Kenali, Penyebab Empiema dan Komplikasi Penyakitnya!

Empiema adalah salah satu gangguan pernapasan yang memengaruhi ruang pelura, yaitu ruang antara lapisan terluar dari paru-paru dan lapisan yang menyentuh dinding dada. Adanya ruang pleura untuk untuk membantu paru-paru mengembang dan berkontraksi saat bernapas. Empiema terjadi saat cairan ekstra menumpuk di rongga pleura tersebut.

Apakah penyebab empiema?

Secara alami, rongga pleura mengandung sedikit cairan. Namun, ketika ada strain bakteri tertentu yang menyebabkan cairan dan nanah menumpuk di rongga pleura, maka terjadilah empiema. Sering kali, penyakit pneumonia menyebabkan empiema. Jika Anda pernah menjalani operasi dada atau torakotomi, maka risiko untuk mengembangkan empiema menjadi lebih tinggi, karena bakteri dapat menginfeksi luka hasil operasi.

Perkembangan penyakit empiema

Jika empiema tidak diobati, maka penyakit ini dapat semakin berkembang melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Fase eksudatif (simple), terjadi ketika cairan ekstra mulai menumpuk di rongga pleura. Cairan tersebut mungkin saja terinfeksi dan mengandung nanah.
  2. Fase fibrinopurulen (complicated), di mana cairan di rongga pleura mulai menebal dan membentuk seperti kantong.
  3. Fase pengorganisasian (frank), terbentuknya jaringan parut dari cairan yang menumpuk dan terinfeksi pada rongga pleura di paru-paru. Akibatnya, Anda akan kesulitan bernapas, karena paru-paru tidak mengembang dengan baik.

Seperti apa gejala empiema?

Empiema yang terjadi bisa bersifat sederhana atau kompleks, dengan gejala seperti berikut.

Empiema sederhana

Empiema sederhana terjadi pada tahap awal penyakit. Seseorang pada tahap ini akan mengalami beberapa gejala umum, meliputi:

  • Sesak napas.
  • Batuk kering.
  • Demam.
  • Berkeringat.
  • Nyeri dada saat bernapas seperti menusuk.
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan.
  • Kehilangan selera makan.

Empiema kompleks

Ketika empiema berkembang menjadi lebih kompleks, peradangan akan lebih parah. Jaringan parut yang terbentuk akan membagi rongga dada menjadi lebih kecil. Kondisi ini disebut juga dengan lokulasi. Umumnya, pada tahap ini akan lebih sulit untuk ditangani.

Jika infeksi semakin bertambah parah, dapat menyebabkan pembentukan kulit tebal di atas pleura atau kulit pleura. Kulit ini mencegah paru-paru mengembang, sehingga Anda akan sulit untuk bernapas dan perlu dioperasi untuk mengatasinya.

Gejala lain empiema yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Terdapat nanah dalam lendir.
  • Suara berderak dari dada.
  • Berat badan turun tanpa sebab.

Siapa yang berisiko terkena empiema?

Seseorang berisiko tinggi mengalami empiema, apabila memiliki penyakit pneumonia. Faktor risiko lainnya mungkin termasuk:

  • Usia 70 tahun ke atas.
  • Pernah rawat inap di rumah sakit baru-baru ini.
  • Pernah menjalani operasi dada atau trauma.

Sementara itu, orang dengan kondisi kesehatan berikut juga berisiko mengembangkan empiema, yaitu:

  • Artritis reumatoid
  • Alkoholisme
  • Bronkiektasis.
  • Diabetes.
  • Penyakit jantung.
  • Kanker.
  • Abses paru.
  • Gangguan paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Menggunakan obat intravena.

Apa komplikasi terburuk dari empiema?

Meskipun jarang terjadi, tetapi empiema dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah jik tidak diobati. Komplikasi ini termasuk sepsis dan paru-paru yang kolaps atau pneumotoraks. Adapun gejala sepsis, meliputi:

  • Demam tinggi.
  • Panas dingin.
  • Laju pernapasan jadi cepat.
  • Detak jantung cepat.
  • Tekanan darah rendah.

Paru-paru yang kolaps dapat menyebabkan nyeri dada yang hebat dan terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, Anda mungkin juga mengalami sesak napas yang semakin parah ketika batuk atau bernapas. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter jika Anda mengalami gejala dari komplikasi empiema ini atau meminta seseorang mengantarkan Anda ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang cepat.