Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Dextrocardia

Dextrocardia merupakan kondisi langka yang biasanya diturunkan secara genetik. Kondisi ini ditandai dengan posisi jantung yang ke sisi kanan dada, bukan ke kiri.

Normalnya, jantung manusia berada pada posisi yang condong ke arah kiri dada. Akan tetapi, pasien dengan kondisi ini justru memiliki arah jantung yang sebaliknya. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, namun dapat memicu komplikasi yang lebih serius dan beresiko bagi kesehatan.

Bagaimana seseorang menderita dextrocardia?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dextrocardia merupakan penyakit bawaan, sehingga terjadi karena adanya faktor keturunan dari orang tua dengan kondisi serupa. Hingga saat ini, selain faktor genetik, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa menderita kondisi ini.

Kelainan pada posisi jantung sudah terjadi sejak pertumbuhan jantung bayi dalam kandungan. Terkadang, kelainan posisi ini bisa saja disebabkan karena adanya masalah pada anatomi tubuh Anda.

Dextrocardia tergolong sebagai penyakit yang cukup langka. Satu-satunya kelompok faktor resiko untuk penyakit ini berasal dari faktor resiko genetik.

Oleh sebab itu, jika orang tua Anda menderita kondisi ini, Anda pun memiliki kemungkinan untuk menderitanya juga. Sama halnya apabila Anda memiliki posisi jantung yang berlawanan dengan arah seharusnya, anak Anda nantinya juga berpotensi mengalami kondisi serupa.

Meski begitu, kondisi ini termasuk kondisi langka, sehingga cukup jarang ditemukan.

Gejala yang dialami oleh penderita dextrocardia

Banyak orang yang menderita dextrocardia tidak tahu bahwa mereka mengidap penyakit tersebut sampai menjalani pemeriksaan khusus. Hal ini terjadi karena kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

Meski begitu, ada satu gejala yang paling umum dialami oleh seluruh penderita, yaitu suara detak jantung yang lebih kencang di sebelah kanan dada dibandingkan dengan di sebelah kiri.

Dalam beberapa kasus, apabila dextrocardia telah menyebabkan komplikasi serius, Anda mungkin akan merasakan gejala tambahan berupa:

  • Sulit bernapas
  • Kulit membiru, khususnya di sekitar jari tangan dan kaki
  • Infeksi kronis sinus dan paru-paru
  • Kesulitan menambah berat badan
  • Rasa lelah terus menerus
  • Kulit berubah warna menjadi kuning

Komplikasi penyakit dextrocardia

Apabila tidak diatasi, dextrocardia bisa mengembangkan komplikasi, khususnya pada area paru-paru, lambung, dan organ-organ penting lainnya. Selain itu, jantung Anda rentan mengalami infeksi jangka panjang yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Meski begitu, dextrocardia bukanlah penyakit yang berbahaya dan mengancam jiwa, khususnya jika kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, Anda tetap bisa mencoba untuk berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui apabila kondisi dextrocardia yang dialami telah menyebabkan komplikasi.

Komplikasi yang biasanya timbul dari kondisi penyakit dextrocardia antara lain:

  • Gangguan kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah
  • Gangguan kerongkongan
  • Gangguan usus
  • Pneumonia kronis
  • Gagal jantung
  • Infeksi dan sepsis

Gejala lanjutan dari dextrocardia nantinya akan berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung pada komplikasi yang ditimbulkannya. Dokter bisa membantu Anda dalam mendeteksi komplikasi yang dialami serta upaya yang tepat untuk menanganinya.

Upaya pengobatan dextrocardia juga berbeda-beda pada setiap pasien, khususnya bila kondisi tersebut sudah menimbulkan komplikasi tertentu.

Akan tetapi, hingga saat ini, banyak penderita dextrocardia yang tidak pernah menjalani pengobatan khusus. Hal ini karena mereka tidak merasakan adanya gejala tertentu, sehingga tidak menyadari kondisi yang diderita.

Selain itu, sebagian orang merasa tidak terganggu dengan kondisi dextrocardia, sehingga memutuskan untuk tidak mengobatinya sementara waktu.

Jenis-Jenis Obat Diabetes yang Umum Diresepkan Dokter

Kencing manis atau diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan, namun gejala dan keparahan kondisi bisa dikontrol dengan menjalankan pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat. Tidak semua penderita penyakit ini membutuhkan konsumsi obat diabetes, terkandang hanya dibutuhkan ketika kadar gula darah yang tinggi meski sudah menjaga pola makan.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang membutuhkan suntik insulin, sementara diabetes tipe 2 umumnya bisa ditangani dengan perubahan gaya hidup sehat diabetes. Seperti mengatur pola makan dan rutin melaksanakan olahraga. Secara umum, golongan obat untuk diabetes memiliki cara kerja dan efek samping yang berbeda, meskipun fungsinya tetap untuk mengendalikan kadar gula.

Jenis Obat Diabetes

  • Metformin (Biguanid)

Obat ini termasuk ke dalam golongan biguanid, merupakan obat kencing manis generik yang paling sering dijadikan resep bagi dokter untuk pasien diabetes tipe 2. Obat ini bekerja menurunkan produksi glukosa yang terdapat di dalam hati dan membuat sensivitas tubuh terhadap insulin semakin meningkat.

Hal ini membuat tubuh bisa menggunakan insulin secara lebih efektif dan glukosa semakin lebih mudah diserap oleh sel-sel yang terdapat di dalam tubuh. Obat ini termasuk tipe generik untuk kencing manis ini tersedia dalam bentuk pil dan sirup. Obat ini juga memiliki seperti mual, diare, dan penurunan berat badan.

Pada umumnya efek samping yang muncul bisa hilang ketika tubuh mulai beradaptasi dengan penggunaan obat ini. Selain itu, dokter akan mulai memberi resep obat oral atau injeksi lain sebagai kombinasi jika metformin tidak cukup.

  • Sulfonilurea

Sulfonilurea merupakan obat generik untuk diabetes militus yang sering diresapkan oleh dokter, obat ini bekerja dengan cara membantu pankreas dalam memproduksi insulin lebih banyak. Diabetes juga bisa terjadi karena resistensi insulin, dalam artian tubuh tidak lagi peka dan sensitif terhadap insulin yang fungsinya membantu mengatur kadar gula darah.

Dalam kondisi ini obat golongan sulfonilurea bisa membantu tubuh agar menjadi lebih peka terhadap insulin. Pada umumnya obat golongan ini hanya diperuntukkan untuk pasien diabetes tipe 2, sementara tidak digunakan pada pasien diabetes tipe 1. Hal tersebut dikarenakan, pada dasarnya tubuh mereka tidak atau kurang dapat memproduksi insulin.

Obat generik ini bisa menimbulkan efek hipoglikemia, merupakan suatu kondisi menurunnya gula darah dengan cepat. Bagi pasien diabetes akan disarankan oleh dokter untuk bisa menerapkan jadwal makan yang teratur .

  • Meglitinide

Obat gologan meglitinide memiliki cara kerja seperti sulfonilurea yakni merangsang pankreas untuk lebih dapat menghasilkan banyak insulin. Perbedaan yang dimiliki, obat ini dapat bekerja dengan lebih keras. Durasi dari efek yang muncul pada tubuh lebih pendek ketimbang obat golongan sulfonilurea.

Contoh obat golongan meglitinide di antara seperti repaglinide (prandin) dan nateglinide (starlix), salah satu efek samping yang muncul ketika pasien meminum obat golongan ini adalah gula darah menjadi rendah dan berat badan akan naik. Sebelum menggunakan obat ini, lebih baik melakukan konsultasi dengan dokter.

  • Thiazolidinediones

Dikenal juga dengan obat diabetes golongan glitazone dan kerap diberikan kepada pasien agar membantu mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabetes milites tipe 2. Cara kerja obat ini membantu tubuh dalam menghasilkan lebih banyak insulin, selain mengendalikan gula darah, oba ini bisa membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki metabolisme lemak.

Kista Payudara

Kista payudara merupakan kantong yang terdapat cairan di dalam payudara dimana kondisi tersebut diklasifikasikan sebagai tumor jinak. Manusia bisa mengalami tidak hanya satu kista, namun juga bisa mengalami beberapa kista pada satu atau kedua payudara.

Kista payudara sering disebut sebagai kondisi berupa benjolan yang bulat. Benjolan tersebut terasa seperti balon yang terdapat air. Terkadang, bila disentuh, kondisi payudara terasa keras.

Meskipun kista payudara merupakan gangguan yang serius di dalam tubuh, karena disebabkan oleh tumor, gangguan tersebut tidak memerlukan obat. Namun, bila kondisinya membesar, terasa sakit, atau membuat seseorang merasa tidak nyaman, maka perlu pengobatan untuk mencegah masalah tersebut.

Risiko Kista Payudara

Kista payudara bisa terjadi pada semua wanita, namun orang-orang yang belum mengalami menopause atau yang berusia antara 30 hingga 40 tahun memiliki risiko yang lebih besar.

Gejala

Jika wanita mengalami kista payudara, maka dapat menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Benjolan bulat dengan bentuk yang tidak teratur.
  • Nyeri pada payudara.
  • Benjolan bisa membesar sehingga membuat mereka semakin nyeri.

Meskipun wanita yang mengalami kista payudara tidak memicu risiko kanker payudara, mereka perlu berhati-hati terhadap setiap perubahan yang terjadi pada payudara.

Penyebab

Penyebab utama seseorang mengalami kista payudara tidak diketahui. Namun, kista payudara terjadi karena adanya efek dari perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami kelebihan hormon estrogen di dalam tubuh, maka dapat menstimulasi jaringan payudara sehingga mereka mengalami kista payudara.

Diagnosis

Jika Anda mengalami kista payudara, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat melakukan diagnosis terhadap gangguan tersebut, dan dapat memberikan pengobatan yang cocok untuk Anda.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan yang meliputi pengambilan gambar seperti mammografi dan ultrasonografi (USG) payudara. USG dapat dilakukan untuk mengamati adanya cairan atau kista pada benjolan payudara.

Dokter juga dapat menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan aspirasi benjolan payudara dengan jarum halus atau fine-needle aspiration yang dilakukan sesuai panduan USG. Dengan melakukan pemeriksaan ini, dokter dapat mengambil cairan dalam kista, menggunakan jarum halus yang memiliki diameter kecil, dan dengan cepat membantu diagnosis kista payudara.

Pengobatan

Jika kista payudara yang dialami terdapat cairan dan tidak menimbulkan gejala, maka tidak perlu melakukan pengobatan. Namun, jika kondisinya berbeda, dokter dapat melakukan pengobatan sebagai berikut:

  • Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration)

Aspirasi jarum halus merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan dengan mengeringkan semua cairan dalam kista sehingga benjolan di bagian payudara menghilang dan memulihkan kondisi payudara.

Sebagian kista payudara membutuhkan pengeringan cairan yang dilakukan lebih dari sekali. Meskipun demikian, risiko terjadinya masalah seperti ini akan kembali. Jika kista payudara terjadi dalam 2 hingga 3 bulan siklus menstruasi dan tumbuh lebih besar, maka evaluasi lebih lanjut perlu dilakukan.

  • Terapi hormon

Terapi hormon merupakan pengobatan lain yang dapat dilakukan dengan menggunakan pil untuk mengendalikan kehamilan atau pil kontrasepsi untuk mengatur siklus menstruasi.

  • Operasi

Operasi merupakan pengobatan yang perlu dilakukan bila kondisinya cukup buruk. Operasi bisa dipertimbangkan jika kista payudara menimbulkan ketidaknyamanan, kambuh dalam hitungan bulanan, terdapat darah di bagian payudara, atau menunjukkan tanda yang mengganggu kondisi tubuh.

Kesimpulan

Itulah informasi mengenai kista payudara yang perlu Anda ketahui. Jika kondisi payudara Anda menunjukkan adanya gangguan seperti benjolan, Anda perlu konsultasikan masalah ini dengan dokter agar dokter dapat menentukan pengobatan yang tepat untuk Anda, namun bergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami.

Peak Flow Meter

Contoh alat peak flow meter untuk deteksi asma

Peak flow meter adalah perangkat portabel yang mudah digunakan yang mengukur seberapa baik paru-paru Anda dapat mengeluarkan udara. Dengan meniupkan udara dengan cepat melalui corong pada salah satu ujungnya, peak flow meter dapat mengukur kekuatan udara dalam liter per menit dan memberi Anda pembacaan pada skala bernomor bawaan. Jika Anda menderita asma, dokter Anda dapat merekomendasikan Anda menggunakan peak flow meter untuk membantu melacak kontrol asma Anda.

Orang dengan asma, terutama mereka yang memiliki diagnosis baru atau seseorang yang minum obat pengontrol harian, dapat mengambil manfaat dari penggunaan peak flow meter. Jika Anda perlu menyesuaikan obat harian untuk asma, peak flow meter dapat menjadi bagian penting dari rencana pengelolaan asma Anda.

Anak yang berusia 5 tahun dan lebih tua biasanya dapat menggunakan peak flow meter untuk membantu mengelola asma mereka. Beberapa orang dengan bronkitis kronis dan emfisema juga mendapat manfaat dari penggunaan peak flow meter. Tidak semua penyedia layanan kesehatan merekomendasikan peak flow meter untuk membantu anak-anak dan orang dewasa mengelola asma mereka. Banyak penyedia layanan kesehatan percaya bahwa peak flow meter mungkin paling membantu bagi orang dengan asma sedang dan berat. Jika asma Anda ringan atau Anda tidak menggunakan obat harian, peak flow meter mungkin tidak berguna untuk manajemen asma Anda.

Pengukuran peak flow meter dapat membantu dokter Anda membuat keputusan tentang perawatan Anda dan menyesuaikan obat-obatan Anda, dan pengukuran tersebut juga dapat mengingatkan Anda ketika gejala asma Anda memburuk. Asma terkadang berubah secara bertahap. Peak flow Anda mungkin menunjukkan perubahan itu sebelum Anda merasakannya. Bacaan peak flow dapat menunjukkan kapan Anda harus mulai mengikuti langkah-langkah pada rencana tindakan asma yang Anda kembangkan dengan dokter Anda. Hal ini dapat membantu Anda menentukan tingkat keparahan episode; memutuskan kapan harus menggunakan obat penyelamat Anda; dan memutuskan kapan Anda harus mencari perawatan darurat.

Terdapat tiga zona pengukuran peak flow meter yang biasanya digunakan untuk menginterpretasikan laju peak flow. Sangat mudah untuk menghubungkan ketiga zona sesuai dengan warna lampu lalu lintas, yaitu hijau, kuning dan merah. Secara umum, laju peak flow normal dapat bervariasi sebanyak 20 persen. Berikut tiga zona pengukuran peak flow meter:

  • Zona hijau artinya stabil

Tingkat aliran puncak Anda adalah 80% hingga 100%, sebuah indikasi bahwa asma Anda terkendali. Anda mungkin tidak memiliki tanda atau gejala asma, dan dapat minum obat pencegahan seperti biasa. Jika Anda secara konsisten tetap berada dalam zona hijau, dokter Anda dapat merekomendasikan mengurangi obat asma Anda.

  • Zona kuning artinya hati-hati

Tingkat aliran puncak Anda adalah 50% hingga 80%, sebuah indikasi bahwa asma Anda semakin buruk. Anda mungkin memiliki tanda dan gejala seperti batuk, mengi atau sesak dada, tetapi laju peak flow Anda mungkin menurun sebelum gejala muncul. Anda mungkin perlu menambah atau mengganti obat asma Anda.

  • Zona merah artinya bahaya

Tingkat aliran puncak Anda kurang dari 50%, yang mengindikasi darurat medis. Anda mungkin mengalami batuk parah, mengi dan nafas pendek, sehingga Anda disarankan untuk menghentikan apapun yang Anda lakukan serta segara gunakan bronkodilator atau obat lain untuk membuka saluran udara Anda. Rencana tindakan asma Anda akan membantu Anda memutuskan apakah Anda Akan memanggil dokter, mengambil kortikosteroid oral, atau mencari perawatan darurat.

Penting untuk mengetahui peak flow bacaan Anda, tetapi bahkan lebih penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan berdasarkan bacaan tersebut. Catat pembacaan peak flow meter yang direkomendasikan oleh dokter Anda untuk zona hijau, zona kuning dan zona merah. Kemudian buat rencana dengan dokter Anda ketika puncak arus Anda jatuh di masing-masing zona tersebut.

Mengobati Gigi Ngilu dengan Pasta Gigi Khusus, Efektifkah?

Berbagai merek pasta gigi menawarkan produk pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi ini dikhususkan untuk mereka yang memiliki masalah gigi ngilu akibat gigi sensitif. Produk pasta gigi ini cukup mudah ditemui, seperti di minimarket hingga warung sekitar lingkungan rumah Anda.

Namun, apakah penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif ini efektif untuk mengobati gigi ngilu?

Gigi sensitif secara fisik memiliki kondisi yang baik-baik saja, tidak berlubang maupun bengkak. Namun, gigi ini akan menyebabkan rasa ngilu ketika Anda menyikat gigi atau makan dan minum sesuatu yang terlalu dingin atau panas.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati gigi ngilu karena gigi sensitif. Salah satu cara mengatasinya, menurut rekomendasi Asosiasi Dokter Amerika Serikat (ADA) adalah dengan menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Dengan begitu, rasa ngilu yang dirasakan dapat dikurangi.

Seberapa efektifkah penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif?

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, tentu akan terdapat beberapa jawaban yang berbeda, dari satu orang dengan lainnya. Pasalnya, penyebab gigi sensitif setiap orang juga berbeda-beda.

Beberapa orang merasa cocok dengan pasta gigi khusus gigi sensitif tersebut, namun beberapa lainnya tetap merasakan gigi ngilu.

Pasta gigi khusus untuk gigi sensitif ini bekerja dengan mencegah timbulnya rasa nyeri dengan menahan respons sakit tersebut hanya pada permukaan gigi, sehingga rasa ngilu tidak akan terasa sampai ke saraf gigi. Walaupun demikian, penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif ini perlu dilakukan selama beberapa kali agar mendapatkan manfaat yang maksimal. Namun, jika gigi ngilu terus mengganggu Anda, maka Anda harus mencari cara lain untuk mengatasi rasa ngilu tersebut.

Cara lain meredakan gigi ngilu selain dengan pasta gigi khusus

Terdapat beberapa alternatif cara untuk meredakan rasa ngilu pada gigi:

  • Mengoleskan gel fluoride, gel ini akan diberikan oleh dokter untuk menguatkan enamel (lapisan terluar gigi) sekaligus mengurangi rasa ngilu yang dirasa.
  • Bahan pengurang sensitivitas gigi, bahan ini akan digunakan jika alasan gigi ngilu Anda disebabkan karena terbukanya akar gigi. Dokter akan mengoleskan bahan desensitivitas yang umumnya digunakan untuk menambal gigi berlubang.
  • Cangkok gusi, jika alasan gigi ngilu disebabkan oleh bergesernya posisi gusi, maka dokter akan melakukan cangkok gusi.
  • Melakukan perawatan saluran akar, prosedur medis ini adalah jalan terakhir jika cara-cara yang telah disebutkan di atas tidak membuahkan hasil. Anda perlu untuk datang secara rutin ke dokter gigi untuk melakukan prosedur perawatan saluran akar ini.

Kenali Jenis dan Gejala Hipertermia Berikut Ini

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan hipotermia, namun apakah Anda tahu tentang hipertermia? Hipertermia dikenal sebagai kondisi yang berkebalikan dari hipotermia. Jika ingin tahu lebih lanjut, simak penjelasan kondisi ini secara medis.

Apa itu hipertermia?

Saat panas tubuh tidak bisa menyesuaikan diri dengan panas lingkungan, maka terjadilah hipertermia. Hipertermia adalah suatu kondisi di mana suhu tubuh meningkat terlalu tinggi, bahkan bisa berbahaya bagi kesehatan. Biasanya suhu tubuh orang normal itu sekitar 37 C tapi jika Anda terkena hipertermia maka suhu tubuh bisa mencapai 40 C lebih.

Jenis dan gejala hipertermia

Hipertermia terdiri dari beberapa jenis sehingga gejalanya juga cenderung berbeda-beda tergantung pada jenis yang dialami penderitanya. Berikut jenis dan gejala hipertermia yang wajib Anda ketahui:

  1. Heat stress

Jenis hipertermia ini terjadi ketika suhu tubuh Anda mulai meningkat, namun sulit untuk turun kembali padahal Anda sudah berkeringat. Gejala yang Anda mungkin rasakan, seperti kepanasan, harus, mual, pusing dan sakit kepala.

  • Heat fatigue

Pada jenis ini, Anda akan merasa tidak nyaman setelah kepanasan. Kondisi ini umumnya banyak dialami oleh orang-orang yang bekerja di lingkungan panas, atau tidak terbiasa dengan cuaca panas. Anda akan merasakan gejala ini seperti jenis heat stress, tapi Anda juga akan sulit untuk berkonsentrasi dan mengendalikan tubuh.

  • Heat edema

Hipertermia jenis ini dapat terjadi jika Anda duduk atau berdiri di lingkungan panas dalam waktu yang lama. pergelangan kaki dan tangan Anda pun bisa menjadi bengkak.

  • Heat rash

Jenis hipertermia ini bisa terjadi saat Anda beraktivitas di lingkungan yang panas dalam waktu yang lama. Gejala heat rash adalah dengan munculnya bintik-bintik merah seperti jerawat saat Anda masih menggunakan baju yang basah dan berkeringat untuk beraktivitas.

  • Heat syncope

Jika Anda beraktivitas di cuaca panas dalam waktu yang lama, maka Anda bisa terkena hipertermia heat syncope. Kondisi ini bisa membuat Anda pingsan karena tekanan darah menurun, dan aliran darah ke otak berkurang.

Cegah Hipotensi dengan Mengubah Gaya Hidup yang Lebih Sehat

Hipotensi atau tekanan darah rendah umumnya tidak memiliki gejala berbahaya. Kondisi ini biasanya terjadi dengan gejala ringan dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari timbulnya hipotensi, seperti:

  • Memenuhi kebutuhan garah harian. Terlalu banyak garam, bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Begitu pun sebaliknya terlalu sedikit garam dapat menyebabkan hipotensi.
  • Konsumsi banyak air. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan hipotensi.
  • Batasi konsumsi alkohol harian
  • Pada kondisi tertentu, Anda perlu menggunakan stoking penahan elastic atau stoking kompresi yang menutupi betis dan paha. Hal ini dapat membantu mengatasi aliran darah ke kaki sehingga lebih banyak darah di tubuh bagian atas dan mengurangi kemungkinan hipotensi.
  • Olahraga secara teratur juga dapat bermanfaat dalam memperlancar aliran darah
  • Makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering, sebaiknya hindari mengonsumsi obat yang dapat menurunkan tekanan darah sebelum makan.

Selain hal di atas, hindari pula mengangkat barang berat, mengejan, maupun berdiri diam dalam waktu yang lama. saat mandi, hindari kontak dengan air panas terlalu lama.

Obat-obatan untuk hipotensi

Jika Anda terus mengalami gejala tekanan darah rendah, meskipun sudah melakukan perubahan di atas. Maka dokter akan memberikan obat untuk mengatasi hipotensi yang Anda alami. Pilihan obatnya berupa fludrokortision dan midodrin.

Fludrokortison adalah obat yang dapat digunakan pada sebagian besar kasus hipotensi. Obat ini bekerja untuk menahan air dalam tubuh sehingga tekanan darah meningkat. Akan tetapi, kekurangan obat ini bisa membuang kalium dari dalam tubuh. Oleh karena itu, jika mengonsumsi obat ini, pastikan kebutuhan kalium harian Anda terpenuhi.

Pilihan lainnya adalah obat midodrine. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan reseptor pada pembuluh darah arteri dan vena yang berperan untuk meningkatkan tekanan darah. Midodrine bermanfaat terutama pada hipotensi postural yang berkaitan dengan disfungsi sistem saraf.

Perlu Anda ketahui, gejala hipotensi atau tekanan darah rendah sangat menyerupai dengan gejala beberapa penyakit lainnya. Kondisi ini ringan dan tidak berbahaya jika dapat segera ditangani. Akan tetapi, jika Anda sering mengalami pusing atau sering mengalami pingsan secara tiba-tiba, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat.

Cek Fakta Seputar Mitos Gejala GERD Berikut

Apakah Anda pernah mendengar istilah GERD? GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah suatu gangguan sistem pencernaan. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung mengalir kembali (refluks) ke kerongkongan (esofagus).

Di bawah ini, Anda akan menemukan mitos-mitos seputar gejala GERD yang mungkin sering Anda dengar. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk memercayai mitos tersebut, ada baiknya untuk mengecek kembali fakta yang ada di baliknya.

  • Makanan pedas adalah penyebab utama GERD

Makanan pedas umumnya sering dijadikan alasan atau penyebab terjadinya gejala GERD. Namun, kenyataannya tidaklah seperti itu. Meskipun memang makanan pedas dapat memicu terjadinya gejala GERD.

Pada dasarnya, lambung setiap orang memiliki respon berbeda terhadap rasa pedas. Mengingat kembali semua makanan dan minuman yang telah Anda konsumsi dapat membantu Anda menemukan penyebab gejala GERD yang dialami. Bisa saja gejala tersebut muncul karena minuman atau makanan asam, minuman bersoda, mengandung kafein, maupun beralkohol.

  • Rasa panas di dada adalah satu-satunya gejala GERD

Keluhan umum yang sering diberitakan oleh pasien tentang gejala GERD adalah rasa panas di dada sesaat setelah makan, terutama ketika dalam posisi berbaring. Namun, Anda juga perlu mengetahui gejala GERD lainnya. Tidak hanya rasa panas di dada, namun GERD juga dapat ditandai dengan gejala, seperti batuk dan bau mulut, walaupun gigi dan gusi Anda dalam keadaan sehat.

  • GERD dapat diatasi dengan mudah hanya dengan minum obat

Ungkapan di atas sepertinya perlu untuk diluruskan. Pasalnya, GERD tidak boleh dibiarkan begitu saja. Obat memang mampu menetralkan asam lambung atau mengurangi produksi asam lambung itu sendiri. Namun, jika Anda tidak melakukan perubahan gaya hidup dan menerapkan pola makan yang sehat, maka gejala GERD akan terus datang berulang kali.

  • GERD merupakan gangguan sepele yang hanya membuat Anda tidak nyaman

Banyak orang yang merasa bahwa GERD tidak berdampak secara signifikan terhadap kondisi kesehatan keseluruhan tubuh. GERD hanya menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, hal tersebut tidaklah benar. Kenyataannya, akan ada dampak yang lebih parah jika Anda terus membiarkan kerongkongan Anda terkena asam lambung. Lapisan pada kerongkongan Anda akan rusak dan berubah. Pada akhirnya, kondisi ini dapat memicu terjadinya kanker pada kerongkongan.

Dengan mengetahui fakta di balik mitos-mitos GERD di atas, semoga Anda lebih peka terhadap kondisi kesehatan Anda.