Endometriosis, Risiko yang Mengintai Jika Seks Saat Haid

Endometriosis, Risiko yang Mengintai Jika Seks Saat Haid

Berhubungan seksual merupakan kebutuhan alamiah setiap manusia, seperti halnya makan, minum dan lainnya. Aktivitas ini memiliki beragam manfaat jika dilakukan secara baik dan benar. Baik dan benar yang disebut sebelumnya tentu saja sangat relatif, tetapi hampir sebagian besar orang sepakat bahwa seks saat haid tidak termasuk ke dalam kriteria tersebut.

Menilai atau mengkaji ihwal seks saat haid ini bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan, mulai dari agama, budaya, hingga kesehatan. Seperti misalnya, umat muslim meyakini jika seks saat haid adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. 

Dasar dari hukum tersebut tak lain karena darah haid adalah kotoran. Konsep ini akan bersinggungan dengan sudut pandang kesehatan, di mana ada potensi besar kedua belah pihak akan mengalami kerugian terkait kondisi kesehatannya.

Ada banyak sekali risiko kesehatan yang bisa timbul jika sepasang manusia melakukan seks saat haid. Satu di antaranya adalah endometriosis. Kondisi ini dapat dijelaskan sebagai masalah kesehatan yang timbul ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus).

Normalnya, endometrium akan menebal sebagai tempat untuk menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Bila tidak dalam kondisi hamil, endometrium tersebut akan luruh, lalu keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi. Pada kasus endometriosis, jaringan endometrium di luar rahim tersebut juga ikut menebal, tetapi tidak dapat luruh dan keluar dari tubuh. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan nyeri, bahkan dapat menyebabkan kemandulan atau infertilitas wanita.

Seks saat haid memperbesar risiko seorang wanita mengalami endometriosis. Pasalnya, ketika peluruhan terjadi, saat itu juga banyak pembuluh darah perempuan yang terbuka. Jika seseorang memaksakan diri melakukan penetrasi penis ke dalam vagina, khawatir akan terjadi refluks atau aliran darah yang berbalik arah di mana darah itu seharusnya keluar. Ini bisa masuk ke dalam kandungan, ke dalam uterus tersebut. Itulah yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya endometriosis.

Perlu diketahui jika darah haid mengandung sel-sel lapisan endometrium. Jika aliran darah balik (refluks) maka akan bisa mengenai organ-organ alat genital lain seperti ovarium atau di bagian tuba. Jika darah tersebut sudah jatuh mengenai alat atau organ reproduksi lain maka akan tumbuh menjadi jaringan-jaringan baru  dan menyebabkan perlengketan.

Endometriosis bersifat semi kanker, karena sel tersebut akan memperbanyak diri dan menyebabkan perluasan bisa sampai kandungan dan sekitarnya. Kista endometriosis paling parah mencapai grade 4. Namun, memang belum ada penelitian khusus yang dapat membuktikan seberapa besar keterkaitan antara seks saat haid dengan terjadinya endometriosis.

Para dokter kandungan pun masih dalam tahap meyakini jika seks saat haid hanyalah salah satu pemicu, alih-alih satu-satunya. Para dokter sepakat bahwa seperti kanker jenis lain, bahwa “bakat” atau kemungkinan kondisi tubuh penderita memiliki peran penting dalam terjadinya kondisi ini. Artinya, jika seseorang memang sudah memiliki bakat endometriosis, kemudian ditambah dengan perilaku seksual tidak baik dan benar, tentu kemungkinannya akan lebih besar ketimbang seseorang yang tidak memiliki kedua risiko tersebut.

Salah satu indikasi jika seks saat haid akan berpotensi membahayakan adalah merasakan nyeri yang tidak biasa ketika bersanggama. Kesimpulannya adalah, tidak ada salahnya “beristirahat” sebentar dari urusan seksual ketika istri tengah haid. Atau jika tidak bisa, seseorang bisa mencari cara atau alternatif lain tentunya lebih aman dan tidak berisiko.

Risiko Kehamilan dari Hubungan Seks Usia Dini

Risiko Kehamilan dari Hubungan Seks Usia Dini

Salah satu risiko terbesar dari hubungan seks usia dini adalah kehamilan dini yang tidak diharapkan. Kehamilan dini yang dimaksud adalah kehamilan yang dialami oleh anak-anak usia 15—19 tahun. Di Indonesia, angka kehamilan dini mencapai 36 per 1.000 kelahiran. 

Kehamilan yang terjadi dari hubungan seks usia dini cenderung menimbulkan risiko besar bagi ibu yang mengandung maupun bayi yang akan dilahirkan. Pasalnya, remaja-remaja kerap tidak mendapatkan perawatan prenatal yang cepat dan tepat karena alasan malu ataupun biaya. Alhasil, berbagai risiko kehamilan pun menghantui. 

Berikut ini adalah beberapa risiko dari kehamilan dini yang patut diwaspadai. Tidak menutup kemungkinan, kehamilan pada remaja yang timbul karena hubungan seks usia dini dapat merenggut nyawa ibu ataupun bayi. 

  1. Anemia 

Anemia atau kekurangan sel darah merah memang kerap melingkupi wanita hamil. Di seluruh dunia, sekitar 14 persen ibu yang tengah mengandung mengalami kondisi ini. Namun, tingkat anemia pada remaja yang hamil bisa lebih besar. Ini karena keterbatasan mereka mendapatkan perawatan prenatal terkait suplemen zat besi. Kondisi anemia pada ibu hamil sendiri berbahaya bagi ibu dan bayi. Anemia dapat menyebabkan kelahiran prematur sampai pendarahan yang mengancam jiwa ketika persalinan. 

  1. Preeklamsia 

Keterbatasan akses perawatan prenatal pada kehamilan yang disebabkan hubungan seks usia dini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia pada ibu. Preeklamsia merupakan kondisi ketika tekanan darah tiba-tiba melonjak. Umumnya, kondisi ini terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Salah satu faktor risiko terbesar dari kondisi ini adalah usia ibu yang berada di bawah 20 tahun atau 40 tahun. Dalam artian, remaja yang hamil pun cenderung mengalami preeklamsia. Akibatnya, ibu dan bayi bisa mengalami risiko penumpukan cairan di paru-paru ataupun gagal ginjal.

  1. Cacat Lahir 

Setiap ibu pasti mengharapkan bayi yang dikandung dapat lahir dengan sempurna tanpa kurang satu apapun. Harapan ini pasti juga singgah di sanubari remaja yang hamil karena hubungan seks usia dini. Namun berhati-hatilah, kondisi kehamilan remaja lebih mudah mengalami stres dan mendapat keterbatasan akses perawatan prenatal sehingga meningkatkan risiko kelainan atau cacat lahir pada bayi yang dikandungnya. Risiko cacat lahir pada bayi juga lebih meningkat pada remaja yang hamil di kala ia menderita penyakit menular seksual. 

  1. Anak Stunting 

Stunting merupakan kondisi kerusakan organ tubuh bagian dalam secara kronis yang dimulai dari kandungan. Stunting erat dikaitkan dengan tinggi badan pendek karena mengacu pada gejala ukuran panjang dan berat anak. Pada bayi yang baru lahir, kategori stunting menyasar pada bayi yang dilahirkan dengan berat di bawah 2,5 kilogram dan panjang di bawah 45 sentimeter. Berat badan yang rendah ini kerap dialami oleh anak yang lahir dari remaja di bawah usia 20 tahun. Kurangnya asupan gizi dan stres saat hamil sangat besar menjadi penyebabnya. 

  1. Depresi Pasca Melahirkan 

Tidak adanya dukungan penuh dari keluarga dan sosial pada remaja yang mengalami kehamilan akan membuat tingkat stres menumpuk. Bukan hanya baby blues yang bertahan 2—4 minggu pasca kelahiran, remaja yang hamil karena hubungan seks usia dini juga cenderung mengalami depresi pasca melahirkan hingga berbulan-bulan. Masalah mental ini tak ayal membuat ia tidak mampu mengurus bayinya dengan baik. 

Menjadi penting untuk memberi wejangan kepada anak mengenai bahaya hubungan seks usia dini karena berpotensi menimbulkan kehamilan pada saat usia remaja. Bagaimana, kehamilan bukan hanya perkara melahirkan anak, melainkan menjadi tanggung jawab untuk membesarkannya dengan kesiapan yang matang.

Tips Tetap Mesra Meskipun Suami Istri LDR

Ketika suami istri LDR, tentunya hal ini bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Terkendala jarak dan waktu, tak jarang membuat pasangan suami istri saling curiga dan bisa memunculkan konflik. Namun, hal ini juga bisa menjadi sebuah hal yang mudah dijalani ketika kamu dan pasanganmu sudah memiliki komitmen yang baik. 

Menjalani hubungan LDR untuk suami istri juga tidak sepenuhnya buruk, lho! Justru malah akan membuat perasaan cinta pada pasangan semakin menggebu-gebu saat bertemu, saking rindunya. Berikut beberapa tips yang bisa kamu jalankan saat menjalani hubungan LDR dengan pasangan. 

Komitmen harus kuat

Dalam sebuah hubungan, semua pasti setuju kalau komitmen adalah pondasi utama yang harus dijaga. Begitu juga saat kamu memutuskan untuk LDR dengan pasangan, kamu harus membangun komitmen dengan kuat. 

Kamu wajib mendiskusikan beberapa hal terkait komitmen ini sebelum akhirnya memutuskan untuk LDR, seperti kapan harus telepon atau video call dan juga kapan jadwal pasangan sedang kosong. Kamu dan pasangan juga harus yakin untuk bisa melewati masa LDR secara bersama-sama.

Komunikasi jangan sampai putus

Makin canggihnya teknologi dan berkembangnya sosial media tentunya akan memudahkan kamu untuk mengetahui kabar pasangan. Kamu bisa melihat secara langsung keseharian pasangan di sosial medianya misalnya.

Jika kangen, kamu bisa melakukan video call, intinya jangan sampai komunikasi dengan pasangan terputus. Tetap memberikan kabar pada pasangan juga bisa menjadi cara agar komunikasi tetap terjaga.

Jika kamu merasa jengkel atau tidak suka dengan sikap pasangan, sebaiknya kamu juga mengajaknya bicara dan mendiskusikan solusinya. Bukan berarti saat suami istri LDR masalah juga didiamkan begitu saja. 

Sesekali melakukan phone sex

Sebagai pasangan suami istri, tentunya manusiawi jika kita menginginkan seks. Namun, apalah daya kalau sedang LDR. Agar hubungan tetap mesra, tak masalah sesekali mengajak pasangan untuk melakukan phone sex. Hal ini juga bisa menambah kebahagiaan pasangan untuk menyalurkan hasratnya meskipun dilakukan secara online. 

Berikan perhatian lebih

Saat LDR, pasangan pasti akan mengalami kesepian. Kamu bisa memberikan perhatian-perhatian kecil yang akan membuatnya bahagia, seperti mengirimkan makanan melalui go food untuk sarapan dan makan siang atau memberikan semangat untuk bekerja. 

Mendengarkan curhatan pasangan juga menjadi cara simpel memberikan perhatian yang romantis. 

Pada momen perayaan hari jadi atau ulang tahun, jangan lupa untuk menyiapkan kejutan manis, seperti kado yang diidam-idamkan oleh pasangan.  

Saling percaya

Saling percaya satu sama lain juga merupakan kunci utama agar LDR menjadi momen yang menyenangkan. Kamu cukup bertanya seperlunya saja, tidak perlu bertanya hal-hal lain yang menunjukkan bahwa kamu curiga terhadap pasanganmu. 

Bukan hanya pasangan, kamu juga wajib menjaga kepercayaan pasangan dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak hubungan. Seperti, selalu memberi tahu saat pergi bersama rekan kerja atau rekan bisnis agar tidak menimbulkan asumsi negatif. 

Lakukan hal seolah-olah sedang tinggal bersama

Meskipun sedang menjalani LDR, bersikaplah seolah-olah seperti tinggal bersama. Buat kegiatan menyenangkan seperti melakukan dinner romantis melalui video call atau nobar melalui aplikasi seperti zoom. Tentu hal ini akan menyenangkan dan sedikit bisa mengobati rasa kangen pada pasangan. 

Kamu juga bisa mengajak pasangan melakukan kegiatan rutin bersama, misal menggosok gigi bersama, tidur di jam yang sama, hingga bersama-sama melakukan aktivitas atau bekerja. 

Hindari update masalah di sosial media

Jika ada masalah, sebaiknya langsung bicarakan pada pasangan, jangan sampai kamu malah mengumbar kehidupan pribadimu dan pasangan di sosial media. Jika dilakukan, malah akan membuat masalah jadi makin runyam dan sulit dikendalikan. 

Semangat untuk pejuang LDR, tak masalah jika saat ini belum bisa bersama pasangan. Namun, pastikan hubungan tetap mesra dengan tips-tips di atas, ya!

Cara Memanjakan Pacar yang Sedang Badmood

cara memanjakan pacar

Siapapun bisa mengalami suasana hati yang buruk. Bedanya, perempuan lebih ekspresif dibandingkan laki-laki sehingga terkadang mereka bertingkah sangat mengesalkan. Anda mungkin bingung menghadapi perubahan tersebut karena terkadang perubahan mood tidak disebabkan oleh alasan yang jelas, misalnya mood swing karena pms.

Wajar jika Anda penasaran apa penyebab pasangan kesal, dan Anda ingin membantu untuk menghentikannya. Tapi jangan sekali-kali memaksa pasangan Anda menjawab apa penyebab dari ketidakseimbangan emosi tersebut. Tindakan yang tidak tepat bisa membuat pasangan Anda semakin badmood.

Maka itu Anda perlu mengetahui bagaimana cara memanjakan pacar saat sedang dalam suasana hati yang buruk dengan tepat.

Menghadapi pacar yang sedang badmood

Materi bukan satu-satunya cara memanjakan pacar, apalagi ketika dia sedang dalam kondisi yang tidak baik. Pada saat itu mereka hanya menginginkan Anda untuk berada disisinya.

Berikut tips yang bisa Anda coba:

  1. Lakukan pendekatan yang berbeda

Ketika seseorang sedang dalam suasana hati yang buruk, mereka cenderung merasa tidak bersemangat. Saat Anda melihat pacar Anda dalam kondisi tersebut, Anda bisa menanyakannya dengan lembut.

Namun jangan merasa tersinggung jika dia tidak menjawab pertanyaan Anda. Hindari juga memaksanya untuk menjawab. Bertanya kabar dan perasaan pasangan memang termasuk suatu bentuk kepedulian, tapi Anda harus memiliki batasan.

Bisa jadi pasangan Anda sedang membutuhkan waktu sendiri, terutama pada pria. Anda bisa membiarkannya sendiri untuk mengatasi emosi negatifnya. Nantinya ia pasti akan bercerita apa masalahnya.

  1. Terbuka dan dengarkan

Ketika pasangan Anda sudah siap untuk bercerita, terima dan dengarkan dengan seksama. Anda harus mengetahui kapan harus bersikap serius, dan kapan waktunya bisa menyisipkan sedikit humor.

Terkadang penyebab kemurungan pasangan tidak sebesar yang Anda kira. Jika seperti itu, Anda bisa memberikan sedikit humor untuk membuatnya tersenyum. Anda juga bisa menawarkan solusi.

  1. Coba ubah suasana hatinya

Jika pasangan Anda tidak menceritakan apapun, cukup memajukan interaksi. Memulai topik pembicaraan yang baru dan berhenti menekan pacar untuk menceritakan semuanya.

Cara itu bisa mengalihkan perhatian dan emosi mereka dari hal yang tidak menyenangkan untuk sementara waktu. Anda bisa mengajaknya menonton film, mendengarkan musik, membelikan makanan atau benda favoritnya, atau sekedar berjalan-jalan. Lambat laun mereka akan terbuka dan menceritakan kekesalannya pada Anda.

Pacar terus-terusan moody, bagaimana mengatasinya?

Menghadapi pasangan yang terus-terusan menunjukkan ketidakseimbangan mood mungkin menjengkelkan. Anda mungkin akan bertanya-tanya, dengan perilaku tersebut apakah pacar Anda benar-benar menyayangi Anda atau mereka memang seperti itu ke semua orang.

Dilansir dari Psychology Today, pasangan yang moodiness bisa menjadi tanda bahwa pasangan Anda manipulatif. Dengan alasan ketidakseimbangan emosi, mereka ingin mendapatkan kendali penuh dari pacarnya. Tentunya itu bukan hubungan yang sehat dan Anda harus menghentikannya.

Namun disisi lain, kemurungan pasangan bisa menjadi tanda mereka sedang berjuang dengan masalah yang lebih dalam, seperti depresi. Salah satu tanda umum adalah menarik diri dari lingkungan sosial. Pada pria, mereka mungkin menjadi lebih mudah tersinggung, agresif, dan melampiaskan permasalah mereka ke minum minuman keras.

Jika Anda mencurigai pasangan Anda terkena gangguan tersebut, Anda bisa menawarkannya ke psikolog.

Catatan

Cara memanjakan pasangan yang moody atau sedang berada dalam suasana hati yang kurang baik berbeda dengan ketika mereka sedang dalam kondisi bersemangat. Hal yang bisa Anda berikan adalah memberi kenyamanan dan menunjukkan empati, seperti memberinya pelukan hangat atau mengajaknya berjalan-jalan santai.

Percakapan Malam Pertama Agar Lebih Intim

Malam pertama adalah malam di mana Anda menyadari bahwa apa yang terjadi dengan Anda dan pasangan, dalam hal pernikahan, adalah hal yang nyata. Banyak hal yang diharapkan dalam malam pertama. Namun dalam kenyatannya, harapan tersebut terkadang tidak terkabulkan. Baik kedua pasangan dapat merasa lelah setelah seharian berkecimpung di resepsi pernikahan. Bahkan saking lelahnya, tidak jarang banyak pasangan melewatkan seks, sesuatu yang biasanya diinginkan dilakukan di malam pertama. Namun, hal tersebut bukanlah suatu keharusan dan bukan pula kunci suatu pernikahan dapat langgeng hingga kalian berdua beranjak tua. Apabila Anda dan pasangan lelah, percakapan malam pertama yang penuh arti bisa membuat kalian berdua jauh lebih intim dibandingkan hanya dengan melakukan hubungan seksual.

Komunikasi antar pasangan adalah kunci penting dan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah hubungan. Percakapan yang bermakna dapat membantu Anda mengenal pasangan lebih baik. Agar percakapan malam pertama Anda sukses dan membuat hubungan semakin erat, berikut ini adalah hal-hal yang bisa dibicarakan dengan suami atau istri di malam pertama pernikahan:

  • Beri pujian satu sama lain

Baik kedua mempelai suami dan istri mendapatkan pujian pada saat resepsi pernikahan dari keluarga ataupun kerabat. Namun, satu-satunya pujian yang mereka berdua harapkan adalah dari pasangan yang akan menemani hidup mereka. Anda dapat memulai percakapan malam pertama dengan memberi pujian terhadap pasangan tentang betapa cantik atau tampannya ia pada saat prosesi pernikahan berlangsung. Hal ini tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri pada keduanya, tetapi juga merupakan salah satu pemulai percakapan yang paling romantis dengan pasangan Anda.

  • Momen terbaik dalam prosesi pernikahan

Pernikahan berfungsi untuk menciptakan kenangan yang tidak terlupakan. Beberapa kenangan yang bahagia, sedih, dan intim dengan pasangan akan menjadi sesuatu yang Anda kenang hingga tua. Mendiskusikan momen favorit dalam prosesi pernikahan akan membuat Anda menjadi lebih dekat dengan pasangan. Anda berdua akan tertawa dan mesra saat mengingat momen-momen pernikahan tersebut, membuat malam pertama menjadi lebih romantis dan intim.

  • Hal-hal seputar kamar tidur

Apabila Anda merasa canggung untuk memulai sesuatu yang romantis, membicarakan seputar peraturan kamar akan menggiring ke diskusi dan percakapan yang lebih panjang. Untuk mempelai pria, satu hal yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat mempelai wanita merasa nyaman. Tanyakan apakah tempat tidur nyaman dan disukai. Apakah ada hal-hal lain yang perlu dilakukan untuk membuat kamar menjadi lebih nyaman. Untuk mempelai wanita, tanyakan apakah pasangan memiliki rutinitas waktu tidur khusus yang ia ikuti setiap malam. Percakapan malam pertama jenis ini akan menunjukkan bahwa kedua pasangan sama-sama berpartisipasi dalam membuat kamar tidur menjadi ruangan personal, dan pastikan sesuasi dengan preferensi keduanya.

  • Diskusikan tugas di pagi hari

Seseorang mungkin menginginkan kopi atau teh disajikan di pagi hari, sementara pasangan ingin bangun pagi dan melakukan aktivitas olahraga lari. Tidak peduli aktivitas apa yang Anda sukai di pagi hari, akan lebih apabila mendiskusikannya terlebih dahulu dalam percakapan malam pertama. Ini untuk memastikan Anda tidak membangunkan pasangan dan membuatnya terkejut di pagi hari, terutama apabila resepsi pernikahan di hari sebelumnya benar-benar menguras tenaga mereka.

Percakapan malam pertama tidak selamanya berhubungan dengan hubungan seksual. Dengan melakukan percakapan tersebut di atas, Anda akan membuat hubungan rumah tangga yang baru dijalani menjadi lebih intim dan romantis.