Iniliah 6 Ekspektoran Alami untuk Meredakan Batuk Berdahak

Batuk berdahak sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dahak yang berada di tenggorokan membuat Anda sulit berbicara bahkan bernafas. Ekspektoran merupakan solusi agar dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Tak hanya pada komposisi obat-obatan medis, ekspektoran ternyata juga terdapat di dalam bahan-bahan alami

  • Minyak esensial anis

Minyak esensial ini diperoleh dari penyulingan buah kering adas manis dan minyak adas bintang. Minyak esensial anis bisa digunakan sebagai ekspektoran batuk yang disertai dengan flu. Minyak esensial anis tidak berwarna atau berwarna kuning pucat jernih.

Berbeda dengan cara yang diketahui banyak orang tentang minyak esensial yang dimanfaatkan sebagai aromaterapi, minyak esensial anis berkhasiat dengan cara diminum. Anda bisa mengonsumsinya tiga kali sehari dengan dosis 50-200 mikroliter setiap kali minum. Akan tetapi perlu diperhatikan, minyak esensial anis tidak bisa dikonsumsi lebih dari 2 minggu.   

  • Minyak esensial adas pedas

Minyak esensial adas pedas diperoleh dari penguapan penyulingan buah adas pedas mentah atau dengan nama ilmiah Foeniculum vulgare Miller. Sama seperti minyak esensial anis, fungsi minyak esensial adas pedas yakni sebagai ekspektoran batuk yang disertai dengan flu. Warnanya pun sama, dengan tambahan aroma yang cukup khas.

Orang dewasa bisa meminumnya satu atau dua kali sehari dengan dosis sekiar 200 mikroliter. Konsumsi ini sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu. Efek estrogeniknya juga dapat dijadikan terapi hormon dan pil kontrasepsi.

  • Madu

Berbagai manfaat madu sering ditemukan untuk membantu berbagai macam penyakit dan meningkatkan sistem imun. Sebuah studi menunjukkan, madu mampu mengurangi intensitas batuk pada anak-anak penderita infeksi pernapasan atas dan meningkatkan durasi tidurnya. Akan tetapi, studi ini diperolah melalui data kuisioner sehingga keakuratannya cenderung rendah.

Anda bisa membuat minuman madu dengan cara mencampur satu sendok makan madu dengan satu gelas susu hangat sebelum tidur. Madu sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah umur 1 tahun karena akan menyebabkan keracunan botulisme.

  • Pepermin

Pepermin mengandung senyawa mentol yang mencegah produksi lendir dan mengurangi dahak. Anda bisa menggunakan daun pepermin segar atau kering dan tambahkan ke dalam air hangat. Konsumsi pepermin tidak dianjurkan bagi mereka yang alergi dengan daun ini, meskipun kasusnya sangat jarang terjadi.  

  • Daun Ivy

Daun ivy sering dijadikan tanaman hias rambat di teras. Akan tetapi, khasiatnya sebagai ekspektoran telah terbukti efektif. Kandungan saponin di dalam daun ivy membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sebuah studi menunjukkan bahwa campuran ekstrak daun ivy, daun time, adas manis, dan akar marshmallow mampu mengurangi intensitas batuk. Marshmallow yang dimaksud bukanlah camilan lembut dan manis yang sering dikonsumsi anak-anak, tetapi tanaman herbal yang mirip dengan semak liar.

  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Cara agar menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah dengan mengonsumsi cairan yang cukup. Hidrasi tubuh diperlukan saat Anda mengalami batuk dan demam sebab banyak mukosa yang keluar selama batuk. Saat demam, tubuh juga mengeluarkan keringat sebagaik mekanisme penurunan suhu.

Anda bisa mengonsumsi air hangat atau teh hangat untuk melegakan tenggorokan. Hindari konsumsi kopi dan alkohol saat batuk berdahak. Sebab kafein pada kopi akan meningkatkan lendir di tenggorokan, sementara alkohol merupakan pemicu inflamasi sehingga sistem imun yang seharusnya menyerang virus atau bakteri penyebab batuk juga harus bekerja ganda sebagai pereda inflamasi.

Ekspoktoran dari bahan alami memang mampumembantu  meredakan batuk karena berbagai khasiatnya, namun jika tingkat keparahan batuk semakin berat sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *