Protein Urine Positif 1 Dapat Terjadi pada Ibu Hamil. Apa Penyebabnya?

Saat masa kehamilan, beragam risiko kondisi dapat terjadi baik pada janin maupun pada sang ibu. Salah satu kondisi yang dapat dialami ibu hamil adalah proteinuria yaitu tingginya protein pada urine. Kadar protein urine yang rendah selama kehamilan dianggap normal. Sedangkan jika protein urine positif 1 pada ibu hamil maka hal itu perlu diwaspadai sebab merupakan indikasi kebocoran urine yang berisiko memicu komplikasi yang serius. 

Penyebab naiknya kadar protein urine pada ibu hamil cukup beragam. Akan tetapi beberapa faktor risiko menyebabkan kadar protein urine pada ibu hamil lebih tinggi seperti obesitas, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, mengalami darah tinggi. Berikut ini merupakan beberapa penyebab terdeteksinya protein urine positif 1 pada ibu hamil. 

  1. Mengalami dehidrasi 

Dehidrasi dapat menyebabkan ibu hamil mengalami protein urine positif 1. Tubuh ibu hamil membutuhkan cairan lebih untuk dapat mendistribusikan protein ke ginjal. Jika Anda kekurangan cairan tubuh maka terjadilah dehidrasi. Kondisi tersebut membuat ginjal kembali menangkap protein sehingga mengendap di urine. Gejala dehidrasi yang muncul yaitu warna urine gelap, tubuh lemas dan lesu, sakit kepala, serta bibir terasa kering. 

  1. Terdapat masalah ginjal kronis 

Pada ibu hamil, kadar protein terbuang secara normal sebanyak kurang dari 300 mg setiap 24 jam. Jika protein yang terbuang lebih dari 300 mg dalam 24 jam artinya ada kemungkinan terjadinya masalah ginjal kronis. Selain terdeteksi protein urine positif 1, biasanya masalah ginjal kronis akan menunjukkan gejala lain seperti: 

  • Mata sembab 
  • Mual dan muntah 
  • Kelelahan akut
  • Pergelangan kaki bengkak 
  • Kepekaan indera perasa berkurang 
  1. Kemungkinan mengalami preeklamsia

Preeklampsia merupakan kondisi ketika pembuluh darah  ibu hamil menyempit. Umumnya kondisi ini dialami ketika kehamilan menginjak usia 20 minggu. Kadar urine yang tinggi merupakan tanda kemungkinan ibu hamil mengalami preeklamsia. Beberapa faktor membuat seseorang lebih berisiko mengalami preeklamsia yaitu hamil di atas usia 40 tahun, obesitas, kehamilan bayi kembar, serta memiliki riwayat hipertensi. 

Selain tingginya kadar urine, terdapat beberapa gejala preeklamsia pada ibu hamil yaitu: 

  • Mual, sesak napas, sakit perut 
  • Sakit kepala parah
  • Wajah bengkak terutama di sekitar mata
  • Berat badan meningkat cepat
  • Urine yang keluar sedikit
  • Pandangan menjadi kurang jelas
  1. Infeksi saluran kencing 

Infeksi saluran kencing yang dialami ibu hamil perlu segera diatasi. Selain membuat kadar protein meningkat, infeksi ini dapat menyebar ke ginjal, memicu kelahiran prematur, serta kemungkinan bayi terlahir dengan berat badan rendah. Infeksi saluran kencing sering dialami ibu hamil pada masa kehamilan memasuki minggu ke 6 hingga minggu ke 24. 

Beberapa tanda infeksi saluran kencing selain kadar protein urine yang tinggi yaitu: 

  • Urine berbau tidak sedap
  • Kram perut bagian bawah
  • Ingin kencing terus menerus
  • Nyeri punggung bawah atau area pinggang
  • Terdapat darah dalam urine
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Menggigil, demam, atau berkeringat

Untuk menghindari terjadinya protein urine positif 1 maka Ibu hamil perlu menjaga pola makan, istirahat, dan berolahraga secara teratur. Selain itu, selalu lakukan pengecekan dengan dokter kandungan secara berkala selama kehamilan. Dokter dapat mendeteksi lebih awal jika Anda mengalami protein urine positif 1 sehingga penanganan pun bisa segera dilakukan. Apabila Anda masih ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang protein urine positif 1, tanyakan langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh secara gratis aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *