata melanoma

Hingga saat ini, para ahli belum bisa mendeteksi apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kanker mata melanoma. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang diperkirakan bisa memperparah kondisi ini:

  • Faktor genetik

Penelitian telah menemukan bahwa kromosom yang diturunkan dari orang tua ke anak bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami jenis kanker mata ini. Akan tetapi, tidak diketahui bagaimana kromosom tersebut bisa menyebabkan kanker dan kapan pertumbuhan sel kanker dimulai pada anak. 

Jadi, apabila orang tua Anda mengalami kanker serupa, risiko Anda untuk mengalaminya pun cukup tinggi. 

  • Paparan sinar ultraviolet

Saat mata Anda terus menerus terpapar sinar ultraviolet dari matahari, Anda berisiko mengalami jenis kanker ini. Secara khusus, hal ini bisa memicu melanoma konjungtiva, yaitu melanoma yang terjadi di permukaan mata.

  • Warna mata

Kanker mata jenis apa pun, termasuk melanoma, lebih rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki warna mata lebih cerah. Khususnya, pemilik warna mata biru lebih mungkin untuk mengalami kanker dibandingkan dengan pemilik mata berwarna gelap, seperti hitam atau cokelat.

Oleh sebab itu, tingkat penderita kanker mata di luar negeri lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia. Namun, bukan berarti masyarakat Indonesia tidak berisiko mengalami kondisi serupa. 

  • Sindrom nevus displastik

Kondisi ini membuat seseorang mengalami pertumbuhan tahi lalat atipikal yang dikenal sebagai nevi displastik. Tahi lalat ini berbeda dari tahi lalat biasa. 

Bentuknya cenderung tidak beraturan, warnanya berbeda dengan warna tahi lalat, serta muncul secara berkelompok. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena kanker melanoma. 

  • Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, kesehatan tubuh Anda akan semakin melemah. Kondisi mata Anda pun akan ikut terpengaruh. 

Orang-orang berusia lanjut lebih berisiko mengalami kanker melanoma, karena kondisi kesehatan tubuh mereka sudah menurun.

Apabila Anda termasuk ke dalam golongan faktor risiko kanker mata melanoma, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap tahunnya. Dengan begitu, Anda bisa melakukan upaya pencegahan serta mendapatkan pertolongan dengan cepat setelah dideteksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *