Tes Testosteron, Siapa yang Perlu Menjalaninya?

Testosteron merupakan hormon reproduksi pada pria. Tes testosteron dilakukan untuk mengetahui kadar level hormon testosteron yang terdapat di dalam tubuh pria.

Pada remaja laki-laki, testosteron mendorong pertumbuhan rambut, suara yang merendah, serta perkembangan otot. Pada pria dewasa, hormon ini mengontrol hasrat seksual, memproduksi sperma, serta mengendalikan massa otot.

Biasanya, tes testosteron dilakukan apabila terjadi gangguan pada hal-hal yang seharusnya didorong oleh hormon testosteron.

Level hormon testosteron pada laki-laki dewasa

Hormon testosteron sebenarnya tidak hanya ditemukan pada pria, tapi juga pada wanita. Akan tetapi, kadar hormon ini berjumlah sangat sedikit pada wanita.

Normalnya, pria memiliki kadar hormon testosteron sekitar 300 hingga 1000 nanogram per desiliter. Sementara, pada wanita kadar hormon yang normal adalah 15 hingga 70 nanogram per desiliter.

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon testosteron akan semakin menurun. Hal ini dipengaruhi juga oleh faktor penyakit lainnya.

Memasuki usia 40 tahun, kadar testosteron pria rata-rata menurun setidaknya sebesar 1% setiap tahunnya. Semakin menurunnya kadar testosteron, Anda juga akan merasakan gejala yang menandakan perubahan tersebut, salah satunya adalah disfungsi ereksi.

Biasanya, orang-orang dengan kondisi obesitas juga akan memiliki kadar hormon testosteron yang rendah, berapa pun usianya.

Kondisi yang mendorong perlunya dilakukan tes testosteron

Tes testosteron pada dasarnya dilakukan apabila Anda memiliki kadar hormon testosteron yang tidak normal. Ketidaknormalan ini dapat berupa level hormon yang terlalu rendah ataupun terlalu berlebih.

Apabila Anda memiliki level homron testosteron yang terlalu rendah, Anda akan mengalami gejala berupa:

  • Masalah kesuburan
  • Dorongan seks rendah
  • Kehilangan massa otot
  • Rambut rontok
  • Tulang melemah
  • Perkembangan jaringan payudara
  • Kesulitan ereksi

Sementara, jika level hormon testosteron Anda berlebih, Anda akan merasakan gejala seperti:

  • Pertumbuhan rambut pada area wajah dan tubuh secara berlebihan
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Penambahan berat badan
  • Tumbuhnya jerawat berlebih
  • Suara mendalam

Tes testosteron tidak hanya bisa dilakukan pada laki-laki, tapi juga pada wanita. Pada wanita, abnormalitas hormon biasanya ditandai dengan jumlah hormon testosteron yang berlebih, menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan ukuran payudara yang mengecil.

Baik pria ataupun wanita yang mengalami gejala kelebihan atau kekurangan hormon testosteron, tes ini bisa dilakukan untuk membantu dokter dalam menentukan upaya penanganan yang paling tepat.

Prosedur tes testosteron

Tes ini dilakukan dengan mengambil darah sebagai sampel untuk kemudian diuji di laboratorium. Sebelum pengambilan darah, Anda akan diminta untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan khusus yang bisa mempengaruhi kadar hormon, seperti obat terapi androgen dan estrogen, atau steroid.

Pengambilan sampel darah dilakukan dengan menggunakan jarum suntik. Prosedur ini berlangsung cukup singkat, biasanya hanya memakan waktu selama kurang lebih lima menit.

Tidak ada efek samping yang ditimbulkan dari tes ini. Area pada kulit yang terkena jarum suntik juga biasanya akan dioleskan dengan cairan antiseptik untuk menghindari infeksi.

Hasil dari tes bisa menunjukkan beberapa pertanda. Pada pria, kadar hormon yang terlalu tinggi bisa saja menandakan adanya tumor pada testis atau jaringan adrenal. Sementara, homron yang terlalu rendah melambangkan penyakit genetik tertentu.

Pada wanita, hasil tes yang menunjukkan kadar hormon terlalu tinggi bisa saja mengindikasikan kondisi sindrom ovarium polikistik yang menyebabkan infertilitas. Kadar hormon rendah pada wanita tergolong normal dan tidak berbahaya.

Tes testosteron juga bisa dilakukan pada remaja laki-laki yang mengalami pubertas terlalu cepat atau terlalu lambat. Hasilnya akan menentukan apakah mereka menderita suatu kondisi tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *