Hati-Hati dengan Efek Samping Madu bagi Bayi

Sudah sejak dahulu kala madu dimanfaatkan oleh manusia karena bahan makanan itu memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, utamanya guna meningkatkan daya tahan tubuh agar tak gampang sakit. Namun, tahukah Anda jika madu tak selamanya baik, terlebih bagi mereka yang masuk ke dalam kelompok rentan, seperti bayi. Waspadai kemungkinan efek samping madu terhadap bayi Anda.

Memberikan madu pada bayi yang belum genap berusia satu tahun sangat tidak disarankan. Pasalnya, kondisi bayi di bawah satu tahun dikatakan belum siap untuk menerima madu. Jika dipaksakan yang ada malah si bayi akan mendapat beberapa masalah kesehatan, dari yang sepele hingga serius.

Berikut beberapa masalah kesehatan yang bisa dialami bayi lantaran efek samping madu:

  • Kerusakan gigi

Salah satu faktor mengapa bayi di bawah usia satu tahun sebaiknya tidak diberikan madu adalah karena kandungan gula yang kadarnya cukup tinggi. Kandungan gula itu berpotensi merusak gigi-gigi bayi yang baru mulai tumbuh. Walhasil, pemberian madu bisa menyebabkan pertumbuhan gigi si bayi tidak sempurna.

  • Obesitas

Efek samping madu ini tidak selamanya terjadi. Obesitas bisa terjadi jika pemberian madu pada bayi merangsang mereka untuk terus meminta asupan yang manis-manis. Seperti kita ketahui bersama jika asupan gula berlebih berkaitan erat dengan potensi terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas.

Selain itu, mereka yang kelebihan asupan manis juga berpotensi mengalami berbagai masalah kesehatan lain, mulai dari diabetes melitus 2, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker. Sebagai orang tua kita perlu cermat dalam menjaga diet atau asupan makanan anak agar bernilai gizi seimbang.

  • Keracunan madu

Kondisi ini biasa dikenal dengan istilah botulisme. Ini merupakan efek samping utama madu jika dikonsumsi oleh bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Masalah kesehatan ini terjadi lantaran dipicu bakteri Clostrudium botulinum yang memang secara alami terkandung dalam madu. Perlu diingat bahwa bakteri ini hanya berbahaya terhadap mereka yang usianya belum genap satu tahun atau dalam kata lain bakteri ini aman untuk mereka yang berusia satu tahun ke atas.

Keadaan itu terjadi karena anak usia satu tahun ke bawah belum memiliki daya tahan tubuh dan sistem pencernaan yang kuat untuk melawan bakteri tersebut. Botulisme termasuk kondisi yang berbahaya bagi bayi, bahkan digadang-gadang dapat mengancam nyawa. Pasalnya bakteri Clostridium botulinum bisa menyerang sistem saraf bayi, membuat otot-ototnya menjadi lemah bahkan lumpuh, serta mengancam sistem pernapasannya.

Jika seseorang sempat memberikan madu kepada anaknya yang belum genap setahun, kemudian muncul gejala-gejala seperti:

  • Konstipasi;
  • Nafsu makan atau minum susu menurun;
  • Otot tangan dan kaki lemah;
  • Daya hisap ASI berkurang;
  • Tangisan lebih lemah daripada biasanya;
  • Leher lebih lemah daripada biasanya, sehingga tidak kuat menahan kepala;
  • Ekspresi wajah berkurang dibandingkan biasanya;
  • Terkadang tidak dapat menelan;
  • Dapat disertai kesulitan bernafas.

Maka segeralah mencari pertolongan medis. Sebab kondisi-kondisi di atas adalah tanda bakteri Clostridium botulinum tengah mengacaukan berbagai sistem di dalam tubuh bayi. Pertolongan medis yang cepat dan tepat mungkin bisa menyelamatkan kondisinya.

Efek samping madu bagi bayi ini mulanya disadari sekitar tahun 1976 ketika ratusan bayi di California, Amerika Serikat, mengalami gejala-gejala di atas. Setelah dilakukan berbagai penelitian ditemukanlah spora botulism pada BAB mereka.

Dua tahun kemudian Departemen Kesehatan California, melakukan penelitian epidemis terhadap 550 sampel makanan, obat-obatan, dan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 sampel tanah, 1 sampel debu dari vacum cleaner, dan 9 sampel madu mengandung bakteri Clostridium botulinum.

Sejak saat itu diyakini bahwa bayi di bawah usia satu tahun belum cukup kuat menoleransi kehadiran bakteri tersebut, sementara madu adalah sesuatu yang banyak mengandung Clostridium botulinum. Dengan demikian, sebaiknya Anda mencari bahan makanan alternatif lain agar bayi Anda bisa terhindar dari efek samping madu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *