Mengapa Dong Quai Disebut “Gingseng Wanita? Ini Penjelasannya!

dong quai

Tahukah Anda tanaman yang bernama dong quai? Tanaman ini dipercaya dapat mengatasi berbagai macam penyakit. Berbagai manfaat dilaporkan pada beberapa orang dengan berbagai masalah kesehatan seperti kondisi jantung, tekanan darah tinggi, perdangan, sakit kepala, infeksi, nyeri saraf, hingga masalah hati dan ginjal. Namun, mengapa ada pernyataan bahwa dong quai sebagai ‘ginseng wanita’? Berikut penjelasannya!

Apa itu dong quai?

Angelica sinensis, juga dikenal sebagai dong quai adalah tanaman harum dengan sekumpulan bunga putih yang kecil. Bunga ini masih satu keluarga dengan wortel dan seledri. Orang-orang China, Korea, dan Jepang mengeringkan akarnya untuk keperluan pengobatan. Dong quai telah digunakan sebagai obat herbal selama lebih dari dua ribu tahun. Seperti:

  • Membangun kesehatan darah
  • Meningkatkan atau mengaktifkan sirkulasi darah
  • Mengatur sistem kekebalan
  • Meredakan nyeri
  • Membuat perut  menjadi lebih rileks

Dalam teori pengobatan Tiongkok, bagian akar yang berbeda mungkin memiliki eek yang berbeda pula.

  • Bagian seluruh akar, dapat memperkaya darah dan meningkatkan aliran darah
  • Bagian kepala akar, meningkatkan aliran darah dan menghentikan pendarahan
  • Bagian tubuh akar utama (tanpa kepala atau ekor), memperkaya darah tanpa meningkatkan aliran darah
  • Bagian akar yang panjang, meningkatkan aliran darah dan memperlambat pembekuan darah
  • Bagian akar yang lebih halus seperti rambut, dapat meningkatkan aliran darah dan menghilangkan rasa sakit.

Mengapa disebut ginseng wanita?

Dong quai sangat populer dikalangan wanita karena khasiatnya yang dapat mengatasi berbagai masalah para wanita. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kulit pucat dan kusam
  • Kulit dan mata kering
  • Penglihatan kabur
  • Punggung di dasar kuku mereka
  • Tubuh yang lemah
  • Detak jantung cepat

Beberapa manfaat dong quai bagi wanita lainnya meliputi:

  • Menenangkan kram saat menstruasi. Wanita yang memiliki kram perut karena menstruasi mungkin menganggap dong quai menenangkan. Ligustilide, salah satu komponen dong quai, terbukti dapat meningkatkan aktivitas antispasmodic nonspesifik, terutama untuk otot rahim. Dong quai juga dapat membantu mengatur siklus menstruasi Anda, meskipun ada sedikit bukti untuk hal tersebut. Jadi, jika Anda mengalami hal kram perut yang parah saat menstruasi ada baiknya untuk menghubungi dokter.
  • Menopause. Beberapa orang menggunakan dong quai untuk mengobati menopause, namun, tahun 2006 sebuah penelitian dari American Family Physician menyimpulkan bahwa penelitian lanjutan tentang keefektifan dong quai dalam mengobati menopause. Dalam penelitian tersebut, dengan sampel acak mengatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada wanita yang menggunakan produk managemen menopause dengan bahan dasar dong quai. Jadi hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kefektifannya.

Efek samping pada wanita

The American Pregnancy Association mengganggap bahwa dong quai tidak aman karena dapat merangsang bagi otot-otot rahim, yang mungkin bisa menyebabkan keguguran. Tanaman ini juga memiliki beberapa efek penenang dan pemicu untuk tidur, jadi tidak disarankan digunakan selama menyusui. Jadi, bagi Anda yang sedang hamil atau menyusui disarankan untuk tidak menggunakan dong quai.

Selain itu, dong quai juga dapat bertindak seperti estrogen dalam tubuh Anda dan mempengaruhi konisi sensitive hormon yang memburuk saat terpapar estrogen, seperti kanker payudara. Juga tidak ada bukti ilmiah tentang potensi dong quai untuk meningkatkan kesuburan Anda. Sebuah penelitian malah menunjukkan bahwa dong quai dapat menebalkan lapisan rahim, meski hal ini baru diuji pada tikus.

Dong quai adalah suplemen atau tanaman yang memiliki manfaat untuk kesehatan darah dan mungkin memperlambat pertumbuhan kanker. Meskipun dikatakan sebagai ‘ginseng wanita, namun dong quia belum terbukti khasiatnya dalam mengatasi masalah wanita seperti kram menstruasi, menopause, dan beberapa masalah terkait kesehatan pada wanita.   

Penyebab Dismenore Primer dan Sekunder

Dismenore adalah istilah medis untuk rasa nyeri atau keluhan kram yang dirasakan ketika perempuan mengalami menstruasi atau datang bulan. Secara umum dismenore dapat dibagi menjadi dua, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer adalah rasa nyeri dalam menstruasi yang terjadi berulang akibat siklus haid itu sendiri, tetapi tidak ada hubungannya dengan penyakit tertentu. Keadaan tersebut, umumnya terjadi lantaran peningkatan dari prostaglandin yang diproduksi pada lapisan rahim.

Sementara yang sekunder adalah nyeri saat datang bulan yang terjadi karena adanya penyakit tertentu pada sistem reproduksi perempuan, seperti endometriosis, kista pada ovarium, polip rahim, dan lain-lain.

Berkenaan dengan keluhan tersebut, diketahui ada beberapa alasan yang bisa meningkatkan risiko, seperti masih berusia di bawah 30 tahun, memiliki kebiasan merokok, mengalami pubertas dini, belum pernah melahirkan, terdapat riwayat nyeri menstruasi dalam keluarga, pendarahan tidak normal selama haid atau datang bulan tidak teratur.

Secara lebih rinci, dismenore primer bisa disebabkan karena adanya ketidakseimbangan zat kimia dalam tubuh, seperti prostaglandin dan asam arakidonat. Dalam kasus dismenore primer, apabila produksi prostaglandin terlalu banyak, maka akan menimbulkan kontraksi yang kuat. Terkait hal itu, utamanya adalah prostaglandin F2X yang berhubungan dengan nyeri saat datang bulan.

Sebetulnya, untuk prostaglandin ini membantu kontraksi otot-otot pada dinding rahim sehingga yang tidak dibuahi dapat meluruh. Di sisi lain, kontraksi yang kuat tersebut pada dismenore primer bisa saja menekan pembuluh darah di sekitar rahim. Selain itu, juga berpotensi mengurangi sampai menghentikan suplai oksigen ke otot dan jaringan rahim. Jika hal tersebut yang terjadi, maka rasa nyeri akan muncul.

Meski demikian, pembaca juga bisa mengetahui tanda-tanda apakah nyeri atau kram yang dirasakan termasuk dismenore primer atau tidak. Pada jenis ini, kerap kali nyeri baru dirasakan sejak datang bulan pertama. Di sisi lain, memungkinkan terjadi jika usia pembaca di antara 20-24 tahun. Walau begitu, dalam beberapa kasu nyeri bisa berkurang seiring bertambahnya umur.

Tanda berikutnya adalah rasa sakit dialami 1-2 hari sebelum jadwal datang bulan atau saat menstruasi dan berlangsung selama 1-3 hari. Meski demikian, rasa nyeri tersebut akan berkurang seiring waktu haid. Mudahnya, makin lama hari, makin berkurang rasa sakitnya. Dalam kasus dismenore primer, biasanya saat merasakan nyeri juga diiringi dengan kondisi tubuh tidak enak, seperti mual, muntah, pusing dan diare.

Sementara itu, dalam dismenore sekunder gangguan yang bisa menjadi penyebab adalah kondisi endometriosis. Kondisi tersebut terjadi saat sel-sel yang menyelubungi rahim mulai tumbuh, tetapi di luar rahim. Sel tersebutlah yang bisa menimbulkan rasa sakit.

Kemudian, ada pula penyebab dari stenosis leher rahim atau pembukaan pada leher rahim perempuan yang sangat kecil. Kondisi tersebut mengakibatkan aliran darah terhambat keluar ketika menstruasi. Lalu fibroid atau tumor yang bukan bersifat kanker dalam rahim.

Penyebab berikutnya ada adenomiosis di mana jaringan lapisan dalam rahim mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Selanjutnya, radang pinggul yang merupakan infeksi di mana mengakibatkan peradangan pada rahim, ovarium, dan tuba falopi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai dismenore primer dan sekunder. Dalam kondisi tersebut, kita dapat mengetahui penyebab untuk kedua jenis tersebut berbeda. Selain itu, setiap tanda-tanda nyeri juga tidak bisa disamaratakan.

Meski demikian, yang perlu diperhatikan adalah ketika mendiagnosis apakah pembaca mengalami dismenore primer atau sekunder, hal tersebut tidak bisa dilakukan seorang diri. Terkait itu, anda perlu menjalani wawancara medis secara mendetail dengan dokter ahli. Selain itu, proses diagnosis bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan secara fisik, khususnya pemeriksaan pelvik atau penunjang lainnya, seperti USG, laparoskopi, dan lain-lain.