Tanda-tanda Hernia Nukleus Pulposus pada Orang Berisiko

Hernia tidak hanya mengacu pada kondisi menekannya usus ke bagian lain di luar dinding perut. Penekanan organ lain yang keluar dari “dinding pelindung” yang seharusnya juga masih dapat dikategorikan sebagai hernia. Salah satunya adalah hernia nukleus pulposus. 

Berbeda dengan jenis hernia pada umumnya, hernia nukleus pulposus sama sekali tidak berhubungan dengan usus. Jenis hernia ini lebih mengarah pada bagian saraf tulang belakang yang bergeser menekan bagian lain. Istilah populer dari penyakit ini adalah kondisi saraf terjepit. 

Saraf terjepit biasanya terjadi di bagian bawah tulang punggung yang berada di atas pinggul. Namun dalam beberapa kondisi, saraf kejepit juga dapat menyerang bagian punggung, leher, ataupun paha dan betis. Walaupun lokasinya berbeda-beda, gejala dari hernia nucleus pulposus ini mayoritas seragam. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda mengalami penyakit ini. 

  • Kesemutan 

Orang yang mengalami saraf kejepit akan sering mengalami kesemutan. Gejala ini dirasakan di bagian punggung bahkan sampai telapak kaki. Kesemutan yang menjadi tanda khusus dari hernia nucleus pulposus adalah hanya terjadi di satu bagian. 

  • Rasa Nyeri 

Mungkin agak sulit membedakan antara rasa nyeri yang ditimbulkan dari gejala hernia nukleus pulposus dengan rasa nyeri akibat penyakit lain. Namun, Anda bisa mengidentifikasikannya dengan keluhan khusus saraf kejepit. Rasa nyeri yang terasa seperti rasa tertusuk benda tajam. Rasa nyeri akan semakin terasa ketika Anda berdiri atau duduk dengan posisi kaki lurus. 

  • Otot Melemah 

Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang, hernia nukleus pulposus dapat menyebabkan otot-otot di sekitar saraf yang terjepit mengalami pelemahan. Khusus apabila Anda mengalaminya di bagian tulang belakang, otot kaki Anda akan cenderung melemah. Jangan heran jika tiba-tiba Anda akan mudah tersandung karena kondisi saraf terjepit tersebut. 

  • Sensasi Terbakar

Selain rasa nyeri yang menyerupai tusukan benda tajam, penderita hernia nukleus pulposus juga akan merasakan sensasi terbakar di daerah yang mengalami saraf terjepit. Sensasi terbakar tersebut bisa muncul secara tiba-tiba dan sangat mengganggu. Di waktu lain, sensasi terbakar akan hilang tiba-tiba. 

Anda patut berhati-hati apabila mengalami beragam gejala dari saraf terjepit di atas. Kewaspadaan pun mesti ditingkatkan apabila Anda termasuk orang yang berisiko terkena hernia nukleus pulposus seperti di bawah ini. 

  • Lanjut Usia 

Semakin tua usia seseorang, semakin mudah orang tersebut terkena hernia nukleus pulposus. Ini terjadi karena seiring pertambahan usia, cairan di bagian tulang belakang akan semakin menipis sehingga makin tidak kuat untuk menjaga saraf berada di posisinya yang tepat. 

  • Berat Berlebih 

Jika Anda tergolong orang obesitas yang memiliki berat badan di atas wajar, risiko mengalami saraf terjepit akan lebih besar. Pasalnya, berat badan memberi beban tersendiri di area tulang belakang sehingga bagian tersebut menjadi lebih rentan tergeser. 

  • Perokok 

Aktivitas merokok dapat mengurangi kadar oksigen pada bagian nukleus pulposus. Berkurangnya oksigen akan diikuti oleh pengurangan cairan pada bagian saraf tersebut sehingga lebih mudah bergeser. 

  • Aktivitas Tertentu 

Apa pekerjaan dan kebiasaan Anda beraktivitas? Jika setiap hari Anda terbiasa melakukan pekerjaan yang mengharuskan gerakan membungkuk dan mengangkat beban berat, bersiaplah untuk lebih berisiko terkena hernia nukleus pulposus. Ini karena aktivitas tersebut memberi beban lebih pada saraf tulang belakang sehingga bagian tersebut lebih mudah tertekan dan bergeser ke area lain. 

*** 

Jika menyadari Anda orang yang berisiko dan mengalami gejala-gejala hernia nukleus pulposus, tidak ada salahnya untuk langsung memeriksakan diri. Pemeriksaan dini akan membuat penanganan lebih cepat sehingga kondisi Anda akan cepat kembali nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *