Mengenal Jenis Vaksin Corona yang Akan Digunakan di indonesia

Hingga saat ini vaksin menjadi salah satu harapan terbaik untuk bisa menghentikan pandemi Covid-19, terutama di Indonesia yang semakin meluas. Pengembangan vaksin virus corona di Tanah Air masih terus berlangsung dengan beberapa perusahaan farmasi yang sudah terlibat dengan produsen di seluruh dunia guna menghasilkan lebih dari satu jenis vaksin corona.

Beberapa perusahaan yang tengah bekerja sama dengan para produsen vaksin di seluruh dunia di antaranya seperti Bio Farma dengan Sinovac, Kimia Farma dengan Sinopharm dan Kalbe Farma dengan Genexine. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan banyak vaksin yang tersedia dan dapat segera diproduksi massal untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Jenis Vaksin Corona

  1. Vaksin Sinovac

Merupakan jenis vaksin yang paling pertama masuk ke Indonesia, muncul atas kerja sama antara PT. Bio Farma dengan Sinovac Biotech, salah satu perusahaan farmasi asal China. Terdapat beberapa tahap dari pengembangan vaksin yang telah dilakukan oleh perusahaan ini, berikut penjelasan singkatnya.

  • Uji Klinis Tahap 1 dan 2

Sinovac mulai melakukan pengembangan vaksin Covid-19 tahap 1 dan 2 pada Juni 2020 di China dengan menyertakan sebanyak 743 relawan. Dalam tahap ini, seluruh relawan tidak ada yang mengalami efek samping yang berat dan berhasil membangun kekebalan terhadap virus yang menyebabkan Covid-19, SARS-Cov-2.

Pada Juli, vaksin telah disetujui oleh pemerintah China untuk dipakai dalam kondisi darurat terbatas, pada 16 September 2020 vaksin yang diberi nama CoronaVac itu sudah mendapatkan ijin untuk dilakukan uji klinis tahap pertama dan kedua untuk anak-anak.

  • Uji Klinis Tahap 3

Produksi Sinovac dimulai pada Juli di Brasil, Turk dan diikuti Indonesia, percobaan klinis tahap keiha di Tanah Air sudah dimulai sejak 10 Agustus 2020 dengan jumlah elawan sebanyak 1.620 orang. Dilakukan para orang sehar berusia 18 hingga 59 tahun dan belum pernah terpapar virus corona sebelumnya, Bio Farma menggandeng FK UNPAD dan Balitbangkes Kemenkes RI.

Hingga saat ini ujicoba vaksin Sinovac di Indonesia masih berjalan lancar dan belum ditemukan laporan adanya efek samping yang berbahaya. Apabila berjalan sesuai rencana, pengujuan vaksin akan selesai pada Januari 2021 dan mulai diproduksi pada kuartal pertama tahun yang sama.

  • Vaksin Sinopharm

Merupakan perusahaan farmasi asal China yang lain dan bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Indonesia, Kimia Farma. Keduanya juga bekerja sama dengan Group 9G42) asal Uni Emirat Arab guna kepastian produksi vaksin. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito menyebut uji klinis berjalan lancar.

Kerja sama antara Sinopharm dan G42 terhadap vaksin virus corona diklaim mampu menyediakan vaksin sekitar 10 juta dosis untuk Indonesia di akhir 2020. Uji klinis ketiga untuk vasksin Sinopharm ini dilakukan kepada kurang lebih 22 riu sukarelawan dari 119 negara.

  • Vaksin Genexine

Jenis vaksin corona yang terakhir adalah hasil kerja sama antara perusahaan Kalbe Farma dengan Genexine, pengembang vaksin asal Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyebut jika uji klinis tahap 2 vaksin ini akan dilakukan pada Oktober 2020 di Indonesia. Vaksin tersebut diberi nama GX 19 yang sudah melalui uji klinis tahap pertama di Indonesia.

Selain ketiga jenis vaksin di atas, Indonesia juga mengikuti skema Advance Market Commitment Covax atau AMC. Covax merupakan wadah yang dibangun dengan kerjama WHO, Gavi dan CEPI (The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) untuk distribusi secara merata vaksin ke seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *