Gawat Janin

Berkurangnya pergerakan janin dan detak jantung yang abnormal menjadi gejala umum gawat janin.

Gawat janin merupakan komplikasi persalinan yang tidak biasa dimana masalah tersebut terjadi ketika janin belum menerima oksigen yang cukup. Orang-orang mengira bahwa gawat janin dan asfiksia lahir adalah hal yang sama, namun bukan.

Asfiksia lahir dialami ketika bayi tidak memiliki jumlah oksigen yang cukup sebelum, selama, dan setelah persalinan. Gawat janin bisa terjadi ketika masa kehamilan berlangsung terlalu lama dan wanita yang mengalami komplikasi pada masa kehamilan atau persalinan.

Gejala
Seseorang yang mengalami gawat janin bisa menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Berkurangnya pergerakan janin dalam kandungan.
  • Detak jantung janin yang bergerak secara tidak teratur.
  • Hasil biophysical profile (BPP) yang tidak sesuai.
  • Kram.
  • Pendarahan di bagian vagina.
  • Berat badan kurang atau lebih saat hamil.

Penyebab
Seseorang yang mengalami gawat janin bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Anemia.
  • Rendahnya cairan amnion di sekitar janin.
  • Cairan amnion tercemar mekonium.
  • Hipertensi pada masa kehamilan.
  • Masa kehamilan yang lebih lama (42 minggu atau lebih).
  • Pertumbuhan janin terganggu.
  • Infeksi janin.
  • Tekanan pada pembuluh darah sehingga dapat menghambat oksigen bayi.

Faktor Risiko

Wanita yang hamil akan mengalami risiko yang lebih besar terhadap gawat janin jika mereka:

  • Berada di usia 35 tahun atau lebih.
  • Mengandung lebih dari satu anak.
  • Merupakan penderita diabetes gestasional.
  • Merupakan penderita preeklampsia.
  • Merupakan penderita kronis.
  • Tidak memiliki jumlah cairan ketuban yang tepat.

Diagnosis

Jika Anda merupakan salah satu wanita yang sedang hamil dan mengalami gawat janin, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis dengan melakukan pemantauan janin selama kehamilan. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan jika ada komplikasi yang terjadi atau tidak.

Dokter dapat menggunakan Fetal Heart Rate (FHR) untuk memantau denyut jantung janin. Tidak hanya itu, FHR juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi perkembangan hipoksia (kondisi dimana janin tidak menerima jumlah oksigen yang cukup), respons janin terhadap hipoksia, kontraksi ibu, dan risiko-risiko lain yang berhubungan dengan gawat janin.

Pengobatan

Dokter dapat melakukan pengobatan terhadap pasien yang hamil dan mengalami gawat janin melalui resusitasi intrauterus dimana pengobatan tersebut meliputi:

  • Perubahan posisi pada ibu hamil.
  • Kondisi yang terjaga dengan baik dengan tetap terhidrasi.
  • Kecukupan oksigen.
  • Penyaluran cairan ke dalam rongga ketuban (amnioinfusion) untuk mengurangi kompresi tali pusar.
  • Terapi untuk menunda persalinan prematur.
  • Dekstrosa hipertonik intravena.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat melakukannya. Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat penyakit yang Anda alami (jika ada).
  • Mencatat obat-obatan yang Anda konsumsi (jika ada).
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.
  • Minta teman atau anggota keluarga untuk menemani Anda selama berkonsultasi dengan dokter.

Selama Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kepada Anda mengenai kondisi yang Anda alami seperti:

  • Kapan gejala akibat gawat janin terjadi?
  • Apakah Anda memiliki penyakit tertentu?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan tertentu?

Kesimpulan

Gawat janin merupakan salah satu gangguan medis yang serius dimana masalah tersebut dapat mempengaruhi perkembangan janin. Faktor-faktor yang dapat membuat seseorang mengalami gawat janin perlu segera ditangani. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gangguan seperti ini, Anda perlu periksa diri ke dokter. Dokter akan membantu Anda menangani masalah yang Anda alami dengan menerapkan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai gawat janin, Anda bisa tanyakan persoalan ini ke dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *