Fakta-Fakta Kandungan Nutrisi Ubi Jalar

Dikenal sebagai ketela rambat, ubi jalar ternyata mengandung nutrisi yang bisa membantu melawan berbagai penyakit di dalam tubuh. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan mengonsumsi ubi jalar sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko beberapa penyakit ganas, seperti penyakit jantung, diabetes dan obesitas, hal ini tak lepas dari kandungan ubi jalar.

Selain bermanfaat untuk mengurangi risiko seseorang penyakit berbahaya, ubi jalar juga memiliki manfaat lain. Khususnya yang berkaitan dengan peningkatan energi tubuh dan sistem tubuh lainnya hingga penurunan berat badan. Ubi jalar harus dimasak dengan benar, seperti direbus, dipanggang atau dimakan dengan dihaluskan.

Kandungan Ubi Jalar

Indeks glikemik (GI) ubi jalar bervariasi berdasarkan cara memasak dan varietasnya, ubi jalar yang direbus mungkin memiliki GI sekitar 41. Sementara nilai ubi jalar panggang bisa mencapai nilai setinggi 93,2. Berikut ini beberapa kandungan nutrisi lainnya yang terdapat di dalam ubi jalar jika dikonsumsi setelah direbus.

  1. Pati

Merupakan karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air dan biasa terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan seberapa baik dicerna oleh tubuh. Di antaranya pati yang dicerna cepat sebanyak 80 persen, pati yang dicerna lambat sebanyak sembilan persen dan pati resisten sebanyak 11 persen.

  1. Serat

Biasanya ubi jalar yang dimasak memiliki kandungan serat yang relatif tinggi, terdapat serat larut dalam bentuk pektin dan serat tidak larut dalam bentuk selulosa, hemiselulosa dan lignin. Pektin dapat meningkatkan rasa kenyang mengurangi asupan makanan dan mengurangi lonjakan gula darah dengan memperlancar pencernaan gula dan pati.

  1. Lemak dan Protein

Hampir sepenuhnya dari ubi jalar bebas lemak, kecuali lemak yang ditambahkan saat memasaknya sebelum dikonsumsi. Dalam secangkir ubi jalar mentah menyediakan protein sekitar dua gram, ini membuat ubi jalar bukanlah sumber protein yang baik. Meskipun demikian, ubi jalar merupakan sumber makronutrien yang banyak di negara berkembang.

  1. Vitamin dan Mineral

Bukan rahasia umum jika ubi jalar merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh, di antaranya mengandung vitamin A, vitamin C, kalium, mangan, vitamin B6, vitamin B5 dan vitamin E. Semua vitamin tersebut memiliki fungsi masing-masing yang tentunya sangat baik dan diperlukan oleh tubuh.

  1. Senyawa Lain

Termasuk seperti makanan nabati utuh lainnya, ubi mengandung sejumlah senyawa nabati yang baik bagi tubuh. Beberapa di antaranya seperti beta karoten yang diubah menjadi vitamin A. Asam klorogenat, senyawa antioksidan polifenol paling melimpah yang terdapat di dalam ubi jalar. Kemudian antosianin yang memiliki sifat antioksidan yang kuat.

Manfaat Ubi Jalar

Dengan kandungan ubi jalar yang melimpah, tentu tubuh mendapatkan manfaat baik yang sangat berguna dalam proses masing-masing sistem. Terutama dalam pencegahan penyakit berbahaya seperti berikut ini.

  1. Kanker

Kandungan beta karoten kemungkinan ubi jalar dapat mencegah kanker, beta karoten dapat menurunkan risiko beberapa penyakit kanker seperti kanker lambung, payudara hingga ginjal.

  1. Kekebalan Tubuh

Beta karoten juga berguna dalam sistem kekebalan tubuh karena mampu bekerja sama dengan vitamin C. Sifat antioksidan membentuk kombinasi nutrisi yang kuat dalam sistem pertahanan tubuh.

  1. Pencernaan

Kandungan serat tinggi dalam ubi jalar sangat membantu proses pencernaan menjadi lebih baik dan terbukti ampuh mencegah sembelit.

  1. Diabetes

Penelitian menyebutkan jika ubi jalar mampu mengurangi kadar gula darah penderita diabetes, ubi jalar juga disebut mampu mengurangi resistensi sel terhadap insulin dan menurunkan kadar HbA1C.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *