Ambroxol Tak Hanya Mengatasi Batuk, Tapi Juga Asma

Ambroxol sering digunakan sebagai obat batuk berdahak. Namun, berkaitan dengan fungsinya untuk mengencerkan dahak dan melegakan pernapasan, ambroxol juga bisa digunakan untuk mengatasi asma. 

obat batuk

Pengobatan asma dengan ambroxol

Dokter biasanya meresepkan ambroxol untuk pengobatan batuk berdahak. Ambroxol termasuk ke dalam golongan mukolitik yang berguna mengurangi kekentalan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan saat mekanisme batuk. Berkaitan dengan fungsi mukolitiknya, ambroxol ternyata juga bisa digunakan sebagai obat asma. 

Pada penderita asma, dahak juga disekresikan secara berlebihan yang mengakibatkan saluran pernapasan semakin sempit. Penderita pun semakin susah bernapas. Pengenceran dahak dan mengeluarkannya melalui mekanisme batuk oleh ambroxol terbukti dapat melegakan pernapasan, bernafas pun jadi lebih mudah. 

Berdasarkan sebuah studi, ambroxol ternyata mampu memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi sensitivitas berlebihan di saluran pernapasan pada penderita asma. Studi lainnya membuktikan, ambroxol juga memiliki efek antioksidan serta menghambat produksi radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas merupakan senyawa yang menyebabkan terganggunya fungsi sel dan menyebabkan beberapa penyakit berbahaya lainnya. Akan tetapi, studi tersebut masih diujicobakan ke sampel tikus sehingga perlu penelitian lebih lanjut. 

Berkaitan dengan mekanismenya, ambroxol berperan untuk menghambat aktivitas nitrogen oksida. Senyawa nitrogen oksida yang terhambat akan menekan sekresi lendir berlebihan di saluran pernapasan. Oleh karena itu, dahak semakin cair dan mudah dikeluarkan dan pernapasan semakin lebih lega.

Dosis penggunaan

Terdapat dua jenis ambroxol yang beredar, yaitu sirup dan tablet. Berikut ini merupakan aturan dosis penggunannya untuk orang dewasa:

  • Sirup (ambroxol hidroklorida): 30 mg (3 kali sehari) atau 60 mg (2 kali sehari)
  • Tablet: 75 mg (satu kali sehari)

Sedangkan untuk anak-anak, biasanya hanya tersedia bentuk sirup  (ambroxol hidroklorida) agar lebih memudahkan saat dikonsumsi.

  • < 2 tahun: 7,5-1,5 mg (2 kali sehari)
  • 2-5 tahun: 7,5-1,5 mg (3 kali sehari)
  • 6-12 tahun: 15-30 mg (2-3 kali sehari)
  • > 12 tahun: dosisnya sama seperti orang dewasa

Ambroxol bukan satu-satunya obat yang digunakan penderita asma. Pada dasarnya, pengobatan asma terdiri dari 3 sinergi obat untuk mengatasi batuk, sesak dada, dan mengi atau bunyi menciut-ciut yang menunjukkan gejala asma. Perlu penanganan dengan cepat menggunakan obat jenis bronkodilator, anticholinergic, dan obat anti-inflamasi sehingga ambroxol bukan satu-satunya obat yang diminum untuk menyembuhkan asma. 

Efek samping 

Konsumsi ambroxol menimbulkan efek samping pada pencernaan. Berikut ini merupakan efek samping ambroxol secara umum:

  • Mual 
  • Muntah
  • Diare
  • Mulas atau kembung
  • Nyeri perut
  • Tenggorokan atau mulut kering
  • Perubahan rasa di lidah
  • Berkurangnya sensitivitas mulut atau faring

Ambroxol terbukti memiliki profil keamanan yang baik untuk anak-anak usia 0-12 tahun berkaitan dengan gangguan pernapasan kronis, seperti asma dan gangguan pernapasan akut. Beberapa studi menunjukkan, ambroxol tidak memiliki efek samping yang serius setelah dilakukan uji laboratorium. 

Bagi ibu hamil, ambroxol yang dikonsumsi lewat mulut (oral) merupakan pilihan yang aman dan efektif. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa hanya ibu hamil trimester ketiga dan dalam kondisi sehat atau tidak mengalami kehamilan risiko tinggi yang boleh mengonsumsi ambroxol. Obat ini tidak diajurkan bagi ibu hamil trimester pertama. 

Ambroxol tergolong sebagai obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. Terlebih asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang berpotensi menyebabkan kematian pada beberapa kasus sehingga harus dilakukan penanganan tepat. Jika Anda mempunya penyakit komplikasi lain, ambroxol sebaiknya digunakan dengan lebih hati-hati di bawah pengawasan dokter.    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *