Azomax

azomax obat infeksi saluran pernafasan

Azomax merupakan obat yang dapat digunakan konsumen untuk mengatasi berbagai infeksi seperti infeksi saluran pernafasan. Azomax merupakan salah satu obat yang menggunakan resep dokter.

Azomax merupakan salah satu obat yang dapat digunakan oleh masyarakat karena produk tersebut halal. Obat tersebut bisa Anda peroleh dengan harga sekitar Rp 135.000,00. Azomax diproduksi oleh Dexa Medica. Obat tersebut dijual dalam kemasan 1 box yang berisi 1 botol sebanyak 15 mL.

Kandungan Obat Azomax

Azomax mengandung azitromisin dimana kandungan tersebut dapat mencegah pertumbuhan bakteri di dalam tubuh manusia.

Ciri-Ciri Azitromisin

Azomax memiliki ciri-ciri sebagai berikut berdasarkan proses kerja di dalam tubuh manusia:

  • Absorpsi

Obat yang mengandung azitromisin tersebut dapat diserap dengan cepat dari saluran pencernaan dan memiliki ketersediaan hayati di antara 30 hingga 40 persen. Obat tersebut memiliki waktu untuk berkonsentrasi (plasma puncak) di antara 2 hingga 3 jam.

  • Distribusi

Obat tersebut bisa tersebar di berbagai jaringan seperti kulit dan paru-paru. Obat tersebut juga dapat mengikat protein plasma sebanyak 7 hingga 51 persen.

  • Metabolisme

Obat tersebut dapat dimetabolisme pada bagian hati sehingga menjadi metabolit tidak aktif.

  • Ekskresi

Obat tersebut dapat diekskresi melalui empedu dan urin, dan memiliki waktu paruh eliminasi terminal yang berkisar antara 68 hingga 72 jam.

Penggunaan Obat Azomax

Jika Anda ingin menggunakan obat Azomax pada pasien (anak Anda), Anda perlu pahami bahwa obat tersebut harus digunakan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan dan anjuran dokter.

Dosis yang digunakan pada anak berbeda karena tergantung pada berat badan yang dimiliki. Berikut adalah kriteria berat badan anak (yang berusia 6 bulan ke bawah) yang disertai dengan dosisnya:

  • Anak dengan berat badan 15 hingga 25 kg

Dosis yang digunakan adalah sebanyak 5 mL per hari.

  • Anak dengan berat badan 26 hingga 35 kg

Dosis yang digunakan adalah sebanyak 7,5 mL per hari.

  • Anak dengan berat badan 36 hingga 45 kg

Dosis yang digunakan adalah sebanyak 10 mL per hari.

Selain itu, Anda juga perlu pahami aturan pakai obat tersebut. Anda bisa memberikan anak dosis obat baik dengan maupun tanpa makanan.

Efek Samping Obat Azomax

Pada umumnya, obat Azomax sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala

Jika pasien sakit kepala, pasien sebaiknya konsumsi air putih yang banyak dan beristirahat yang cukup.

  • Pusing

Jika pasien merasa pusing, pasien sebaiknya berbaring supaya dapat beristirahat yang cukup.

  • Diare

Jika pasien mengalami diare, pasien sebaiknya konsumsi air putih yang banyak dan hindari makanan yang dapat menyebabkan diare seperti makanan pedas.

  • Mual

Jika pasien merasa mual, pasien sebaiknya beristirahat yang cukup dan konsumsi makanan secukupnya.

  • Kehilangan nafsu makan

Jika pasien kehilangan nafsu makan, pasien sebaiknya makan dalam porsi secukupnya.

  • Gangguan pengecapan rasa

Jika pasien mengalami gangguan pengecapan rasa, pasien sebaiknya hubungi dokter.

Pertemuan dengan Dokter

Jika pasien ingin bertemu dengan dokter karena mengalami infeksi, pasien dapat mempersiapkan diri dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin diajukan.
  • Daftar gejala yang dialami.
  • Daftar riwayat medis (jika ada).

Ketika pasien bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan pasien seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah gejalanya membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis keluarga, termasuk Anda?

Kesimpulan

Azomax merupakan salah satu obat yang dapat mengatasi berbagai infeksi, namun dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti mual. Untuk informasi lebih lanjut tentang obat Azomax, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Mengenal Jenis Vaksin Corona yang Akan Digunakan di indonesia

Hingga saat ini vaksin menjadi salah satu harapan terbaik untuk bisa menghentikan pandemi Covid-19, terutama di Indonesia yang semakin meluas. Pengembangan vaksin virus corona di Tanah Air masih terus berlangsung dengan beberapa perusahaan farmasi yang sudah terlibat dengan produsen di seluruh dunia guna menghasilkan lebih dari satu jenis vaksin corona.

Beberapa perusahaan yang tengah bekerja sama dengan para produsen vaksin di seluruh dunia di antaranya seperti Bio Farma dengan Sinovac, Kimia Farma dengan Sinopharm dan Kalbe Farma dengan Genexine. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan banyak vaksin yang tersedia dan dapat segera diproduksi massal untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Jenis Vaksin Corona

  1. Vaksin Sinovac

Merupakan jenis vaksin yang paling pertama masuk ke Indonesia, muncul atas kerja sama antara PT. Bio Farma dengan Sinovac Biotech, salah satu perusahaan farmasi asal China. Terdapat beberapa tahap dari pengembangan vaksin yang telah dilakukan oleh perusahaan ini, berikut penjelasan singkatnya.

  • Uji Klinis Tahap 1 dan 2

Sinovac mulai melakukan pengembangan vaksin Covid-19 tahap 1 dan 2 pada Juni 2020 di China dengan menyertakan sebanyak 743 relawan. Dalam tahap ini, seluruh relawan tidak ada yang mengalami efek samping yang berat dan berhasil membangun kekebalan terhadap virus yang menyebabkan Covid-19, SARS-Cov-2.

Pada Juli, vaksin telah disetujui oleh pemerintah China untuk dipakai dalam kondisi darurat terbatas, pada 16 September 2020 vaksin yang diberi nama CoronaVac itu sudah mendapatkan ijin untuk dilakukan uji klinis tahap pertama dan kedua untuk anak-anak.

  • Uji Klinis Tahap 3

Produksi Sinovac dimulai pada Juli di Brasil, Turk dan diikuti Indonesia, percobaan klinis tahap keiha di Tanah Air sudah dimulai sejak 10 Agustus 2020 dengan jumlah elawan sebanyak 1.620 orang. Dilakukan para orang sehar berusia 18 hingga 59 tahun dan belum pernah terpapar virus corona sebelumnya, Bio Farma menggandeng FK UNPAD dan Balitbangkes Kemenkes RI.

Hingga saat ini ujicoba vaksin Sinovac di Indonesia masih berjalan lancar dan belum ditemukan laporan adanya efek samping yang berbahaya. Apabila berjalan sesuai rencana, pengujuan vaksin akan selesai pada Januari 2021 dan mulai diproduksi pada kuartal pertama tahun yang sama.

  • Vaksin Sinopharm

Merupakan perusahaan farmasi asal China yang lain dan bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Indonesia, Kimia Farma. Keduanya juga bekerja sama dengan Group 9G42) asal Uni Emirat Arab guna kepastian produksi vaksin. Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito menyebut uji klinis berjalan lancar.

Kerja sama antara Sinopharm dan G42 terhadap vaksin virus corona diklaim mampu menyediakan vaksin sekitar 10 juta dosis untuk Indonesia di akhir 2020. Uji klinis ketiga untuk vasksin Sinopharm ini dilakukan kepada kurang lebih 22 riu sukarelawan dari 119 negara.

  • Vaksin Genexine

Jenis vaksin corona yang terakhir adalah hasil kerja sama antara perusahaan Kalbe Farma dengan Genexine, pengembang vaksin asal Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyebut jika uji klinis tahap 2 vaksin ini akan dilakukan pada Oktober 2020 di Indonesia. Vaksin tersebut diberi nama GX 19 yang sudah melalui uji klinis tahap pertama di Indonesia.

Selain ketiga jenis vaksin di atas, Indonesia juga mengikuti skema Advance Market Commitment Covax atau AMC. Covax merupakan wadah yang dibangun dengan kerjama WHO, Gavi dan CEPI (The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations) untuk distribusi secara merata vaksin ke seluruh dunia.

4 Jenis Penyakit Genetik yang Diturunkan

penyakit genetik

Seringkali, penyakit genetik disebut juga sebagai penyakit yang diwariskan atau diturunkan. Penyakit jenis ini memang umumnya dialami oleh orang-orang dengan anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa.

Akan tetapi, beberapa kelainan genetik juga bisa terjadi tanpa adanya riwayat keluarga. Penyakit genetik terjadi karena adanya mutasi gen yang terjadi secara acak dan dipicu oleh faktor lingkungan.

Jadi, tidak semua kelainan genetik adalah penyakit yang diwariskan dari orang tua. Penyakit ini berbeda dengan penyakit keturunan.

Jenis-jenis penyakit genetik yang diturunkan

Ada beberapa jenis penyakit genetik yang bisa diturunkan atau diwariskan dari orang tua. Jenis penyakit tersebut antara lain:

  • Kelainan gen tunggal

Turunan gen tunggal disebut juga dengan warisan monogenetik. Jenis ini dialami bila terjadi perubahan atau mutasi pada turunan DNA dari satu gen saja. Dengan kata lain, terjadi kecacatan pada satu gen tertentu dengan pola keturunan yang sederhana dan dapat diprediksi.

Pewarisan genetik untuk kelainan gen tunggal memiliki pola yang berbeda. Salah satunya terlihat pada pewarisan autosom dominan, dimana hanya satu salinan gen yang mengalami kelainan, sementara salinan gen yang lainnya tetap sehat.

Beberapa contoh penyakit yang terjadi akibat kelainan gen tunggal adalah sindrom Marfan, penyakit Huntington, hemochromatosis, thalasemia alpha dan beta, anemia sel sabit, dan lain sebagainya.

  • Gangguan multifaktorial

Gangguan yang satu ini merupakan penyakit kompleks, disebabkan oleh perubahan beberapa gen. Seringkali, perubahan gen ini terjadi ketika ada interaksi kompleks dengan faktor lingkungan atau gaya hidup tertentu, seperti pola makan dan kebiasaan merokok.

Baik faktor lingkungan maupun mutasi gen sama-sama berkontribusi dalam menyebabkan jenis penyakit genetik ini. Salah satu contohnya adalah kanker, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Seringkali, gangguan multifaktorial juga dikaitkan dengan sifat yang diwariskan, seperti sidik jari, tinggi badan, warna mata dan kulit.

  • Kelainan kromosom

Kelainan kromosom merupakan kelainan yang terjadi akibat perubahan yang terjadi pada jumlah atau struktur kromosom. Biasanya, perubahan ini terjadi karena adanya pembelahan sel.

Kromosom adalah sebuah struktur dalam tubuh yang terdiri atas DNA dan protein. Kromosom ini terletak pada inti di setiap sel tubuh. Jumalh atau struktur kromosom yang tidak normal akan menyebabkan penyakit kelainan genetik.

Sebagai contoh, down syndrome merupakan salah satu penyakit kelainan genetik yang terjadi ketika seseorang memiliki tiga salinan kromosom 21. Padahal,  jumlah kromosom 21 yang normal tidak mencapai tiga.

  • Kelainan Mitochondrial

Jenis penyakit genetik yang satu ini disebabkan oleh mutasi pada DNA non-nukleus mitochondria. Mitochondria dapat menampung 5 sampai 10 potongan DNA melingkar. Biasanya DNA mitochondria selalu diwariskan dari ibu karena mitochondria dilindungi oleh sel telur.

Contoh penyakit jenis kelainan mitochondrial adalah epilepsi mioklonik, ensefalopati mitokondria, dan Leber’s hereditary optic atrophy.

Keempat jenis penyakit genetik di atas merupakan kelainan genetik yang diwariskan. Saat seseorang mengalami kelainan genetik akibat faktor keturunan, kelainan gen dapat menentukan apa jenis penyakit genetik yang diderita.

Akan tetapi, kelainan genetik tidak selalu diturunkan atau diwariskan. Anda perlu melakukan pemeriksaan dan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut mengenai kelainan genetik yang Anda derita.

Penyakit genetik yang terjadi tanpa diturunkan bisa saja dipicu oleh paparan tertentu dari kondisi lingkungan akibat kebiasaan atau pola hidup penderitanya.

Tanda-tanda Hernia Nukleus Pulposus pada Orang Berisiko

Tanda-tanda Hernia Nukleus Pulposus pada Orang Berisiko

Hernia tidak hanya mengacu pada kondisi menekannya usus ke bagian lain di luar dinding perut. Penekanan organ lain yang keluar dari “dinding pelindung” yang seharusnya juga masih dapat dikategorikan sebagai hernia. Salah satunya adalah hernia nukleus pulposus. 

Berbeda dengan jenis hernia pada umumnya, hernia nukleus pulposus sama sekali tidak berhubungan dengan usus. Jenis hernia ini lebih mengarah pada bagian saraf tulang belakang yang bergeser menekan bagian lain. Istilah populer dari penyakit ini adalah kondisi saraf terjepit. 

Saraf terjepit biasanya terjadi di bagian bawah tulang punggung yang berada di atas pinggul. Namun dalam beberapa kondisi, saraf kejepit juga dapat menyerang bagian punggung, leher, ataupun paha dan betis. Walaupun lokasinya berbeda-beda, gejala dari hernia nucleus pulposus ini mayoritas seragam. Berikut ini adalah tanda-tanda Anda mengalami penyakit ini. 

  • Kesemutan 

Orang yang mengalami saraf kejepit akan sering mengalami kesemutan. Gejala ini dirasakan di bagian punggung bahkan sampai telapak kaki. Kesemutan yang menjadi tanda khusus dari hernia nucleus pulposus adalah hanya terjadi di satu bagian. 

  • Rasa Nyeri 

Mungkin agak sulit membedakan antara rasa nyeri yang ditimbulkan dari gejala hernia nukleus pulposus dengan rasa nyeri akibat penyakit lain. Namun, Anda bisa mengidentifikasikannya dengan keluhan khusus saraf kejepit. Rasa nyeri yang terasa seperti rasa tertusuk benda tajam. Rasa nyeri akan semakin terasa ketika Anda berdiri atau duduk dengan posisi kaki lurus. 

  • Otot Melemah 

Jika dibiarkan dalam jangka waktu panjang, hernia nukleus pulposus dapat menyebabkan otot-otot di sekitar saraf yang terjepit mengalami pelemahan. Khusus apabila Anda mengalaminya di bagian tulang belakang, otot kaki Anda akan cenderung melemah. Jangan heran jika tiba-tiba Anda akan mudah tersandung karena kondisi saraf terjepit tersebut. 

  • Sensasi Terbakar

Selain rasa nyeri yang menyerupai tusukan benda tajam, penderita hernia nukleus pulposus juga akan merasakan sensasi terbakar di daerah yang mengalami saraf terjepit. Sensasi terbakar tersebut bisa muncul secara tiba-tiba dan sangat mengganggu. Di waktu lain, sensasi terbakar akan hilang tiba-tiba. 

Anda patut berhati-hati apabila mengalami beragam gejala dari saraf terjepit di atas. Kewaspadaan pun mesti ditingkatkan apabila Anda termasuk orang yang berisiko terkena hernia nukleus pulposus seperti di bawah ini. 

  • Lanjut Usia 

Semakin tua usia seseorang, semakin mudah orang tersebut terkena hernia nukleus pulposus. Ini terjadi karena seiring pertambahan usia, cairan di bagian tulang belakang akan semakin menipis sehingga makin tidak kuat untuk menjaga saraf berada di posisinya yang tepat. 

  • Berat Berlebih 

Jika Anda tergolong orang obesitas yang memiliki berat badan di atas wajar, risiko mengalami saraf terjepit akan lebih besar. Pasalnya, berat badan memberi beban tersendiri di area tulang belakang sehingga bagian tersebut menjadi lebih rentan tergeser. 

  • Perokok 

Aktivitas merokok dapat mengurangi kadar oksigen pada bagian nukleus pulposus. Berkurangnya oksigen akan diikuti oleh pengurangan cairan pada bagian saraf tersebut sehingga lebih mudah bergeser. 

  • Aktivitas Tertentu 

Apa pekerjaan dan kebiasaan Anda beraktivitas? Jika setiap hari Anda terbiasa melakukan pekerjaan yang mengharuskan gerakan membungkuk dan mengangkat beban berat, bersiaplah untuk lebih berisiko terkena hernia nukleus pulposus. Ini karena aktivitas tersebut memberi beban lebih pada saraf tulang belakang sehingga bagian tersebut lebih mudah tertekan dan bergeser ke area lain. 

*** 

Jika menyadari Anda orang yang berisiko dan mengalami gejala-gejala hernia nukleus pulposus, tidak ada salahnya untuk langsung memeriksakan diri. Pemeriksaan dini akan membuat penanganan lebih cepat sehingga kondisi Anda akan cepat kembali nyaman.

Kenali, Penyebab Empiema dan Komplikasi Penyakitnya!

Empiema adalah salah satu gangguan pernapasan yang memengaruhi ruang pelura, yaitu ruang antara lapisan terluar dari paru-paru dan lapisan yang menyentuh dinding dada. Adanya ruang pleura untuk untuk membantu paru-paru mengembang dan berkontraksi saat bernapas. Empiema terjadi saat cairan ekstra menumpuk di rongga pleura tersebut.

Apakah penyebab empiema?

Secara alami, rongga pleura mengandung sedikit cairan. Namun, ketika ada strain bakteri tertentu yang menyebabkan cairan dan nanah menumpuk di rongga pleura, maka terjadilah empiema. Sering kali, penyakit pneumonia menyebabkan empiema. Jika Anda pernah menjalani operasi dada atau torakotomi, maka risiko untuk mengembangkan empiema menjadi lebih tinggi, karena bakteri dapat menginfeksi luka hasil operasi.

Perkembangan penyakit empiema

Jika empiema tidak diobati, maka penyakit ini dapat semakin berkembang melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Fase eksudatif (simple), terjadi ketika cairan ekstra mulai menumpuk di rongga pleura. Cairan tersebut mungkin saja terinfeksi dan mengandung nanah.
  2. Fase fibrinopurulen (complicated), di mana cairan di rongga pleura mulai menebal dan membentuk seperti kantong.
  3. Fase pengorganisasian (frank), terbentuknya jaringan parut dari cairan yang menumpuk dan terinfeksi pada rongga pleura di paru-paru. Akibatnya, Anda akan kesulitan bernapas, karena paru-paru tidak mengembang dengan baik.

Seperti apa gejala empiema?

Empiema yang terjadi bisa bersifat sederhana atau kompleks, dengan gejala seperti berikut.

Empiema sederhana

Empiema sederhana terjadi pada tahap awal penyakit. Seseorang pada tahap ini akan mengalami beberapa gejala umum, meliputi:

  • Sesak napas.
  • Batuk kering.
  • Demam.
  • Berkeringat.
  • Nyeri dada saat bernapas seperti menusuk.
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan.
  • Kehilangan selera makan.

Empiema kompleks

Ketika empiema berkembang menjadi lebih kompleks, peradangan akan lebih parah. Jaringan parut yang terbentuk akan membagi rongga dada menjadi lebih kecil. Kondisi ini disebut juga dengan lokulasi. Umumnya, pada tahap ini akan lebih sulit untuk ditangani.

Jika infeksi semakin bertambah parah, dapat menyebabkan pembentukan kulit tebal di atas pleura atau kulit pleura. Kulit ini mencegah paru-paru mengembang, sehingga Anda akan sulit untuk bernapas dan perlu dioperasi untuk mengatasinya.

Gejala lain empiema yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Terdapat nanah dalam lendir.
  • Suara berderak dari dada.
  • Berat badan turun tanpa sebab.

Siapa yang berisiko terkena empiema?

Seseorang berisiko tinggi mengalami empiema, apabila memiliki penyakit pneumonia. Faktor risiko lainnya mungkin termasuk:

  • Usia 70 tahun ke atas.
  • Pernah rawat inap di rumah sakit baru-baru ini.
  • Pernah menjalani operasi dada atau trauma.

Sementara itu, orang dengan kondisi kesehatan berikut juga berisiko mengembangkan empiema, yaitu:

  • Artritis reumatoid
  • Alkoholisme
  • Bronkiektasis.
  • Diabetes.
  • Penyakit jantung.
  • Kanker.
  • Abses paru.
  • Gangguan paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Menggunakan obat intravena.

Apa komplikasi terburuk dari empiema?

Meskipun jarang terjadi, tetapi empiema dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah jik tidak diobati. Komplikasi ini termasuk sepsis dan paru-paru yang kolaps atau pneumotoraks. Adapun gejala sepsis, meliputi:

  • Demam tinggi.
  • Panas dingin.
  • Laju pernapasan jadi cepat.
  • Detak jantung cepat.
  • Tekanan darah rendah.

Paru-paru yang kolaps dapat menyebabkan nyeri dada yang hebat dan terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, Anda mungkin juga mengalami sesak napas yang semakin parah ketika batuk atau bernapas. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter jika Anda mengalami gejala dari komplikasi empiema ini atau meminta seseorang mengantarkan Anda ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

Iniliah 6 Ekspektoran Alami untuk Meredakan Batuk Berdahak

Batuk berdahak sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dahak yang berada di tenggorokan membuat Anda sulit berbicara bahkan bernafas. Ekspektoran merupakan solusi agar dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Tak hanya pada komposisi obat-obatan medis, ekspektoran ternyata juga terdapat di dalam bahan-bahan alami

  • Minyak esensial anis

Minyak esensial ini diperoleh dari penyulingan buah kering adas manis dan minyak adas bintang. Minyak esensial anis bisa digunakan sebagai ekspektoran batuk yang disertai dengan flu. Minyak esensial anis tidak berwarna atau berwarna kuning pucat jernih.

Berbeda dengan cara yang diketahui banyak orang tentang minyak esensial yang dimanfaatkan sebagai aromaterapi, minyak esensial anis berkhasiat dengan cara diminum. Anda bisa mengonsumsinya tiga kali sehari dengan dosis 50-200 mikroliter setiap kali minum. Akan tetapi perlu diperhatikan, minyak esensial anis tidak bisa dikonsumsi lebih dari 2 minggu.   

  • Minyak esensial adas pedas

Minyak esensial adas pedas diperoleh dari penguapan penyulingan buah adas pedas mentah atau dengan nama ilmiah Foeniculum vulgare Miller. Sama seperti minyak esensial anis, fungsi minyak esensial adas pedas yakni sebagai ekspektoran batuk yang disertai dengan flu. Warnanya pun sama, dengan tambahan aroma yang cukup khas.

Orang dewasa bisa meminumnya satu atau dua kali sehari dengan dosis sekiar 200 mikroliter. Konsumsi ini sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu. Efek estrogeniknya juga dapat dijadikan terapi hormon dan pil kontrasepsi.

  • Madu

Berbagai manfaat madu sering ditemukan untuk membantu berbagai macam penyakit dan meningkatkan sistem imun. Sebuah studi menunjukkan, madu mampu mengurangi intensitas batuk pada anak-anak penderita infeksi pernapasan atas dan meningkatkan durasi tidurnya. Akan tetapi, studi ini diperolah melalui data kuisioner sehingga keakuratannya cenderung rendah.

Anda bisa membuat minuman madu dengan cara mencampur satu sendok makan madu dengan satu gelas susu hangat sebelum tidur. Madu sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah umur 1 tahun karena akan menyebabkan keracunan botulisme.

  • Pepermin

Pepermin mengandung senyawa mentol yang mencegah produksi lendir dan mengurangi dahak. Anda bisa menggunakan daun pepermin segar atau kering dan tambahkan ke dalam air hangat. Konsumsi pepermin tidak dianjurkan bagi mereka yang alergi dengan daun ini, meskipun kasusnya sangat jarang terjadi.  

  • Daun Ivy

Daun ivy sering dijadikan tanaman hias rambat di teras. Akan tetapi, khasiatnya sebagai ekspektoran telah terbukti efektif. Kandungan saponin di dalam daun ivy membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sebuah studi menunjukkan bahwa campuran ekstrak daun ivy, daun time, adas manis, dan akar marshmallow mampu mengurangi intensitas batuk. Marshmallow yang dimaksud bukanlah camilan lembut dan manis yang sering dikonsumsi anak-anak, tetapi tanaman herbal yang mirip dengan semak liar.

  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Cara agar menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah dengan mengonsumsi cairan yang cukup. Hidrasi tubuh diperlukan saat Anda mengalami batuk dan demam sebab banyak mukosa yang keluar selama batuk. Saat demam, tubuh juga mengeluarkan keringat sebagaik mekanisme penurunan suhu.

Anda bisa mengonsumsi air hangat atau teh hangat untuk melegakan tenggorokan. Hindari konsumsi kopi dan alkohol saat batuk berdahak. Sebab kafein pada kopi akan meningkatkan lendir di tenggorokan, sementara alkohol merupakan pemicu inflamasi sehingga sistem imun yang seharusnya menyerang virus atau bakteri penyebab batuk juga harus bekerja ganda sebagai pereda inflamasi.

Ekspoktoran dari bahan alami memang mampumembantu  meredakan batuk karena berbagai khasiatnya, namun jika tingkat keparahan batuk semakin berat sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis yang tepat.

Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Dextrocardia

Dextrocardia merupakan kondisi langka yang biasanya diturunkan secara genetik. Kondisi ini ditandai dengan posisi jantung yang ke sisi kanan dada, bukan ke kiri.

Normalnya, jantung manusia berada pada posisi yang condong ke arah kiri dada. Akan tetapi, pasien dengan kondisi ini justru memiliki arah jantung yang sebaliknya. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, namun dapat memicu komplikasi yang lebih serius dan beresiko bagi kesehatan.

Bagaimana seseorang menderita dextrocardia?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dextrocardia merupakan penyakit bawaan, sehingga terjadi karena adanya faktor keturunan dari orang tua dengan kondisi serupa. Hingga saat ini, selain faktor genetik, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa menderita kondisi ini.

Kelainan pada posisi jantung sudah terjadi sejak pertumbuhan jantung bayi dalam kandungan. Terkadang, kelainan posisi ini bisa saja disebabkan karena adanya masalah pada anatomi tubuh Anda.

Dextrocardia tergolong sebagai penyakit yang cukup langka. Satu-satunya kelompok faktor resiko untuk penyakit ini berasal dari faktor resiko genetik.

Oleh sebab itu, jika orang tua Anda menderita kondisi ini, Anda pun memiliki kemungkinan untuk menderitanya juga. Sama halnya apabila Anda memiliki posisi jantung yang berlawanan dengan arah seharusnya, anak Anda nantinya juga berpotensi mengalami kondisi serupa.

Meski begitu, kondisi ini termasuk kondisi langka, sehingga cukup jarang ditemukan.

Gejala yang dialami oleh penderita dextrocardia

Banyak orang yang menderita dextrocardia tidak tahu bahwa mereka mengidap penyakit tersebut sampai menjalani pemeriksaan khusus. Hal ini terjadi karena kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

Meski begitu, ada satu gejala yang paling umum dialami oleh seluruh penderita, yaitu suara detak jantung yang lebih kencang di sebelah kanan dada dibandingkan dengan di sebelah kiri.

Dalam beberapa kasus, apabila dextrocardia telah menyebabkan komplikasi serius, Anda mungkin akan merasakan gejala tambahan berupa:

  • Sulit bernapas
  • Kulit membiru, khususnya di sekitar jari tangan dan kaki
  • Infeksi kronis sinus dan paru-paru
  • Kesulitan menambah berat badan
  • Rasa lelah terus menerus
  • Kulit berubah warna menjadi kuning

Komplikasi penyakit dextrocardia

Apabila tidak diatasi, dextrocardia bisa mengembangkan komplikasi, khususnya pada area paru-paru, lambung, dan organ-organ penting lainnya. Selain itu, jantung Anda rentan mengalami infeksi jangka panjang yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Meski begitu, dextrocardia bukanlah penyakit yang berbahaya dan mengancam jiwa, khususnya jika kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, Anda tetap bisa mencoba untuk berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui apabila kondisi dextrocardia yang dialami telah menyebabkan komplikasi.

Komplikasi yang biasanya timbul dari kondisi penyakit dextrocardia antara lain:

  • Gangguan kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah
  • Gangguan kerongkongan
  • Gangguan usus
  • Pneumonia kronis
  • Gagal jantung
  • Infeksi dan sepsis

Gejala lanjutan dari dextrocardia nantinya akan berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung pada komplikasi yang ditimbulkannya. Dokter bisa membantu Anda dalam mendeteksi komplikasi yang dialami serta upaya yang tepat untuk menanganinya.

Upaya pengobatan dextrocardia juga berbeda-beda pada setiap pasien, khususnya bila kondisi tersebut sudah menimbulkan komplikasi tertentu.

Akan tetapi, hingga saat ini, banyak penderita dextrocardia yang tidak pernah menjalani pengobatan khusus. Hal ini karena mereka tidak merasakan adanya gejala tertentu, sehingga tidak menyadari kondisi yang diderita.

Selain itu, sebagian orang merasa tidak terganggu dengan kondisi dextrocardia, sehingga memutuskan untuk tidak mengobatinya sementara waktu.

Jenis-Jenis Obat Diabetes yang Umum Diresepkan Dokter

Kencing manis atau diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan, namun gejala dan keparahan kondisi bisa dikontrol dengan menjalankan pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat. Tidak semua penderita penyakit ini membutuhkan konsumsi obat diabetes, terkandang hanya dibutuhkan ketika kadar gula darah yang tinggi meski sudah menjaga pola makan.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang membutuhkan suntik insulin, sementara diabetes tipe 2 umumnya bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup sehat diabetes. Seperti mengatur pola makan dan rutin melaksanakan olahraga. Secara umum, golongan obat untuk diabetes memiliki cara kerja dan efek samping yang berbeda, meskipun fungsinya tetap untuk mengendalikan kadar gula.

Jenis Obat Diabetes

  • Metformin (Biguanid)

Obat ini termasuk ke dalam golongan biguanid, merupakan obat kencing manis generik yang paling sering dijadikan resep bagi dokter untuk pasien diabetes tipe 2. Obat ini bekerja menurunkan produksi glukosa yang terdapat di dalam hati dan membuat sensivitas tubuh terhadap insulin semakin meningkat.

Hal ini membuat tubuh bisa menggunakan insulin secara lebih efektif dan glukosa semakin lebih mudah diserap oleh sel-sel yang terdapat di dalam tubuh. Obat ini termasuk tipe generik untuk kencing manis ini tersedia dalam bentuk pil dan sirup. Obat ini juga memiliki seperti mual, diare, dan penurunan berat badan.

Pada umumnya efek samping yang muncul bisa hilang ketika tubuh mulai beradaptasi dengan penggunaan obat ini. Selain itu, dokter akan mulai memberi resep obat oral atau injeksi lain sebagai kombinasi jika metformin tidak cukup.

  • Sulfonilurea

Sulfonilurea merupakan obat generik untuk diabetes militus yang sering diresapkan oleh dokter, obat ini bekerja dengan cara membantu pankreas dalam memproduksi insulin lebih banyak. Diabetes juga bisa terjadi karena resistensi insulin, dalam artian tubuh tidak lagi peka dan sensitif terhadap insulin yang fungsinya membantu mengatur kadar gula darah.

Dalam kondisi ini obat golongan sulfonilurea bisa membantu tubuh agar menjadi lebih peka terhadap insulin. Pada umumnya obat golongan ini hanya diperuntukkan untuk pasien diabetes tipe 2, sementara tidak digunakan pada pasien diabetes tipe 1. Hal tersebut dikarenakan, pada dasarnya tubuh mereka tidak atau kurang dapat memproduksi insulin.

Obat generik ini bisa menimbulkan efek hipoglikemia, merupakan suatu kondisi menurunnya gula darah dengan cepat. Bagi pasien diabetes akan disarankan oleh dokter untuk bisa menerapkan jadwal makan yang teratur .

  • Meglitinide

Obat gologan meglitinide memiliki cara kerja seperti sulfonilurea yakni merangsang pankreas untuk lebih dapat menghasilkan banyak insulin. Perbedaan yang dimiliki, obat ini dapat bekerja dengan lebih keras. Durasi dari efek yang muncul pada tubuh lebih pendek ketimbang obat golongan sulfonilurea.

Contoh obat golongan meglitinide di antara seperti repaglinide (prandin) dan nateglinide (starlix), salah satu efek samping yang muncul ketika pasien meminum obat golongan ini adalah gula darah menjadi rendah dan berat badan akan naik. Sebelum menggunakan obat ini, lebih baik melakukan konsultasi dengan dokter.

  • Thiazolidinediones

Dikenal juga dengan obat diabetes golongan glitazone dan kerap diberikan kepada pasien agar membantu mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabetes milites tipe 2. Cara kerja obat ini membantu tubuh dalam menghasilkan lebih banyak insulin, selain mengendalikan gula darah, oba ini bisa membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki metabolisme lemak.

Kista Payudara

Kista payudara merupakan kantong yang terdapat cairan di dalam payudara dimana kondisi tersebut diklasifikasikan sebagai tumor jinak. Manusia bisa mengalami tidak hanya satu kista, namun juga bisa mengalami beberapa kista pada satu atau kedua payudara.

Kista payudara sering disebut sebagai kondisi berupa benjolan yang bulat. Benjolan tersebut terasa seperti balon yang terdapat air. Terkadang, bila disentuh, kondisi payudara terasa keras.

Meskipun kista payudara merupakan gangguan yang serius di dalam tubuh, karena disebabkan oleh tumor, gangguan tersebut tidak memerlukan obat. Namun, bila kondisinya membesar, terasa sakit, atau membuat seseorang merasa tidak nyaman, maka perlu pengobatan untuk mencegah masalah tersebut.

Risiko Kista Payudara

Kista payudara bisa terjadi pada semua wanita, namun orang-orang yang belum mengalami menopause atau yang berusia antara 30 hingga 40 tahun memiliki risiko yang lebih besar.

Gejala

Jika wanita mengalami kista payudara, maka dapat menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Benjolan bulat dengan bentuk yang tidak teratur.
  • Nyeri pada payudara.
  • Benjolan bisa membesar sehingga membuat mereka semakin nyeri.

Meskipun wanita yang mengalami kista payudara tidak memicu risiko kanker payudara, mereka perlu berhati-hati terhadap setiap perubahan yang terjadi pada payudara.

Penyebab

Penyebab utama seseorang mengalami kista payudara tidak diketahui. Namun, kista payudara terjadi karena adanya efek dari perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami kelebihan hormon estrogen di dalam tubuh, maka dapat menstimulasi jaringan payudara sehingga mereka mengalami kista payudara.

Diagnosis

Jika Anda mengalami kista payudara, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat melakukan diagnosis terhadap gangguan tersebut, dan dapat memberikan pengobatan yang cocok untuk Anda.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan yang meliputi pengambilan gambar seperti mammografi dan ultrasonografi (USG) payudara. USG dapat dilakukan untuk mengamati adanya cairan atau kista pada benjolan payudara.

Dokter juga dapat menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan aspirasi benjolan payudara dengan jarum halus atau fine-needle aspiration yang dilakukan sesuai panduan USG. Dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter dapat mengambil cairan dalam kista, menggunakan jarum halus yang memiliki diameter kecil, dan dengan cepat membantu diagnosis kista payudara.

Pengobatan

Jika kista payudara yang dialami terdapat cairan dan tidak menimbulkan gejala, maka tidak perlu melakukan pengobatan. Namun, jika kondisinya berbeda, dokter dapat melakukan pengobatan sebagai berikut:

  • Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)

Aspirasi jarum halus merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan dengan mengeringkan semua cairan dalam kista sehingga benjolan di bagian payudara menghilang dan memulihkan kondisi payudara.

Sebagian kista payudara membutuhkan pengeringan cairan yang dilakukan lebih dari sekali. Meskipun demikian, risiko terjadinya masalah seperti ini akan kembali. Jika kista payudara terjadi dalam 2 hingga 3 bulan siklus menstruasi dan tumbuh lebih besar, maka evaluasi lebih lanjut perlu dilakukan.

  • Terapi hormon

Terapi hormon merupakan pengobatan lain yang dapat dilakukan dengan menggunakan pil untuk mengendalikan kehamilan atau pil kontrasepsi untuk mengatur siklus menstruasi.

  • Operasi

Operasi merupakan pengobatan yang perlu dilakukan bila kondisinya cukup buruk. Operasi bisa dipertimbangkan jika kista payudara menimbulkan ketidaknyamanan, kambuh dalam hitungan bulanan, terdapat darah di bagian payudara, atau menunjukkan tanda yang mengganggu kondisi tubuh.

Kesimpulan

Itulah informasi mengenai kista payudara yang perlu Anda ketahui. Jika kondisi payudara Anda menunjukkan adanya gangguan seperti benjolan, Anda perlu konsultasikan masalah ini dengan dokter agar dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat untuk Anda, namun bergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami.

Peak Flow Meter

Contoh alat peak flow meter untuk deteksi asma

Peak flow meter adalah perangkat portabel yang mudah digunakan yang mengukur seberapa baik paru-paru Anda dapat mengeluarkan udara. Dengan meniupkan udara dengan cepat melalui corong pada salah satu ujungnya, peak flow meter dapat mengukur kekuatan udara dalam liter per menit dan memberi Anda pembacaan pada skala bernomor bawaan. Jika Anda menderita asma, dokter Anda dapat merekomendasikan Anda menggunakan peak flow meter untuk membantu melacak kontrol asma Anda.

Orang dengan asma, terutama mereka yang memiliki diagnosis baru atau seseorang yang minum obat pengontrol harian, dapat mengambil manfaat dari penggunaan peak flow meter. Jika Anda perlu menyesuaikan obat harian untuk asma, peak flow meter dapat menjadi bagian penting dari rencana pengelolaan asma Anda.

Anak yang berusia 5 tahun dan lebih tua biasanya dapat menggunakan peak flow meter untuk membantu mengelola asma mereka. Beberapa orang dengan bronkitis kronis dan emfisema juga mendapat manfaat dari penggunaan peak flow meter. Tidak semua penyedia layanan kesehatan merekomendasikan peak flow meter untuk membantu anak-anak dan orang dewasa mengelola asma mereka. Banyak penyedia layanan kesehatan percaya bahwa peak flow meter mungkin paling membantu bagi orang dengan asma sedang dan berat. Jika asma Anda ringan atau Anda tidak menggunakan obat harian, peak flow meter mungkin tidak berguna untuk manajemen asma Anda.

Pengukuran peak flow meter dapat membantu dokter Anda membuat keputusan tentang perawatan Anda dan menyesuaikan obat-obatan Anda, dan pengukuran tersebut juga dapat mengingatkan Anda ketika gejala asma Anda memburuk. Asma terkadang berubah secara bertahap. Peak flow Anda mungkin menunjukkan perubahan itu sebelum Anda merasakannya. Bacaan peak flow dapat menunjukkan kapan Anda harus mulai mengikuti langkah-langkah pada rencana tindakan asma yang Anda kembangkan dengan dokter Anda. Hal ini dapat membantu Anda menentukan tingkat keparahan episode; memutuskan kapan harus menggunakan obat penyelamat Anda; dan memutuskan kapan Anda harus mencari perawatan darurat.

Terdapat tiga zona pengukuran peak flow meter yang biasanya digunakan untuk menginterpretasikan laju peak flow. Sangat mudah untuk menghubungkan ketiga zona sesuai dengan warna lampu lalu lintas, yaitu hijau, kuning dan merah. Secara umum, laju peak flow normal dapat bervariasi sebanyak 20 persen. Berikut tiga zona pengukuran peak flow meter:

  • Zona hijau artinya stabil

Tingkat aliran puncak Anda adalah 80% hingga 100%, sebuah indikasi bahwa asma Anda terkendali. Anda mungkin tidak memiliki tanda atau gejala asma, dan dapat minum obat pencegahan seperti biasa. Jika Anda secara konsisten tetap berada dalam zona hijau, dokter Anda dapat merekomendasikan mengurangi obat asma Anda.

  • Zona kuning artinya hati-hati

Tingkat aliran puncak Anda adalah 50% hingga 80%, sebuah indikasi bahwa asma Anda semakin buruk. Anda mungkin memiliki tanda dan gejala seperti batuk, mengi atau sesak dada, tetapi laju peak flow Anda mungkin menurun sebelum gejala muncul. Anda mungkin perlu menambah atau mengganti obat asma Anda.

  • Zona merah artinya bahaya

Tingkat aliran puncak Anda kurang dari 50%, yang mengindikasi darurat medis. Anda mungkin mengalami batuk parah, mengi dan nafas pendek, sehingga Anda disarankan untuk menghentikan apapun yang Anda lakukan serta segara gunakan bronkodilator atau obat lain untuk membuka saluran udara Anda. Rencana tindakan asma Anda akan membantu Anda memutuskan apakah Anda Akan memanggil dokter, mengambil kortikosteroid oral, atau mencari perawatan darurat.

Penting untuk mengetahui peak flow bacaan Anda, tetapi bahkan lebih penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan berdasarkan bacaan tersebut. Catat pembacaan peak flow meter yang direkomendasikan oleh dokter Anda untuk zona hijau, zona kuning dan zona merah. Kemudian buat rencana dengan dokter Anda ketika puncak arus Anda jatuh di masing-masing zona tersebut.