Alami Patah Tulang Akibat Osteoporosis? Kifoplasti Solusinya!

Osteoporosis adalah salah satu jenis kerusakan tulang yang biasanya terjadi saat Anda berusia lanjut. Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami pengeroposan tulang, sehingga tulang menjadi lemah. Dalam kasus yang lebih berat, osteoporosis dapat menyebabkan penderitanya mengalami patah tulang atau fraktur. Umumnya, patah tulang akibat osteoporosis terjadi di bagian pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Oleh sebab itu, diperlukan suatu tindakan operasi untuk mengobati patah tulang Anda, yaitu kifoplasti.

Apa sih faktor pemicu osteoporosis?

Faktor risiko seseorang mengalami osteoporosis dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah.

Faktor yang tidak dapat diubah terdiri atas :

  1. Jenis kelamin, di mana perempuan lebih sering mengalami osteoporosis dibandingkan laki-laki.
  2. Usia, pertambahan usia memicu tingginya risiko mengalami osteoporosis.
  3. Ras atau suku, di mana ras berkulit putih atau keturunan Asia cenderung lebih berisiko terkena osteoporosis.
  4. Riwayat keluarga, jika keluarga memiliki riwayat patah tulang, seperti patah tulang pinggul, maka risiko osteoporosis semakin besar.
  5. Ukuran tubuh, yaitu seseorang yang memiliki kerangka tubuh kecil cenderung lebih berisiko karena memiliki massa tulang yang sedikit.

Adapun faktor yang dapat diubah adalah sebagai berikut.

  1. Keseimbangan hormon, yaitu kadar hormon yang terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat memengaruhi seseorang mengalami osteoporosis.
  2. Asupan kalsium yang rendah, sehingga kepadatan tulang menurun.
  3. Operasi gastrointestinal yang menghilangkan bagian usus untuk menyerap zat gizi, sehingga penyerapan zat gizi kalsium ikut berkurang.
  4. Penggunaan obat-obatan steroid akan mengganggu proses pembentukan tulang.
  5. Mengalami kondisi medis tertentu, seperti celiac, radang usus, ginjal, hati, kanker, lupus, dan artritis reumatoid.
  6. Gaya hidup, misalnya sedentary lifestyle, konsumsi minuman alkohol, dan kebiasaan merokok.

Lalu, seperti apa tindakan kifoplasti?

Kifoplasti merupakan operasi untuk mengobati fraktur yang terjadi di bagian tulang belakang. Dalam prosedur ini, dibuat suatu ruang untuk campuran semen di tulang yang keropos. Dokter akan memasukkan dan mengembangkan balon untuk membuat celah tersebut. Balon akan dilepas setelah campuran semen disuntikkan. Kifoplasti sering disebut juga sebagai vertebroplasty balon.

Seseorang yang mendapatkan operasi ini biasanya mengalami patah tulang belakang akibat osteoporosis. Kondisi ini menyebabkan blok tulang pada bagian tulang belakang melemah bahkan runtuh, sehingga timbul rasa sakit, kehilangan bentuk, dan kehilangan ketinggian (bungkuk). Selain osteoporosis, kifoplasti juga diberikan pada penderita patah tulang akibat trauma, seperti kecelakaan mobil, cedera olahraga, dan tumor yang menyebar ke tulang belakang.

Mengapa patah tulang akibat osteoporosis butuh tindakan kifoplasti?

Patah tulang (fraktur) adalah komplikasi berat dari osteoporosis, terutama dibagian pinggul dan tulang belakang. Fraktur pinggul seringkali terjadi saat terjatuh dan bisa menyebabkan kecacatan. Bahkan, dapat meningkatkan risiko kematian dalam tahun pertama setelah cedera.

Fraktur yang terjadi di tulang belakang dapat terjadi kapan saja meskipun Anda tidak terjatuh. Gejala yang dapat terjadi adalah rasa sakit hebat di bagian punggung hingga tulang jadi melengkung atau tubuh membungkuk.

Puncak pertumbuhan tulang seseorang terjadi saat usia 30 tahun. Seiring bertambahnya usia, percepatan pembentukan tulang akan melambat dibandingkan proses pemecahan tulang. Lama-kelamaan, massa tulang pun hilang. Seberapa besar kemungkinan Anda mengalami osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang terbentuk saat usia muda.

Kapan tindakan kifoplasti dapat dilakukan?

Sebelum dokter memutuskan memberikan tindakan operasi, pasien akan diberikan terapi non-bedah, seperti obat anti-nyeri, kompres dengan air hangat atau dingin,  TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation), dan pijatan. Namun, jika rasa sakit yang timbul sudah tidak mempan dihilangkan dengan terapi non-bedah, maka kifoplasti akan disarankan oleh dokter untuk mengatasi patah tulang.

Umumnya, operasi dilakukan dalam waktu dua bulan setelah pasien didiagnosis patah tulang. Dengan kifoplasti, penderita patah tulang akibat osteoporosis dapat meringankan rasa sakit dan meningkatkan mobilitas sehari-hari di saat tindakan non-bedah gagal menyembuhkannya. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh penanganan terbaik dalam mengatasi patah tulang Anda.