8 Fakta Menarik Mengenai Rambut Uban

Anda tentu sudah tidak asing dengan istilah rambut uban. Ya, rambut uban merupakan rambut berwarna berbeda dengan warna umum rambut Anda. Biasanya rambut uban berwarna putih atau abu-abu. 

Rambut uban sendiri muncul karena mulai sedikitnya zat melanin yang diproduksi tubuh sehingga memengaruhi pigmen yang membentuk warna pada kulit dan rambut. Berkurangnya zat melanin tersebut berkaitan erat dengan usia seseorang di mana semakin tua usia seseorang, produksi melanin akan semakin sedikit. Karena alasan ini pula, rambut uban kerap diidentikkan dengan usia senja. 

Kerap dipandang sebagai salah satu penyebab menurunnya kepercayaan diri seseorang, ternyata banyak fakta menarik yang dapat dikulik dari rambut uban. Berikut ini adalah delapan fakta menarik mengenai rambut uban yang menarik disimak. 

  1. Uban Prematur 

Rambut uban umumnya baru akan menghiasi kepala ketika Anda berusia di atas 30 tahun. Namun ditemukan pula orang-orang dengan usia 20 tahun bahkan di bawahnya yang sudah memiliki rambut uban. Uban yang muncul lebih awal ini kerap disebut sebagai uban prematur. Faktor genetik hingga indikasi masalah kesehatan tertentu kerap menjadi alasan munculnya uban prematur ini. 

  1. Setengah Kepala 

Berdasarkan penelitian, rambut uban akan terus bertambah seiring bertambahnya usia hingga pada usia 50 tahun, setengah kepala Anda akan dipenuhi oleh rambut berwarna putih atau abu-abu. Masih berdasarkan penelitian yang sama, kondisi uban yang memenuhi setengah kepala pada usia seseorang 50 tahun dialami setengah populasi dunia. 

  1. Pertumbuhan Digit Ganda 

Secara normal rambut uban akan muncul di usia seseorang 30 tahunan. Pertumbuhan di kisaran usia tersebut barulah awal. Rambut uban akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Dalam hitungan per 10 tahun, pertumbuhan rambut uban disebut bisa mencapai 10—20 persen. 

  1. Tidak Hanya Kepala 

Selama ini rambut uban lebih sering dikaitkan dengan rambut yang ada di kepala. Padahal, berubahnya warna rambut dari hitam ke putih atau abu-abu bisa terjadi di rambut manapun yang ada di tubuh Anda. Namun, kemunculan uban di bagian tubuh lain di luar kepala jarang disadari karena lebih tipis dan kecilnya rambut-rambut di bagian tubuh lain. 

  1. Bukan Hanya Stres 

Rambut uban kerap dikaitkan dengan kondisi stres sebagai penyebabnya. Alasan ini tidaklah salah. Namun harus diingat, penyebab rambut uban tidak hanya stres. Ada berbagai faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan uban, mulai dari gaya hidup sampai kondisi kesehatan yang mengalami masalah. 

  1. Afrika Paling Lama 

Munculnya rambut uban antara ras yang satu dengan ras yang lain memiliki perbedaan waktu. Ras Afrika menjadi kelompok yang mengalami pertumbuhan uban paling telat dibandingkan ras lainnya. Jenis ras berkulit hitam ini cenderung baru merasakan rambut uban pada usia seseorang di atas 40 tahun. 

  1. Cabutan Tidak Menyebar

Ada mitos yang mengungkapkan seseorang tidak boleh mencabut uban karena dapat memicu pertumbuhan yang lebih banyak di daerah lain. Faktanya, pencabutan rambut uban memang akan merusak folikel rambut di bagian tersebut. Namun, kerusakan tersebut tidak berpengaruh pada folikel rambut di area lain sehingga tidak bisa memicu munculnya uban di tempat lain pula. 

  1. Perempuan Lebih Rentan 

Perempuan ternyata lebih mudah mengalami rambut uban lebih banyak dibandingkan laki-laki. Ini karena ketika satu rambut uban muncul, perempuan cenderung lebih mudah stres berlebih sehingga memicu pertumbuhan uban yang lebih jamak. 

*** 

Dari delapan fakta di atas, fakta mana yang menurut Anda paling menarik? Atau bisa jadi, Anda memiliki fakta yang tidak kalah menariknya? Ayo ceritakan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *