Penyebab Cystectomi yang Biasa Terjadi

Setelah menjalani cystectomy, pasien tidak ada lagi memiliki kantung kemih alami,

Merupakan prosedur medis atau operasi pengangkatan kandung kemih disebut dengan cystectomi, tindakan medis ini dilakukan untuk mengobati kanker kandung kemih. Selain itu prosedur ini diperlukan untuk mengobati tumor pada panggul, seperti misalnya kanker usus besar, prostat atau endometrium dan beberapa kondisi tumor jinak non-kanker.

Pada pria prosedur ini juga berperan mengangkat prostat dan vesikula seminalis, sementara itu untuk perempuan operasi radikal yang dilakukan berguna untuk mengangkat rahim, indung telur dan bagian tertentu dari vagina. Dokter beda akan memilih satu dari beberapa metode operasi yang ada, pilihan yang tersedia adalah operasi terbuka, operasi invasif minimal dan bedah robotik.

Penyebab Cystectomi Kandung Kemih

Kanker kandung kemih merupakan keadaan di mana sel kandung kemih tumbuh tidak normal dan tidak terkendali. Dampak yang ditimbulkan adalah sel-sel ini membentuk sel kanker dan jika terus tumbuh maka sel kanker bisa menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih. Selain itu, sel kanker ini juga bisa menjalar ke organ lain yang lebih jauh, seperti hati, tulang dan paru-paru.

Penyebab kandung kemih muncul adalah karena adanya perubahan struktur DNA atau mutasi pada sel di dalamnya. Mutasi ini menyebabkan sel yang ada di dalam kandung kemih tumbuh tidak wajar atau tidak normal, lebih lanjut hingga kini belum diketahui apakah yang menyebabkan sel di dalam kandung kemih berubah.

Sementara itu, para ahli hanya bisa menduga perubahan sel pada kandung kemih muncul karena paparan zat kimia tertentu. Misalnya seperti zat karsinogen pada rokok, seorang perokok secara terus menerus akan terpapar zat ini dan memicu munculnya mutasi pada sel kandung kemih. Orang yang merokok, empat kali lebih berisiko mengalami kanker kandung kemih.

Metode Rekonstruksi Saluran Kemih

  • Ileal Conduit

Dalam proses ini dokter akan menggunakan potongan usus kecil yang akan dimanfaatkan untuk membuat tabung. Kemudian ditempelkan pada ureter yang terhubung ke ginjal melalui lubang di dinding perut pasien atau stoma. Urine nantinya akan mengalir ke lubang ini dan ditempatkan pada sebuah kantong kosong yang ditempelkan pada perut di pasien.

  • Neoblader Reconstruction

Dokter menggunakan bagian usus kecil lebih besar yang akan difungsikan sebagai kantong berbentuk bola dan dijadikan kandung kemih baru (neobladder). Neobladder akan ditempatkan pada lokasi yang sama seperti kandung kemih di dalam tubuh. Nantinya akan ditempelkan pada ureter sehingga urine bisa mengalir dari ginjal.

  • Continent Urinary Reservoir

Pasien akan memakai kateter beberapa kali dalam sehari untuk mengeringkan reservoir internal, kebocoran dari kateter bisa menimbulkan beberapa masalah. Kondisi tersebut bahkan mengharuskan pasien kembali ke ruang operasi untuk menjalani operasi perbaikan.

Risiko Cystectomi

Seperti tindakan medis lainnya, prosedur ini juga memiliki risiko yang kemungkinan dialami oleh para pasien. Seperti pendarahan, gumpalan darah, infeksi, kerusakan organ dan reaksi terhadap anestesi, pasien kemungkinan juga akan mengalami perubahan dalam cara buang air kecil setelah operasi. Kandung kemih bisa menjadi lebih kecil setelah operasi dilakukan.

Bagi pria, sebagian akan mengalami efek samping dalam hal seksual, seperti kesulitan mempertahankan ereksi. Hal ini disebabkan karena dokter mengeluarkan vesikula seminalis bersama kandung kemih, sehingga pasien tidak lagi memproduksi cairan sperma. Sementara itu, hal ini juga berlaku untuk perempuan.

Hubungan seksual mungkin masih bisa dilakukan, tetapi akan menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi perempuan. Hal ini dikarenakan dokter mengangkat bagian dari vagina, tindakan ini oleh beberapa pasien bahkan bisa menimbulkan kerusakan saraf hingga membatasi perempuan dalam mencapai orgasme.