Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Dextrocardia

Dextrocardia merupakan kondisi langka yang biasanya diturunkan secara genetik. Kondisi ini ditandai dengan posisi jantung yang ke sisi kanan dada, bukan ke kiri.

Normalnya, jantung manusia berada pada posisi yang condong ke arah kiri dada. Akan tetapi, pasien dengan kondisi ini justru memiliki arah jantung yang sebaliknya. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, namun dapat memicu komplikasi yang lebih serius dan beresiko bagi kesehatan.

Bagaimana seseorang menderita dextrocardia?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dextrocardia merupakan penyakit bawaan, sehingga terjadi karena adanya faktor keturunan dari orang tua dengan kondisi serupa. Hingga saat ini, selain faktor genetik, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa menderita kondisi ini.

Kelainan pada posisi jantung sudah terjadi sejak pertumbuhan jantung bayi dalam kandungan. Terkadang, kelainan posisi ini bisa saja disebabkan karena adanya masalah pada anatomi tubuh Anda.

Dextrocardia tergolong sebagai penyakit yang cukup langka. Satu-satunya kelompok faktor resiko untuk penyakit ini berasal dari faktor resiko genetik.

Oleh sebab itu, jika orang tua Anda menderita kondisi ini, Anda pun memiliki kemungkinan untuk menderitanya juga. Sama halnya apabila Anda memiliki posisi jantung yang berlawanan dengan arah seharusnya, anak Anda nantinya juga berpotensi mengalami kondisi serupa.

Meski begitu, kondisi ini termasuk kondisi langka, sehingga cukup jarang ditemukan.

Gejala yang dialami oleh penderita dextrocardia

Banyak orang yang menderita dextrocardia tidak tahu bahwa mereka mengidap penyakit tersebut sampai menjalani pemeriksaan khusus. Hal ini terjadi karena kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

Meski begitu, ada satu gejala yang paling umum dialami oleh seluruh penderita, yaitu suara detak jantung yang lebih kencang di sebelah kanan dada dibandingkan dengan di sebelah kiri.

Dalam beberapa kasus, apabila dextrocardia telah menyebabkan komplikasi serius, Anda mungkin akan merasakan gejala tambahan berupa:

  • Sulit bernapas
  • Kulit membiru, khususnya di sekitar jari tangan dan kaki
  • Infeksi kronis sinus dan paru-paru
  • Kesulitan menambah berat badan
  • Rasa lelah terus menerus
  • Kulit berubah warna menjadi kuning

Komplikasi penyakit dextrocardia

Apabila tidak diatasi, dextrocardia bisa mengembangkan komplikasi, khususnya pada area paru-paru, lambung, dan organ-organ penting lainnya. Selain itu, jantung Anda rentan mengalami infeksi jangka panjang yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Meski begitu, dextrocardia bukanlah penyakit yang berbahaya dan mengancam jiwa, khususnya jika kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, Anda tetap bisa mencoba untuk berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui apabila kondisi dextrocardia yang dialami telah menyebabkan komplikasi.

Komplikasi yang biasanya timbul dari kondisi penyakit dextrocardia antara lain:

  • Gangguan kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah
  • Gangguan kerongkongan
  • Gangguan usus
  • Pneumonia kronis
  • Gagal jantung
  • Infeksi dan sepsis

Gejala lanjutan dari dextrocardia nantinya akan berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung pada komplikasi yang ditimbulkannya. Dokter bisa membantu Anda dalam mendeteksi komplikasi yang dialami serta upaya yang tepat untuk menanganinya.

Upaya pengobatan dextrocardia juga berbeda-beda pada setiap pasien, khususnya bila kondisi tersebut sudah menimbulkan komplikasi tertentu.

Akan tetapi, hingga saat ini, banyak penderita dextrocardia yang tidak pernah menjalani pengobatan khusus. Hal ini karena mereka tidak merasakan adanya gejala tertentu, sehingga tidak menyadari kondisi yang diderita.

Selain itu, sebagian orang merasa tidak terganggu dengan kondisi dextrocardia, sehingga memutuskan untuk tidak mengobatinya sementara waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *