Manfaat Jumping Jack untuk Tubuh dan Risiko Cederanya

Siapa yang sangka, jumping jack adalah salah satu jenis workout yang banyak memberikan manfaat untuk tubuh. Sebagian besar orang masih sering ‘malas’ melakukan latihan ini saat workout, karena adanya kecenderungan lebih memilih sit up atau push up. Padahal, manfaat jumping jack banyak sekali untuk tubuh kita, sehingga sangat disayangkan jika Anda melewatkannya dalam sesi workout. Selain bermanfaat, jumping jack juga mudah dilakukan, tidak perlu alat apapun, dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Manfaat jumping jack untuk kesehatan

Jumping jack merupakan bagian dari latihan lompat (plyometrics). Plyometrics adalah kombinasi antara latihan aerobik dan latihan ketahanan. Jenis latihan ini dapat melatih jantung, paru-paru, dan otot-otot Anda secara bersamaan. Secara khusus, jumping jack bekerja pada bagian glutes, paha depan, fleksor pinggul, serta melibatkan otot perut dan bahu. Berikut manfaat jumping jack yang akan Anda peroleh.

  • Memelihara kesehatan jantung.
  • Membantu penurunan berat badan yang sehat.
  • Meningkatkan kemampuan koordinasi pada sistem saraf.
  • Mengusir stres.
  • Bisa menjadi latihan pemanasan (peregangan yang baik sebelum memulai workout).
  • Membangun kekuatan otot dan tulang saat bergerak.
  • Meningkatkan fleksibilitas tubuh.
  • Meningkatkan stamina dan stabilitas tubuh.
  • Meningkatkan hormon yang membuat Anda bahagia.

Semakin rutin Anda melakukan latihan ini, maka manfaat jumping jack yang dapat Anda peroleh juga semakin meningkat, termasuk:

  • Manajemen berat badan.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Mengurangi kolesterol-LDL (kolesterol ‘jahat’).
  • Peningkatan kolesterol-HDL (kolesterol ‘baik’).
  • Peningkatan sensitivitas hormon insulin.

Manfaat jumping jack untuk membakar kalori

Dilansir dari Healthline, seseorang dengan berat badan 150 pon yang melakukan satu sesi jumping jack selama dua menit (sekitar 100 kali ulangan) dapat membakar sekitar 19 Kalori. Jika melakukan jumping jack selama 10 menit dan selama waktu itu telah memacu adrenalin Anda, maka total energi yang terbakar mencapai 94 Kalori. Belum lagi, rangkaian workout yang Anda lakukan tidak hanya jumping jack, makat total kalori yang terbakar tentu bisa jadi lebih banyak.

Bolehkah melakukan jumping jack saat hamil?

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 20 – 30 menit setiap hari selama kehamilan. Tetap melakukan olahraga saat hamil dapat membantu memelihara fisik Anda tetap bugar, berat badan meningkat secara stabil dan sehat, dan mengurangi risiko terkena diabetes gestasional.

Memang tidak ada keharusan melakukan jumping jack saat hamil, tapi ACOG menganjurkan untuk melakukan aerobik sebagai alternatif olahraga yang lebih aman, seperti senam. Jika sebelum hamil Anda telah rutin melakukan jumping jack, maka konsultasikan dengan dokter apakah jumping jack ini masih bisa Anda lakukan atau tidak. Hal ini dikarenakan jumping jack harus disesuaikan dengan kondisi tubuh saat hamil, mengingat kehamilan memengaruhi persendian dan keseimbangan Anda. Jadi, harus dilakukan dengan hati-hati.

Apakah jumping jack punya risiko cedera?

Meskipun banyak manfaat jumping jack yang dapat Anda peroleh, bukan tidak mungkin latihan ini memiliki risiko cedera, terutama pada sendi bagian bawah, seperti lutut dan pergelangan kaki. Seperti olahraga pada umumnya, risiko cedera akan meningkat jika Anda tidak memulai workout dengan pemanasan atau latihan dasar untuk memberikan ‘aba-aba’ pada otot dan tulang.

Umumnya, orang-orang bisa melakukan jumping jack dengan aman, termasuk anak-anak, remaja, dan atlet yang lebih tua. Jika Anda memang punya masalah kesehatan tertentu sebelumnya, seperti masalah sendi, cedera otot, atau lainnya, diskusikan dengan dokter Anda sebelum melakukan latihan workout dengan jumping jack atau program sejenis lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *