Pemfigoid Bulosa & Penyakit Autoimun Lain yang Menyerang Kulit

Pemfigoid Bulosa & Penyakit Autoimun Lain yang Menyerang Kulit
Pemfigoid Bulosa & Penyakit Autoimun Lain yang Menyerang Kulit

Ada banyak sekali jenis penyakit autoimun. Hampir setiap organ tubuh punya kemungkinan mengalami masalah kesehatan tersebut, termasuk kulit. Jenis penyakit autoimun pun terbilang cukup beragam, satu di antaranya adalah pemfigoid bulosa.

Dari sekian banyak sistem yang bekerja di dalam tubuh, imun atau sistem kekebalan tubuh memegang peranan cukup penting. Keberadaannya memungkinkan kita terhindar dari banyak kemungkinan ancaman yang datang dari luar tubuh. Masalahnya, ada satu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh itu justru balik menyerang sel-sel sehat. Inilah yang dinamakan penyakit autoimun. 

Bisa dibilang, autoimun ini adalah kesalahan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh salah membaca sel-sel sehat yang ada di dalam tubuh. Sel sehat justru dianggap sebagai zat asing sehingga diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri.

Hal ini yang mengakibatkan banyak kerusakan sel  jaringan di dalam tubuh, menimbulkan peradangan, bahkan mengakibatkan kondisi serius bagi si penderita. Khusus penyakit autoimun yang menyerang kulit, dampaknya dapat kita saksikan secara kasat mata. Karena gejalanya, hampir sebagian besar, terjadi di lapisan terluar kulit.

Pemfigoid bulosa, misalnya. penyakit kulit ini ditandai dengan terbentuknya bula atau lepuhan berisi cairan dengan diameter beragam, tetapi biasanya lebih dari 10 mm. Lepuhan ini terasa gatal dan tampak kemerahan seperti biduran. 

Terjadinya pemfigoid bulosa dapat secara akut (cepat), perlahan, maupun terjadi setelah adanya penyakit kulit lain seperti psoriasis dan lichen planus. Memang pada kenyataannya pemfigoid bulosa ini merupakan penyakit autoimun yang langka. Biasanya, hanya mereka yang berusia di atas 60 tahun yang mengalami masalah ini.

Selain karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat utamanya jaringan penyambung antara epidermis (lapisan terluar kulit) dan dermis (jaringan kulit di bawah epidermis). Seperti yang sudah disinggung di atas, belum diketahui secara pasti faktor apa yang paling berpengaruh atas terjadinya penyakit autoimun ini.

Oleh karenanya, seseorang diharapkan senantiasa menjaga kondisi kesehatannya dengan menerapkan pola hidup sehat untuk meminimalisir kerusakan sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan pemfigoid bulosa dan penyakit autoimun lain—khususnya yang terjadi di kulit, seperti:

  • Psoriasis

Penyakit autoimun ini memungkinkan terjadinya pergantian sel kulit yang terlalu cepat disertai dengan reaksi peradangan sehingga menyebabkan adanya penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit.

Psoriasis ini menunjukkan gejala seperti kulit kemerahan, bersisik tebal berwarna putih-perak, dan terasa gatal. Area yang terkena terutama yang banyak mengalami gesekan atau trauma, misalnya lutut dan siku. Namun, bisa juga mengenai kulit kepala dan area tubuh lainnya termasuk kuku.

  • Skleroderma

Penyakit ini menyerang jaringan ikat kulit, sehingga terjadi pengerasan pada kulit, dan dapat juga mengenai organ tubuh lain. Gejala yang timbul ketika seseorang mengalami skleroderma adalah terjadi pengerasan pada kulit yang membuatnya tampak tegang, berpermukaan licin, dan terasa keras ketika diraba.

  • Vitiligo

Penyakit autoimun ini membuat penderitanya kehilangan warna kulit sehingga muncul bercak berwarna putih pada kulit. Ada pengaruh faktor genetik atau turunan, dan bisa berhubungan dengan penyakit tertentu misalnya penyakit tiroid.  

Gejala dari vitiligo beragam, tetapi umumnya timbul bercak berwarna putih yang mudah terbakar sinar matahari, tetapi seringkali tidak disertai keluhan gatal atau nyeri. Vitiligo bisa hanya mengenai bagian tubuh tertentu saja, misalnya kaki dan tangan, atau menyebar ke hampir seluruh tubuh.  

  • Lupus

Lupus atau yang dikenal juga dengan sebutan Systemic Lupus Erythematosus terjadi pada saat antibodi yang dihasilkan tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Sebenarnya, penyakit ini berdampak luas. Artinya, hampir semua organ tubuh dapat terserang penyakit ini. Namun, ada penyakit lupus yang hanya menyerang kulit saja. Kondisi ini dikenal dengan nama Cutaneous Lupus Erythematosus.

Penyakit autoimun ini memang sulit untuk dideteksi, karena mungkin seseorang tidak menyadari sampai muncul gejalanya. Oleh sebab itu, menjadi sulit sekali melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya penyakit autoimun, termasuk yang menyerang kulit, seperti pemfigoid bulosa dan jenis lainnya.

9 Penyebab Perut Mual dan Tidak Nafsu Makan

Perut mual dan tidak nafsu makan memang dua hal yang saling berkaitan. Biasanya disebabkan oleh berbagai masalah yang dapat mengganggu nutrisi yang masuk dan bisa membahayakan kesehatan. Oleh karena itulah penting untuk mengenali penyebab perut mual dan tidak nafsu makan sehingga bisa segera diatasi.

Apa Saja Penyebab Perut Mual dan Tidak Nafsu Makan?

Sebenarnya seperti yang dijelaskan di atas, bahwa penyebab perut mual itu ada beragam, seperti keracunan makanan, obat-obatan, alergi, hingga disebabkan oleh penyakit yang serius. Untuk lebih jelasnya, berikut penyebab perut mual yang perlu Anda ketahui.

  1. Alergi Makanan

Perut mual, kram, muntah-muntah bisa disebabkan karena alergi terhadap makanan tertentu. Sehingga Anda perlu mengetahui dan menghindari makanan apa saja yang menjadi pemicu alergi tersebut. Kemudian usahakan untuk tidak mengonsumsinya karena dapat merugikan kesehatan Anda.

  1. Keracunan Makanan

Makanan yang sudah terkontaminasi racun dan virus dapat menyebabkan seseorang keracunan jika dikonsumsi. Tidak hanya menyebabkan nafsu makan hilang, tapi juga dapat membuat perut mual, kram, muntah, demam, serta diare.

Jika Anda mengalami gejala yang cukup parah seperti suhu tubuh meningkat, dehidrasi, diare dalam jangka waktu lebih dari tiga hari, serta feses berdarah, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter.

  1. Mengalami Gangguan Psikologis

Adanya juga berbagai gangguan psikologis yang bisa menyebabkan perut mual serta menyebabkan tidak nafsu makan. Orang yang mengalami gangguan kecemasan dan juga stres, misalnya, sering mengalami hal ini. Selain merasakan perut mual, gejala lainnya bisa berupa detak jantung cepat, gemetar, berkeringat, hingga sesak napas.

  1. Obat-obatan Tertentu

Nafsu makan dan perut mual juga bisa disebabkan oleh obat-obatan, seperti antidepresan, obat antibiotik, antiretroviral, atau pun obat antihipertensi. 

Jika obat-obatan tersebut sampai mengganggu aktivitas Anda, maka segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter sehingga Anda mendapatkan alternatif obat lainnya.

  1. Olahraga Berat

Ada juga orang yang mengalami perut mual dan tidak nafsu makan setelah melakukan olahraga berat seperti yang biasanya dialami oleh pelaro maraton. 

Hal ini terjadi karena olahraga berat bisa memindahkan pasokan darah di lambung ke bagian tubuh lain. Sehingga ini menyebabkan terjadinya rasa mual. Kelebihan atau pn kekurangan cairan yang dialami saat berolahraga juga dapat menyebabkan rasa mual. Untuk mengatasi perut mual dan tidak nafsu makan ini, Anda bisa memperbanyak istirahat.

  1. Operasi

Seseorang yang sudah menjalani operasi biasanya juga bisa mengalami mual dan tidak nafsu makan. Hal ini terjadi karena efek samping obat anestesi yang didapatkan. Biasanya, pasien yang memiliki risiko mengalami mual dan muntah setelah operasi, akan diberikan obat sebelum hingga setelah operasi.

Umumnya, nafsu makan akan hilang ketika pasien menjalani masa pemulihan pasca operasi. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mencoba makan dalam porsi sedikit dan minum secara teratur.

  1. Kehamilan

Penyebab perut mual dan tidak nafsu makan lainnya juga bisa karena kehamilan. Biasanya dialami oleh wanita yang memasuki usia kehamilan 9 – 14 minggu. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut seperti makan dengan porsi sedikit namun teratur, menghindari bau yang menyebabkan rasa mual, memilih makanan hambar, minumlah air yang dicampur jahe, hingga konsumsi kue kering sebelum beraktivitas pagi hari. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan jika nafsu makan dan rasa mual sudah tak tertahankan dan makin parah.

  1. Infeksi

Pasien yang mengalami infeksi bakteri atau virus juga membuat nafsu makan seseorang hilang serta terasa mual. Ada juga infeksi lain yang menyebabkan gejala ini, seperti tonsilitis, radang usus buntu, radang tenggorokan, flu, hingga pilek.

  1. Kanker

Penyebab perut mual dan hilangnya nafsu makan juga bisa disebabkan oleh penyakit kanker. Penderita kanker juga dapat merasakan mual-mual yang kemungkinan disebabkan oleh infeksi dan juga sumbatan di usus. Kemoterapi biasanya juga bisa menyebabkan penderita merasa mual. Untuk mengatasi ini, dokter akan meresepkan obat.

Ada pula penyebab lain seperti indra penciuman dan perasa berubah, efek samping pengobatan, hingga perasaan kenyang. Dokter akan menyarankan pasien untuk makan teratur dalam porsi yang kecil. Kemudian, pilihlah makanan yang mengandung tinggi kalori atau memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil sehingga mudah ditelan.

Waspada Gejala Kanker Mata Melanoma dan Penyebabnya

Waspada Gejala Kanker Mata Melanoma dan Penyebabnya

Kanker merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh sebagian besar orang. Ada banyak sekali kanker yang bisa menyerang seseorang, salah satunya adalah kanker mata melanoma. 

Kanker mata melanoma adalah kondisi jenis kanker mata yang paling umum terjadi. Biasanya, sel kanker ini akan mempengaruhi uvea, yaitu lapisan yang berada di antara retina dan bagian putih mata Anda. 

Tanda-tanda kanker mata melanoma

Menjaga kesehatan mata adalah hal yang penting. Ketika Anda merasakan ada yang aneh dengan mata Anda, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Ada beberapa gejala yang menjadi tanda-tanda dari kanker mata melanoma. Gejala tersebut antara lain:

  • Penglihatan kabur
  • Mata berair
  • Titik gelap pada iris yang semakin lama semakin terlihat
  • Perpindahan mata di dalam rongga mata
  • Kehilangan penglihatan di salah satu tepi mata
  • Nyeri di sekitar mata

Selain itu, penderita kanker mata jenis ini juga mungkin akan mengalami gejala yang disebut dengan floaters. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik atau coretan yang bergerak di bidang penglihatan seseorang.

Floaters akan semakin terasa jelas ketika melihat suatu latar belakang yang polos, seperti dinding kosong. Terkadang, bintik ini bisa muncul dalam titik kecil, tapi bisa juga berbentuk lingkaran, garis-garis, berawan, atau bahkan menyerupai bentuk sarang laba-laba.

Penyebab dan faktor risiko kanker mata melanoma

Hingga saat ini, para ahli belum bisa mendeteksi apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kanker mata melanoma. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang diperkirakan bisa memperparah kondisi ini:

  • Faktor genetik

Penelitian telah menemukan bahwa kromosom yang diturunkan dari orang tua ke anak bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami jenis kanker mata ini. Akan tetapi, tidak diketahui bagaimana kromosom tersebut bisa menyebabkan kanker dan kapan pertumbuhan sel kanker dimulai pada anak. 

Jadi, apabila orang tua Anda mengalami kanker serupa, risiko Anda untuk mengalaminya pun cukup tinggi. 

  • Paparan sinar ultraviolet

Saat mata Anda terus menerus terpapar sinar ultraviolet dari matahari, Anda berisiko mengalami jenis kanker ini. Secara khusus, hal ini bisa memicu melanoma konjungtiva, yaitu melanoma yang terjadi di permukaan mata.

  • Warna mata

Kanker mata jenis apa pun, termasuk melanoma, lebih rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki warna mata lebih cerah. Khususnya, pemilik warna mata biru lebih mungkin untuk mengalami kanker dibandingkan dengan pemilik mata berwarna gelap, seperti hitam atau cokelat.

Oleh sebab itu, tingkat penderita kanker mata di luar negeri lebih tinggi dibandingkan dengan di Indonesia. Namun, bukan berarti masyarakat Indonesia tidak berisiko mengalami kondisi serupa. 

  • Sindrom nevus displastik

Kondisi ini membuat seseorang mengalami pertumbuhan tahi lalat atipikal yang dikenal sebagai nevi displastik. Tahi lalat ini berbeda dari tahi lalat biasa. 

Bentuknya cenderung tidak beraturan, warnanya berbeda dengan warna tahi lalat, serta muncul secara berkelompok. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena kanker melanoma. 

  • Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, kesehatan tubuh Anda akan semakin melemah. Kondisi mata Anda pun akan ikut terpengaruh. 

Orang-orang berusia lanjut lebih berisiko mengalami kanker melanoma, karena kondisi kesehatan tubuh mereka sudah menurun.

Apabila Anda termasuk ke dalam golongan faktor risiko kanker mata melanoma, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata secara rutin setiap tahunnya. Dengan begitu, Anda bisa melakukan upaya pencegahan serta mendapatkan pertolongan dengan cepat setelah dideteksi.

Obat Serak Alami dan Medis

Manusia dihimbau untuk menjaga kondisi tubuh supaya terhindar dari berbagai gangguan seperti suara serak. Suara serak disebabkan oleh berbagai penyebab, salah satunya termasuk radang tenggorokan. Radang tenggorokan terjadi karena infeksi saluran pernafasan atas. Anda bisa menggunakan obat serak alami atau medis untuk mengatasi suara serak.

Obat Serak Alami

Berikut adalah obat serak alami yang bisa Anda gunakan:

  1. Mengkonsumsi air putih

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah suara serak (secara alami) adalah mengkonsumsi air putih. Anda perlu konsumsi air putih minimal 8 gelas setiap hari jika Anda ingin meredakan suara Anda.

  1. Mengkonsumsi cairan hangat

Ada beberapa cairan hangat yang bisa Anda konsumsi, salah satunya termasuk teh. Air hangat berguna dalam meredakan iritasi tenggorokan. Air hangat seperti teh hijau bisa mempercepat penyembuhan suara karena kandungan antioksidan. Anda sebaiknya konsumsi cairan tersebut sebanyak 4 sampai 5 kali sehari.

  1. Mengkonsumsi air garam

Mengkonsumsi air garam juga bisa menjadi pilihan untuk mengatasi serak. Anda perlu campurkan garam sebanyak 1 sendok teh yang dicampurkan ke dalam air gelas. Anda perlu kumur dengan garam sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Air garam bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan jaringan di tenggorokan yang mengalami iritasi. 

  1. Mengistirahatkan suara

Cara lain untuk mengatasi serak adalah tidak menggunakan suara secara berlebihan. Suara serak terjadi karena iritasi pada pita suara. Jika Anda ingin berbicara, Anda sebaiknya bicara dengan suara yang pelan.

  1. Permen pelega tenggorokan

Ada berbagai permen yang bisa meredakan tenggorokan. Salah satu permen yang bisa Anda konsumsi adalah Strepsils. Obat pelega tenggorokan dapat menenangkan radang. Anda bisa memperoleh permen pereda tenggorokan dengan harga sekitar Rp 10.000,00 dan tersedia dalam kemasan 8 butir.

  1. Permen karet

Permen karet juga bisa menjadi pilihan alami untuk meredakan serak. Dengan mengunyah permen karet, produksi air liur meningkat sehingga mampu menjaga kelembaban tenggorokan dan menghilangkan peradangan (yang disebabkan oleh iritasi tenggorokan). Anda sebaiknya pilih permen karet yang lebih sehat seperti bebas gula.

  1. Uap air panas

Uap air panas memiliki kegunaan dalam melembabkan pita tenggorokan dan mengatasi sakit tenggorokan. Anda bisa menggunakan uap air panas ketika Anda mandi, atau menghirup uap airnya melalui panci yang diletakkan di depan Anda.

Obat Serak Medis

Anda juga bisa menggunakan obat medis untuk mengatasi serak, namun tergantung pada penyebabnya. Berikut adalah pilihan obat medis yang bisa digunakan:

  • Obat antiradang non steroid

Obat antiradang non steroid seperti ibuprofen bisa Anda gunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan.

  • Obat antibiotik

Obat antibiotik bisa menjadi pilihan untuk mengatasi serak karena infeksi bakteri atau radang tenggorokan.

  • Pembedahan

Jika serak terjadi karena kondisi yang lebih buruk seperti polip, maka pasien diminta untuk menjalani pembedahan.

Pencegahan

Selain pengobatan, Anda juga dihimbau untuk melakukan beberapa cara di bawah untuk mencegah serak:

  • Jangan menggunakan suara secara berlebihan seperti berteriak.
  • Memenuhi kebutuhan cairan setiap hari dengan mengkonsumsi air putih (minimal) 8 gelas setiap hari.
  • Hindari makanan yang pedas.
  • Hindari kafein.
  • Hindari alkohol, karena bisa memicu tenggorokan kering dan mengalami iritasi.
  • Jangan merokok, karena bisa memicu iritasi pada tenggorokan.

Jika Anda Ingin Bertemu Dengan Dokter

Jika Anda ingin bertemu dengan dokter untuk membicarakan masalah tenggorokan seperti serak, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami di bagian tenggorokan.
  • Daftar riwayat medis (jika dibutuhkan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisi Anda dengan menanyakan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang Anda alami terjadi?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?
  • Apakah Anda pernah mengalami penyakit tertentu?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter akan menentukan pengobatan yang sesuai terhadap kondisi tersebut.

Kesimpulan

Obat serak alami atau medis bisa Anda gunakan untuk meredakan tenggorokan. Ada berbagai pilihan yang dapat mengatasi masalah tersebut. Selain pengobatan, Anda juga dapat melakukan hal-hal sederhana seperti tidak merokok untuk menjaga suara Anda.

Digunakan pada Mata, Ini Cara Pemakaian Boric Acid

Digunakan pada Mata, Ini Cara Pemakaian Boric Acid

Boric Acid merupakan larutan mata yang digunakan untuk membersihkan dan juga mengobati mata yang mengalami iritasi. Tapi, obat ini juga bisa digunakan untuk tujuan lain, tergantung anjuran dari dokter.

Komponen utama dalam Boric Acid adalah boron, yaitu unsur umum yang ada pada mineral dan beberapa jenis batuan. Obat ini dianggap aman apabila digunakan sebagai obat tetes mata, namun bisa berbahaya bila diminum.

Keuntungan menggunakan Boric Acid

Tentunya, sebagai larutan mata, keuntungan paling utama yang bisa Anda dapatkan dari penggunaan Boric Acid adalah mengatasi iritasi mata. Akan tetapi, secara spesifik, ini beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan:

  • Agen buffering

Agen buffering merujuk pada agen penyangga yang digunakan untuk menjaga pH dari sebuah larutan mata. Bahkan, jika ada zat asam lain yang ditambahkan, agen buffering ini bisa tetap mempertahankan pH larutan.

  • Agen pengatur tonisitas

Boric Acid juga bisa menjadi agen untuk mengatur agar larutan mata lebih aman bagi mata Anda. Fungsi ini memastikan larutan mata yang akan Anda gunakan tidak mengandung bahan kimia yang merusak mata Anda.

  • Antiseptik

Larutan mata Boric Acid juga bisa digunakan sebagai antiseptik. Karena, asam borat pada obat mata ini memiliki sifat antibakteri serta antijamur ringan. Hal ini bisa membantu memperlambat atau mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur di mata. 

Hal yang perlu diperhatikan sebelum penggunaan

Sebelum menggunakan Boric Acid untuk mengatasi iritasi mata Anda, sebaiknya sampaikan pada dokter mata Anda mengenai kondisi Anda saat ini. Hal-hal yang perlu Anda sampaikan meliputi:

  • Kebiasaan menggunakan lensa kontak
  • Reaksi alergi yang dimiliki terhadap obat, makanan, pewarna, dan pengawet
  • Di tengah masa menyusui
  • Di tengah masa kehamilan atau berencana untuk hamil
  • Memiliki luka terbuka di dalam atau di dekat mata

Cara tepat menggunakan Boric Acid

Obat ini hanya boleh digunakan untuk mata. Boric Acid sangat tidak boleh digunakan sebagai obat oral atau diminum. Ikuti petunjuk pada kemasan obat dengan baik saat menggunakannya.

Boric Acid sebaiknya hanya digunakan ketika mata Anda mengalami iritasi. Karena, obat ini bekerja dengan mencuci serta membersihkan mata Anda, menghilangkan iritasi. Biasanya, iritasi pada mata ditandai dengan gejala kering, gatal, serta sensasi terbakar pada mata.

Iritasi di mata bisa disebabkan oleh berbagai hal, beberapa di antaranya:

  • Adanya infeksi akibat bakteri, virus, atau jamur
  • Memiliki alergi pada mata
  • Mata kering
  • Kemasukan benda asing di mata, dapat berupa kotoran di udara atau air
  • Konjungtivitis

Kemudian, ketika akan menggunakan obat ini, sebaiknya lakukan langkah-langkah berikut:

  • Melepas lensa kontak

Jangan pernah lupa untuk melepas lensa kontak sebelum menggunakan Boric Acid. Hal ini penting karena lensa kontak juga berupa benda asing yang masuk ke mata Anda. 

Teteskan Boric Acid beberapa saat setelah melepaskan lensa kontak. Lalu, diamkan mata Anda selama kurang lebih 5 menit setelah pemakaian.

  • Gunakan eyecup

Biasanya, Anda akan mendapatkan eyecup ketika membeli Boric Acid. Tuangkan larutan sebanyak setengah gelas eyecup, lalu tekan dengan kuat ke mata yang terbuka lebar. 

Miringkan kepala Anda ke belakang. Gerakkan bola mata ke sekeliling untuk memastikan seluruh mata Anda mendapat kontak penuh dengan larutan.

Akan lebih baik kalau Anda mengikuti anjuran dokter serta instruksi pemakaian yang tepat pada kemasan produk. Dengan begitu, Anda bisa menghindari pemakaian Boric Acid yang salah dan membahayakan mata.

Terkena Hookworm Infection? Ini Dampaknya untuk Kesehatan

Pernahkah Anda mendengar kondisi yang disebut dengan hookworm infection? Kondisi ini Kondisi ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit bernama hookworm. Infeksi ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia.

Parasit hookworm masuk ke dalam tubuh Anda melalui kulit. Saat tubuh sudah terinfeksi, Anda rentan mengalami komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan Anda. 

Bagaimana seseorang bisa terkena hookworm infection?

Hookworm bisa dengan mudah menyebar apabila seseorang yang terinfeksi buang air besar di tanah. Atau, ketika tanah yang terkena kotoran dari manusia terinfeksi digunakan sebagai pupuk.

Telur dari parasit hookworm akan tertinggal di tanah setelah keluar bersama dengan kotoran manusia. Kemudian, telur itu akan menetas menjadi larva yang tetap berdiam di dalam tanah sampai mereka mendapat kesempatan untuk menembus kulit manusia.

Biasanya, telur hookworm akan pecah dalam waktu 1-2 hari setelah dikeluarkan dari tubuh manusia. Kontak dengan tanah yang berisi larva hookworm bisa terjadi apabila Anda berjalan tanpa alas kaki di atas tanah tersebut. 

Tidak hanya itu, kontak ini juga bisa terjadi ketika Anda menelan partikel tanah secara tidak sengaja, seperti ketika mengonsumsi daun salad yang tidak dicuci.

Setelah masuk ke dalam tubuh, larva dari hookworm akan masuk ke aliran darah melalui pembuluh limfatik tubuh Anda. Sistem limfatik ini kemudian akan membawa hookworm larva ke paru-paru.

Dari sanalah parasit hookworm bisa membuat Anda batuk dan menelannya. Inilah yang menyebabkan Anda terkena hookworm infection

Apabila larva dari hookworm sudah tumbuh sepenuhnya, mereka bisa menetap di dalam tubuh Anda hingga mencapai satu tahun sebelum kemudian keluar bersama dengan kotoran Anda.

Biasanya, kondisi ini lebih mudah menyerang orang-orang yang tinggal di wilayah kurang higienis. 

Dampak hookworm infection 

Parasit hookworm nantinya bisa keluar dengan sendirinya dari tubuh Anda bersama dengan kotoran. Akan tetapi, selama hookworm masih menetap di dalam tubuh Anda, Anda tetap akan terus terinfeksi.

Ada beberapa dampak jangka panjang serta komplikasi yang bisa ditimbulkan dari hookworm infection, seperti: 

  • Anemia

Saat Anda terinfeksi dengan parasit hookworm terlalu lama, Anda rentan mengalami anemia. Anemia ditandai dengan jumlah sel darah merah yang rendah, yang dapat menyebabkan gagal jantung dalam kasus yang cukup parah.

Hookworm di dalam tubuh Anda bisa memakan darah Anda. Hal inilah yang membuat Anda bisa terkena anemia. Selain itu, anemia Anda akan semakin berat bila pola hidup Anda pun buruk, misalnya ketika Anda tidak menjaga kualitas makanan Anda dengan baik. 

  • Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi juga bisa terjadi apabila Anda terinfeksi oleh parasit hookworm. Nutrisi pada makanan yang Anda konsumsi tidak bisa diserap dengan baik oleh tubuh, melainkan diambil oleh hookworm.

Kondisi ini disebut juga dengan asites. Hal ini bisa terjadi apabila Anda kehilangan protein yang serius dan menyebabkan penumpukan cairan di perut Anda. 

  • Pertumbuhan yang lambat

Komplikasi yang satu ini bisa terjadi apabila hookworm infection terjadi pada anak-anak. Keberadaan hookworm dalam tubuh Anak menyebabkan tubuh anak kehilangan zat besi dan protein.

Saat anak mengalami kekurangan kedua nutrisi tersebut, pertumbuhan anak menjadi lambat dan mengalami hambatan dalam perkembangan mental.

Hookworm infection memang tidak berbahaya, namun komplikasinya dapat mengakibatkan masalah pada kesehatan Anda. Mungkin saja, infeksi ini baru Anda sadari ketika melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh.

Azomax

azomax obat infeksi saluran pernafasan

Azomax merupakan obat yang dapat digunakan konsumen untuk mengatasi berbagai infeksi seperti infeksi saluran pernafasan. Azomax merupakan salah satu obat yang menggunakan resep dokter.

Azomax merupakan salah satu obat yang dapat digunakan oleh masyarakat karena produk tersebut halal. Obat tersebut bisa Anda peroleh dengan harga sekitar Rp 135.000,00. Azomax diproduksi oleh Dexa Medica. Obat tersebut dijual dalam kemasan 1 box yang berisi 1 botol sebanyak 15 mL.

Kandungan Obat Azomax

Azomax mengandung azitromisin dimana kandungan tersebut dapat mencegah pertumbuhan bakteri di dalam tubuh manusia.

Ciri-Ciri Azitromisin

Azomax memiliki ciri-ciri sebagai berikut berdasarkan proses kerja di dalam tubuh manusia:

  • Absorpsi

Obat yang mengandung azitromisin tersebut dapat diserap dengan cepat dari saluran pencernaan dan memiliki ketersediaan hayati di antara 30 hingga 40 persen. Obat tersebut memiliki waktu untuk berkonsentrasi (plasma puncak) di antara 2 hingga 3 jam.

  • Distribusi

Obat tersebut bisa tersebar di berbagai jaringan seperti kulit dan paru-paru. Obat tersebut juga dapat mengikat protein plasma sebanyak 7 hingga 51 persen.

  • Metabolisme

Obat tersebut dapat dimetabolisme pada bagian hati sehingga menjadi metabolit tidak aktif.

  • Ekskresi

Obat tersebut dapat diekskresi melalui empedu dan urin, dan memiliki waktu paruh eliminasi terminal yang berkisar antara 68 hingga 72 jam.

Penggunaan Obat Azomax

Jika Anda ingin menggunakan obat Azomax pada pasien (anak Anda), Anda perlu pahami bahwa obat tersebut harus digunakan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan dan anjuran dokter.

Dosis yang digunakan pada anak berbeda karena tergantung pada berat badan yang dimiliki. Berikut adalah kriteria berat badan anak (yang berusia 6 bulan ke bawah) yang disertai dengan dosisnya:

  • Anak dengan berat badan 15 hingga 25 kg

Dosis yang digunakan adalah sebanyak 5 mL per hari.

  • Anak dengan berat badan 26 hingga 35 kg

Dosis yang digunakan adalah sebanyak 7,5 mL per hari.

  • Anak dengan berat badan 36 hingga 45 kg

Dosis yang digunakan adalah sebanyak 10 mL per hari.

Selain itu, Anda juga perlu pahami aturan pakai obat tersebut. Anda bisa memberikan anak dosis obat baik dengan maupun tanpa makanan.

Efek Samping Obat Azomax

Pada umumnya, obat Azomax sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala

Jika pasien sakit kepala, pasien sebaiknya konsumsi air putih yang banyak dan beristirahat yang cukup.

  • Pusing

Jika pasien merasa pusing, pasien sebaiknya berbaring supaya dapat beristirahat yang cukup.

  • Diare

Jika pasien mengalami diare, pasien sebaiknya konsumsi air putih yang banyak dan hindari makanan yang dapat menyebabkan diare seperti makanan pedas.

  • Mual

Jika pasien merasa mual, pasien sebaiknya beristirahat yang cukup dan konsumsi makanan secukupnya.

  • Kehilangan nafsu makan

Jika pasien kehilangan nafsu makan, pasien sebaiknya makan dalam porsi secukupnya.

  • Gangguan pengecapan rasa

Jika pasien mengalami gangguan pengecapan rasa, pasien sebaiknya hubungi dokter.

Pertemuan dengan Dokter

Jika pasien ingin bertemu dengan dokter karena mengalami infeksi, pasien dapat mempersiapkan diri dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin diajukan.
  • Daftar gejala yang dialami.
  • Daftar riwayat medis (jika ada).

Ketika pasien bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan pasien seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah gejalanya membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis keluarga, termasuk Anda?

Kesimpulan

Azomax merupakan salah satu obat yang dapat mengatasi berbagai infeksi, namun dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti mual. Untuk informasi lebih lanjut tentang obat Azomax, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Mengenal Jenis Vaksin Corona yang Akan Digunakan di indonesia

Hingga saat ini vaksin menjadi salah satu harapan terbaik untuk bisa menghentikan pandemi Covid-19, terutama di Indonesia yang semakin meluas. Pengembangan vaksin virus corona di Tanah Air masih terus berlangsung dengan beberapa perusahaan farmasi yang sudah terlibat dengan produsen di seluruh dunia guna menghasilkan lebih dari satu jenis vaksin corona.

Beberapa perusahaan yang tengah bekerja sama dengan para produsen vaksin di seluruh dunia di antaranya seperti Bio Farma dengan Sinovac, Kimia Farma dengan Sinopharm dan Kalbe Farma dengan Genexine. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan banyak vaksin yang tersedia dan dapat segera diproduksi massal untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Jenis Vaksin Corona

  1. Vaksin Sinovac

Merupakan jenis vaksin yang paling pertama masuk ke Indonesia, muncul atas kerja sama antara PT. Bio Farma dengan Sinovac Biotech, salah satu perusahaan farmasi asal China. Terdapat beberapa tahap dari pengembangan vaksin yang telah dilakukan oleh perusahaan ini, berikut penjelasan singkatnya.

  • Uji Klinis Tahap 1 dan 2

Sinovac mulai melakukan pengembangan vaksin Covid-19 tahap 1 dan 2 pada Juni 2020 di China dengan menyertakan sebanyak 743 relawan. Dalam tahap ini, seluruh relawan tidak ada yang mengalami efek samping yang berat dan berhasil membangun kekebalan terhadap virus yang menyebabkan Covid-19, SARS-Cov-2.

Pada Juli, vaksin telah disetujui oleh pemerintah China untuk dipakai dalam kondisi darurat terbatas, pada 16 September 2020 vaksin yang diberi nama CoronaVac itu sudah mendapatkan ijin untuk dilakukan uji klinis tahap pertama dan kedua untuk anak-anak.

  • Uji Klinis Tahap 3

Produksi Sinovac dimulai pada Juli di Brasil, Turk dan diikuti Indonesia, percobaan klinis tahap keiha di Tanah Air sudah dimulai sejak 10 Agustus 2020 dengan jumlah elawan sebanyak 1.620 orang. Dilakukan para orang sehar berusia 18 hingga 59 tahun dan belum pernah terpapar virus corona sebelumnya, Bio Farma menggandeng FK UNPAD dan Balitbangkes Kemenkes RI.

Hingga saat ini ujicoba vaksin Sinovac di Indonesia masih berjalan lancar dan belum ditemukan laporan adanya efek samping yang berbahaya. Apabila berjalan sesuai rencana, pengujuan vaksin akan selesai pada Januari 2021 dan mulai diproduksi pada kuartal pertama tahun yang sama.

  • Vaksin Sinopharm

Merupakan perusahaan farmasi asal China yang lain dan bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Indonesia, Kimia Farma. Keduanya juga bekerja sama dengan Group 9G42) asal Uni Emirat Arab guna kepastian produksi vaksin. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito menyebut uji klinis berjalan lancar.

Kerja sama antara Sinopharm dan G42 terhadap vaksin virus corona diklaim mampu menyediakan vaksin sekitar 10 juta dosis untuk Indonesia di akhir 2020. Uji klinis ketiga untuk vasksin Sinopharm ini dilakukan kepada kurang lebih 22 riu sukarelawan dari 119 negara.

  • Vaksin Genexine

Jenis vaksin corona yang terakhir adalah hasil kerja sama antara perusahaan Kalbe Farma dengan Genexine, pengembang vaksin asal Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyebut jika uji klinis tahap 2 vaksin ini akan dilakukan pada Oktober 2020 di Indonesia. Vaksin tersebut diberi nama GX 19 yang sudah melalui uji klinis tahap pertama di Indonesia.

Selain ketiga jenis vaksin di atas, Indonesia juga mengikuti skema Advance Market Commitment Covax atau AMC. Covax merupakan wadah yang dibangun dengan kerjama WHO, Gavi dan CEPI (The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) untuk distribusi secara merata vaksin ke seluruh dunia.

4 Jenis Penyakit Genetik yang Diturunkan

penyakit genetik

Seringkali, penyakit genetik disebut juga sebagai penyakit yang diwariskan atau diturunkan. Penyakit jenis ini memang umumnya dialami oleh orang-orang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa.

Akan tetapi, beberapa kelainan genetik juga bisa terjadi tanpa adanya riwayat keluarga. Penyakit genetik terjadi karena adanya mutasi gen yang terjadi secara acak dan dipicu oleh faktor lingkungan.

Jadi, tidak semua kelainan genetik adalah penyakit yang diwariskan dari orang tua. Penyakit ini berbeda dengan penyakit keturunan.

Jenis-jenis penyakit genetik yang diturunkan

Ada beberapa jenis penyakit genetik yang bisa diturunkan atau diwariskan dari orang tua. Jenis penyakit tersebut antara lain:

  • Kelainan gen tunggal

Turunan gen tunggal disebut juga dengan warisan monogenetik. Jenis ini dialami bila terjadi perubahan atau mutasi pada turunan DNA dari satu gen saja. Dengan kata lain, terjadi kecacatan pada satu gen tertentu dengan pola keturunan yang sederhana dan dapat diprediksi.

Pewarisan genetik untuk kelainan gen tunggal memiliki pola yang berbeda. Salah satunya terlihat pada pewarisan autosom dominan, dimana hanya satu salinan gen yang mengalami kelainan, sementara salinan gen yang lainnya tetap sehat.

Beberapa contoh penyakit yang terjadi akibat kelainan gen tunggal adalah sindrom Marfan, penyakit Huntington, hemochromatosis, thalasemia alpha dan beta, anemia sel sabit, dan lain sebagainya.

  • Gangguan multifaktorial

Gangguan yang satu ini merupakan penyakit kompleks, disebabkan oleh perubahan beberapa gen. Seringkali, perubahan gen ini terjadi ketika ada interaksi kompleks dengan faktor lingkungan atau gaya hidup tertentu, seperti pola makan dan kebiasaan merokok.

Baik faktor lingkungan maupun mutasi gen sama-sama berkontribusi dalam menyebabkan jenis penyakit genetik ini. Salah satu contohnya adalah kanker, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Seringkali, gangguan multifaktorial juga dikaitkan dengan sifat yang diwariskan, seperti sidik jari, tinggi badan, warna mata dan kulit.

  • Kelainan kromosom

Kelainan kromosom merupakan kelainan yang terjadi akibat perubahan yang terjadi pada jumlah atau struktur kromosom. Biasanya, perubahan ini terjadi karena adanya pembelahan sel.

Kromosom adalah sebuah struktur dalam tubuh yang terdiri atas DNA dan protein. Kromosom ini terletak pada inti di setiap sel tubuh. Jumalh atau struktur kromosom yang tidak normal akan menyebabkan penyakit kelainan genetik.

Sebagai contoh, down syndrome merupakan salah satu penyakit kelainan genetik yang terjadi ketika seseorang memiliki tiga salinan kromosom 21. Padahal,  jumlah kromosom 21 yang normal tidak mencapai tiga.

  • Kelainan Mitochondrial

Jenis penyakit genetik yang satu ini disebabkan oleh mutasi pada DNA non-nukleus mitochondria. Mitochondria dapat menampung 5 sampai 10 potongan DNA melingkar. Biasanya DNA mitochondria selalu diwariskan dari ibu karena mitochondria dilindungi oleh sel telur.

Contoh penyakit jenis kelainan mitochondrial adalah epilepsi mioklonik, ensefalopati mitokondria, dan Leber’s hereditary optic atrophy.

Keempat jenis penyakit genetik di atas merupakan kelainan genetik yang diwariskan. Saat seseorang mengalami kelainan genetik akibat faktor keturunan, kelainan gen dapat menentukan apa jenis penyakit genetik yang diderita.

Akan tetapi, kelainan genetik tidak selalu diturunkan atau diwariskan. Anda perlu melakukan pemeriksaan dan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai kelainan genetik yang Anda derita.

Penyakit genetik yang terjadi tanpa diturunkan bisa saja dipicu oleh paparan tertentu dari kondisi lingkungan akibat kebiasaan atau pola hidup penderitanya.

Tanda-tanda Hernia Nukleus Pulposus pada Orang Berisiko

Tanda-tanda Hernia Nukleus Pulposus pada Orang Berisiko

Hernia tidak hanya mengacu pada kondisi menekannya usus ke bagian lain di luar dinding perut. Penekanan organ lain yang keluar dari “dinding pelindung” yang seharusnya juga masih dapat dikategorikan sebagai hernia. Salah satunya adalah hernia nukleus pulposus. 

Berbeda dengan jenis hernia pada umumnya, hernia nukleus pulposus sama sekali tidak berhubungan dengan usus. Jenis hernia ini lebih mengarah pada bagian saraf tulang belakang yang bergeser menekan bagian lain. Istilah populer dari penyakit ini adalah kondisi saraf terjepit. 

Saraf terjepit biasanya terjadi di bagian bawah tulang punggung yang berada di atas pinggul. Namun dalam beberapa kondisi, saraf kejepit juga dapat menyerang bagian punggung, leher, ataupun paha dan betis. Walaupun lokasinya berbeda-beda, gejala dari hernia nucleus pulposus ini mayoritas seragam. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda mengalami penyakit ini. 

  • Kesemutan 

Orang yang mengalami saraf kejepit akan sering mengalami kesemutan. Gejala ini dirasakan di bagian punggung bahkan sampai telapak kaki. Kesemutan yang menjadi tanda khusus dari hernia nucleus pulposus adalah hanya terjadi di satu bagian. 

  • Rasa Nyeri 

Mungkin agak sulit membedakan antara rasa nyeri yang ditimbulkan dari gejala hernia nukleus pulposus dengan rasa nyeri akibat penyakit lain. Namun, Anda bisa mengidentifikasikannya dengan keluhan khusus saraf kejepit. Rasa nyeri yang terasa seperti rasa tertusuk benda tajam. Rasa nyeri akan semakin terasa ketika Anda berdiri atau duduk dengan posisi kaki lurus. 

  • Otot Melemah 

Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang, hernia nukleus pulposus dapat menyebabkan otot-otot di sekitar saraf yang terjepit mengalami pelemahan. Khusus apabila Anda mengalaminya di bagian tulang belakang, otot kaki Anda akan cenderung melemah. Jangan heran jika tiba-tiba Anda akan mudah tersandung karena kondisi saraf terjepit tersebut. 

  • Sensasi Terbakar

Selain rasa nyeri yang menyerupai tusukan benda tajam, penderita hernia nukleus pulposus juga akan merasakan sensasi terbakar di daerah yang mengalami saraf terjepit. Sensasi terbakar tersebut bisa muncul secara tiba-tiba dan sangat mengganggu. Di waktu lain, sensasi terbakar akan hilang tiba-tiba. 

Anda patut berhati-hati apabila mengalami beragam gejala dari saraf terjepit di atas. Kewaspadaan pun mesti ditingkatkan apabila Anda termasuk orang yang berisiko terkena hernia nukleus pulposus seperti di bawah ini. 

  • Lanjut Usia 

Semakin tua usia seseorang, semakin mudah orang tersebut terkena hernia nukleus pulposus. Ini terjadi karena seiring pertambahan usia, cairan di bagian tulang belakang akan semakin menipis sehingga makin tidak kuat untuk menjaga saraf berada di posisinya yang tepat. 

  • Berat Berlebih 

Jika Anda tergolong orang obesitas yang memiliki berat badan di atas wajar, risiko mengalami saraf terjepit akan lebih besar. Pasalnya, berat badan memberi beban tersendiri di area tulang belakang sehingga bagian tersebut menjadi lebih rentan tergeser. 

  • Perokok 

Aktivitas merokok dapat mengurangi kadar oksigen pada bagian nukleus pulposus. Berkurangnya oksigen akan diikuti oleh pengurangan cairan pada bagian saraf tersebut sehingga lebih mudah bergeser. 

  • Aktivitas Tertentu 

Apa pekerjaan dan kebiasaan Anda beraktivitas? Jika setiap hari Anda terbiasa melakukan pekerjaan yang mengharuskan gerakan membungkuk dan mengangkat beban berat, bersiaplah untuk lebih berisiko terkena hernia nukleus pulposus. Ini karena aktivitas tersebut memberi beban lebih pada saraf tulang belakang sehingga bagian tersebut lebih mudah tertekan dan bergeser ke area lain. 

*** 

Jika menyadari Anda orang yang berisiko dan mengalami gejala-gejala hernia nukleus pulposus, tidak ada salahnya untuk langsung memeriksakan diri. Pemeriksaan dini akan membuat penanganan lebih cepat sehingga kondisi Anda akan cepat kembali nyaman.