Perhitungkan Ovulasi Anda Jadi Salah Satu Cara agar Cepat Hamil

Ketika pasangan ingin segera memiliki anak, banyak cara yang dapat mereka tempuh untuk mewujudkan keinginan ini. Salah satu cara agar cepat hamil yaitu dengan mengetahui betul siklus menstruasi wanita, termasuk di dalamnya perkiraan waktu ovulasi.

Setidaknya terdapat sekitar 25-30% peluang untuk hamil bagi pasangan dengan siklus menstruasi perempuan yang normal dan sedang tidak menggunakan alat kontrasepsi. Rata-rata siklus menstruasi berada dalam kurun waktu 28 hari. Pada kondisi tersebut, sel telur siap untuk dibuahi selama 12-24 jam saja. Maka dari itu, penting bagi Anda dan pasangan untuk memahami siklus menstruasi dan perkiraan ovulasi, jika ingin cepat hamil.

Pada dasarnya, siklus menstruasi wanita beragam, berkisar antara 21-35 hari. Hari pertama menstruasi dihitung sebagai hari dimulainya siklus tersebut. Dengan siklus menstruasi selama 28 hari, perkiraan masa subur wanita akan jatuh pada hari ke-10 hingga ke-17 dan hari terakhir periode menstruasi. Namun, waktu tepat terjadinya ovulasi tidak dapat diprediksi dengan akurat.

Tips untuk memprediksi waktu ovulasi

Di bawah ini terdapat beberapa cara untuk memprediksi ovulasi Anda:

  • Lendir serviks

Selama masa subur, seorang wanita akan mengeluarkan lendir serviks atau keputihan. Mengamati perubahan yang terjadi pada lendir tersebut dapat membantu Anda memprediksi waktu ovulasi. Pada awalnya, lendir memiliki tekstur yang sedikit kental dan cenderung berwarna putih susu. Ketika direnggangkan, lendir tersebut akan terputus.

Ketika mendekati waktu ovulasi, lendir akan bertambah banyak, namun memiliki tekstur yang lebih cair dan berwarna bening. Ia juga cenderung lebih licin seperti tekstur putih telur. Jika direnggangkan, lendir tersebut akan memanjang dan tidak mudah terputus. Anda dapat memegang lendir ini ketika akan membasuh area vagina setelah membuang air kecil.

  • Suhu tubuh

Cara lain untuk memprediksi waktu ovulasi adalah dengan mengukur suhu tubuh seketika setelah bangun tidur sebelum beranjak dari ranjang. Pada setengah siklus menstruasi, suhu tubuh akan sangat rendah, lalu ketika beranjak memasuki waktu ovulasi, suhu tubuh akan berangsur meningkat, hingga sekitar setengah derajat, kondisi tersebut menjadi pertanda waktu ovulasi Anda.

Mengamati tekstur lendir dan mengukur suhu tubuh perlu dilakukan setidaknya dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut, sehingga Anda bisa mendapatkan pola siklus yang akurat. Sebagai catatan tambahan, kehamilan dapat terjadi jika Anda berhubungan sesering mungkin di sepanjang masa subur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *