Diagnosa dan Cara Mengobati Sakit Ulu Hati

Sakit ulu hati merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh refluks asam, sebuah kondisi di mana beberapa isi lambung dipaksa kembali naik ke atas ke kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan adanya sensasi panas terbakar di dada bagian bawah. Refluks asam yang terus menerus terjadi lebih dari 2 kali seminggu disebut penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Sakit ulu hati merupakan salah satu gejala GERD. Sakit ulu hati merupakan sebauh kondisi yang umum dijumpai. Di Amerika Serikat, menurut Kampus Gastroenterology Amerika, sekitar 15 juta masyarakat di sana menderita sakit ulu hati setiap harinya. Artikel ini akan membahas diagnosa dan cara mengobati sakit ulu hati.

Sebelum membahas tentang diagnosa dan cara mengobati sakit ulu hati, ada baiknya kita mengetahui sebenarnya apa kondisi ini ini. Sakit ulu hati (yang sesekali terjadi) merupakan sebuah kondisi normal dan jarang menyebabkan kekhawatiran tertentu. Namun, apabila sakit ulu hati sering terjadi, hal ini dapat menunjukkan adanya penyakit refluks gasteroesofagus (GERD) yang dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan serius. GERD dapat menyerang siapa saja, tidak peduli usia dan jenis kelamin, dan sering dihubungkan dengan faktor gaya hidup tidak sehat, seperti obesitas, merokok, dan jarang olahraga. Gejala sakit ulu hati yang paling sering dijumpai adalah adanya rasa hangat atau panas, dan terkadang terbakar, di dada dan tenggorokan yang disebabkan oleh asam lambung. Selain itu, beberapa orang dapat merasakan adanya rasa nyeri yang naik hingga rahang dan rasa asam di mulut. Apabila Anda mengalami gejala refluks asam terus menerus, konsultasi dengan dokter untuk investigasi lebih lanjut.

Diagnosa dan perawatan

Untuk menentukan apakan sakit ulu hati Anda merupakan sebuah gejala GERD, dokter akan merekomendasikan beberapa tes seperti:

  • Sinar-X, untuk melihat bentuk dan kondisi kerongkongan dan lambung.
  • Endoscopy, untuk memeriksa abnormalitas di dalam esofagus. Sampel jaringan (biopsy) dapat diambil untuk dilakukan analisa di laboratorium.
  • Pemeriksaan asam ambulatory, untuk mengidentifikasi kapan, dan seberapa lama, asam lambung kembali naik ke kerongkongan. Monitor asam yang ditempatkan di dalam kerongkongan akan tersambung dengan komputer kecil yang Anda pakai di sekitar pinggang atau pada strap di pundak.
  • Tes motilitas esofagus, untuk mengukur gerakan dan tekanan di dalam kerongkongan.

Kebanyakan obat-obatan OTC dapat membantu mengatasi sakit ulu hati. Beberapa pilihan obat tersebut di antaranya adalah:

  • Antacid, yang dapat membantu menetralkan asam lambung. Antacid dapat mengatasi rasa nyeri dengan cepat. Namun, obat ini tidak dapat menyembuhkan kerusakan esofagus akibat asam lamnbung.
  • H2RA, atau singkatan dari H2 receptor antagonist, yang dapat mengurangi asam lambung. H2RA tidak bekerja secepat antacid, namun dapat mengatasi rasa nyeri dengan lebih lama.
  • Penghambat pompa proton, seperti lansoprazole dan omeprazole, yang juga berfungsi dalam mengurangi asam lambung.

Apabila obat-obatan OTC tersebut di atas tidak efektif bekerja sebagai cara mengobati sakit ulu hati Anda, kunjungi dokter. Anda mungkin membentukan obat-obatan resep yang lebih kuat dan pemeriksaan lanjutan.

Cara mengobati sakit ulu hati juga dapat dilakukan dengan merubah gaya hidup. Cobalah untuk menjaga berat badan yang sehat dan ideal. Menderita obesitas dapat memberikan tekanan pada perut, mendorong lambung ke atas dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu sakit ulu hati, dan hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebih.

8 Fakta Menarik Mengenai Rambut Uban

8 Fakta Menarik Mengenai Rambut Uban

Anda tentu sudah tidak asing dengan istilah rambut uban. Ya, rambut uban merupakan rambut berwarna berbeda dengan warna umum rambut Anda. Biasanya rambut uban berwarna putih atau abu-abu. 

Rambut uban sendiri muncul karena mulai sedikitnya zat melanin yang diproduksi tubuh sehingga memengaruhi pigmen yang membentuk warna pada kulit dan rambut. Berkurangnya zat melanin tersebut berkaitan erat dengan usia seseorang di mana semakin tua usia seseorang, produksi melanin akan semakin sedikit. Karena alasan ini pula, rambut uban kerap diidentikkan dengan usia senja. 

Kerap dipandang sebagai salah satu penyebab menurunnya kepercayaan diri seseorang, ternyata banyak fakta menarik yang dapat dikulik dari rambut uban. Berikut ini adalah delapan fakta menarik mengenai rambut uban yang menarik disimak. 

  1. Uban Prematur 

Rambut uban umumnya baru akan menghiasi kepala ketika Anda berusia di atas 30 tahun. Namun ditemukan pula orang-orang dengan usia 20 tahun bahkan di bawahnya yang sudah memiliki rambut uban. Uban yang muncul lebih awal ini kerap disebut sebagai uban prematur. Faktor genetik hingga indikasi masalah kesehatan tertentu kerap menjadi alasan munculnya uban prematur ini. 

  1. Setengah Kepala 

Berdasarkan penelitian, rambut uban akan terus bertambah seiring bertambahnya usia hingga pada usia 50 tahun, setengah kepala Anda akan dipenuhi oleh rambut berwarna putih atau abu-abu. Masih berdasarkan penelitian yang sama, kondisi uban yang memenuhi setengah kepala pada usia seseorang 50 tahun dialami setengah populasi dunia. 

  1. Pertumbuhan Digit Ganda 

Secara normal rambut uban akan muncul di usia seseorang 30 tahunan. Pertumbuhan di kisaran usia tersebut barulah awal. Rambut uban akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Dalam hitungan per 10 tahun, pertumbuhan rambut uban disebut bisa mencapai 10—20 persen. 

  1. Tidak Hanya Kepala 

Selama ini rambut uban lebih sering dikaitkan dengan rambut yang ada di kepala. Padahal, berubahnya warna rambut dari hitam ke putih atau abu-abu bisa terjadi di rambut manapun yang ada di tubuh Anda. Namun, kemunculan uban di bagian tubuh lain di luar kepala jarang disadari karena lebih tipis dan kecilnya rambut-rambut di bagian tubuh lain. 

  1. Bukan Hanya Stres 

Rambut uban kerap dikaitkan dengan kondisi stres sebagai penyebabnya. Alasan ini tidaklah salah. Namun harus diingat, penyebab rambut uban tidak hanya stres. Ada berbagai faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan uban, mulai dari gaya hidup sampai kondisi kesehatan yang mengalami masalah. 

  1. Afrika Paling Lama 

Munculnya rambut uban antara ras yang satu dengan ras yang lain memiliki perbedaan waktu. Ras Afrika menjadi kelompok yang mengalami pertumbuhan uban paling telat dibandingkan ras lainnya. Jenis ras berkulit hitam ini cenderung baru merasakan rambut uban pada usia seseorang di atas 40 tahun. 

  1. Cabutan Tidak Menyebar

Ada mitos yang mengungkapkan seseorang tidak boleh mencabut uban karena dapat memicu pertumbuhan yang lebih banyak di daerah lain. Faktanya, pencabutan rambut uban memang akan merusak folikel rambut di bagian tersebut. Namun, kerusakan tersebut tidak berpengaruh pada folikel rambut di area lain sehingga tidak bisa memicu munculnya uban di tempat lain pula. 

  1. Perempuan Lebih Rentan 

Perempuan ternyata lebih mudah mengalami rambut uban lebih banyak dibandingkan laki-laki. Ini karena ketika satu rambut uban muncul, perempuan cenderung lebih mudah stres berlebih sehingga memicu pertumbuhan uban yang lebih jamak. 

*** 

Dari delapan fakta di atas, fakta mana yang menurut Anda paling menarik? Atau bisa jadi, Anda memiliki fakta yang tidak kalah menariknya? Ayo ceritakan!

Ambroxol Tak Hanya Mengatasi Batuk, Tapi Juga Asma

Ambroxol sering digunakan sebagai obat batuk berdahak. Namun, berkaitan dengan fungsinya untuk mengencerkan dahak dan melegakan pernapasan, ambroxol juga bisa digunakan untuk mengatasi asma. 

obat batuk

Pengobatan asma dengan ambroxol

Dokter biasanya meresepkan ambroxol untuk pengobatan batuk berdahak. Ambroxol termasuk ke dalam golongan mukolitik yang berguna mengurangi kekentalan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan saat mekanisme batuk. Berkaitan dengan fungsi mukolitiknya, ambroxol ternyata juga bisa digunakan sebagai obat asma. 

Pada penderita asma, dahak juga disekresikan secara berlebihan yang mengakibatkan saluran pernapasan semakin sempit. Penderita pun semakin susah bernapas. Pengenceran dahak dan mengeluarkannya melalui mekanisme batuk oleh ambroxol terbukti dapat melegakan pernapasan, bernafas pun jadi lebih mudah. 

Berdasarkan sebuah studi, ambroxol ternyata mampu memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi sensitivitas berlebihan di saluran pernapasan pada penderita asma. Studi lainnya membuktikan, ambroxol juga memiliki efek antioksidan serta menghambat produksi radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas merupakan senyawa yang menyebabkan terganggunya fungsi sel dan menyebabkan beberapa penyakit berbahaya lainnya. Akan tetapi, studi tersebut masih diujicobakan ke sampel tikus sehingga perlu penelitian lebih lanjut. 

Berkaitan dengan mekanismenya, ambroxol berperan untuk menghambat aktivitas nitrogen oksida. Senyawa nitrogen oksida yang terhambat akan menekan sekresi lendir berlebihan di saluran pernapasan. Oleh karena itu, dahak semakin cair dan mudah dikeluarkan dan pernapasan semakin lebih lega.

Dosis penggunaan

Terdapat dua jenis ambroxol yang beredar, yaitu sirup dan tablet. Berikut ini merupakan aturan dosis penggunannya untuk orang dewasa:

  • Sirup (ambroxol hidroklorida): 30 mg (3 kali sehari) atau 60 mg (2 kali sehari)
  • Tablet: 75 mg (satu kali sehari)

Sedangkan untuk anak-anak, biasanya hanya tersedia bentuk sirup  (ambroxol hidroklorida) agar lebih memudahkan saat dikonsumsi.

  • < 2 tahun: 7,5-1,5 mg (2 kali sehari)
  • 2-5 tahun: 7,5-1,5 mg (3 kali sehari)
  • 6-12 tahun: 15-30 mg (2-3 kali sehari)
  • > 12 tahun: dosisnya sama seperti orang dewasa

Ambroxol bukan satu-satunya obat yang digunakan penderita asma. Pada dasarnya, pengobatan asma terdiri dari 3 sinergi obat untuk mengatasi batuk, sesak dada, dan mengi atau bunyi menciut-ciut yang menunjukkan gejala asma. Perlu penanganan dengan cepat menggunakan obat jenis bronkodilator, anticholinergic, dan obat anti-inflamasi sehingga ambroxol bukan satu-satunya obat yang diminum untuk menyembuhkan asma. 

Efek samping 

Konsumsi ambroxol menimbulkan efek samping pada pencernaan. Berikut ini merupakan efek samping ambroxol secara umum:

  • Mual 
  • Muntah
  • Diare
  • Mulas atau kembung
  • Nyeri perut
  • Tenggorokan atau mulut kering
  • Perubahan rasa di lidah
  • Berkurangnya sensitivitas mulut atau faring

Ambroxol terbukti memiliki profil keamanan yang baik untuk anak-anak usia 0-12 tahun berkaitan dengan gangguan pernapasan kronis, seperti asma dan gangguan pernapasan akut. Beberapa studi menunjukkan, ambroxol tidak memiliki efek samping yang serius setelah dilakukan uji laboratorium. 

Bagi ibu hamil, ambroxol yang dikonsumsi lewat mulut (oral) merupakan pilihan yang aman dan efektif. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa hanya ibu hamil trimester ketiga dan dalam kondisi sehat atau tidak mengalami kehamilan risiko tinggi yang boleh mengonsumsi ambroxol. Obat ini tidak diajurkan bagi ibu hamil trimester pertama. 

Ambroxol tergolong sebagai obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. Terlebih asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang berpotensi menyebabkan kematian pada beberapa kasus sehingga harus dilakukan penanganan tepat. Jika Anda mempunya penyakit komplikasi lain, ambroxol sebaiknya digunakan dengan lebih hati-hati di bawah pengawasan dokter.    

Penyebab Seseorang Phobia Badut

Badut yang hadir dengan riasan dan kostum unik bisa membuat orang yang melihatnya menjadi terhibur. Akan tetapi, pada sebagian orang justru takut dan memiliki phobia badut. Phobia badut juga bisa disebut dengan istilah coulrophobia. Kondisi ini menyebabkan rasa takut yang intens terhadap apa pun yang berkaitan dengan badut. Sering kali, phobia muncul akibat peristiwa traumatis di masa lalu.

badut

Phobia badut termasuk dalam kategori fobia spesifik. Phobia badut ini dapat memengaruhi perilaku dan kehidupan sehari-hari penderitanya. Sama seperti fobia lainnya, phobia badut juga dapat menimbulkan gejala fisik dan mental tertentu, di antaranya:

  • Ketakutan hebat
  • Mual
  • Panik
  • Gelisah
  • Keringat dingin
  • Gemetaran
  • Mulut kering
  • Detak jantung meningkat
  • Sulit bernapas.

Penderita phobia ini juga akan mengalami ledakan emosi yang berlebihan, seperti marah, berteriak, atau menangis, saat melihat badut. Bahkan hanya dengan melihat gambar atau videonya saja bisa memicu rasa takut pada penderita phobia ini. Kondisi ini membuat orang yang punya coulrophobia akan sulit untuk datang ke acara sirkus atau karnaval yang biasanya menampilkan badut.

Penyebab phobia badut

Phobia badut sering kali berasal dari peristiwa yang sangat traumatis dan menakutkan. Akan tetapi, sebagian orang mungkin tidak tahu dari mana ketakutan itu berasal. Meski demikian, kondisi ini terdapat beberapa kemungkinan penyebab phobia badut, yakni.

  1. Pengalaman traumatis

Berada dalam situasi yang menyeramkan bersama badut, di mana seseorang tidak berdaya atau tidak dapat melarikan diri dari situasi tersebut bisa menjadi pengalaman traumatis. Sejak saat itu, otak dan tubuh telah terdoktrin untuk melarikan diri dari situasi apa pun yang melibatkan badut. Dengan kata lain, phobia ini dipicu oleh trauma dalam hidup Anda akan badut.

  • Film menakutkan

Menonton terlalu banyak film badut yang menakutkan pada masa kanak-kanak dapat memiliki dampak yang bertahan lama. Hal ini bisa memicu seseorang mengalami coulrophobia.

  • Melihat orang lain

Meski jarang terjadi, coulrophobia juga dapat terjadi karena melihat orang lain yang ketakutan terhadap badut. Misalnya, ibu atau kakak Anda phobia badut, Anda pun akan melihat dan mempelajari bahwa badut adalah hal yang perlu ditakuti. Pada orang dewasa, ketakutan saat menonton film badut yang menyeramkan umumnya merupakan hal yang berbeda dengan phobia badut. Phobia memicu kepanikan yang mendalam dan emosi yang intens, sedangkan film hanya memicu perasaan tersebut sesaat saja. Meski begitu, menonton film badut yang menyeramkan juga dapat memperparah coulrophobia.

Jika ketakutan yang Anda rasakan masih bisa dikendalikan, maka tidak ada pengobatan yang perlu dilakukan. Namun, bila ketakutan tersebut sudah masuk ke dalam kategori fobia yang cukup traumatis, Anda mungkin perlu pengobatan khusus guna memperbaiki kondisi mental dan emosional.

Cara mudahnya bisa dilakukan dengan rutin melakukan perawatan sederhana di rumah. Misalnya dengan latihan pernapasan, yoga, meditasi, atau menulis jurnal harian. Anda juga bisa mengunjungi terapis untuk menjadwalkan konseling secara berkala. Di sini, terapis yang akan menentukan terapi apa yang sesuai dengan keparahan fobia Anda.

Jika diperlukan, obat-obatan bisa diberikan untuk mengatasi gejala kecemasan dan kepanikan yang kerap menghantui diri Anda saat berpikiran mengenai badut. Meski begitu, konsumsi obat hanya diberikan di awal perawatan Anda. Jadi, ini bukan merupakan jaminan pengobatan untuk jangka panjang.

Resep Pancake Mudah untuk Menu Sarapan Lezat dan Bergizi

Bosan dengan menu sarapan yang itu-itu saja? Atau Anda sedang berusaha untuk beralih ke menu sarapan bergizi? Resep pancake mudah di bawah ini patut Anda coba.

resep pancake

Memang, banyak variasi resep pancake yang dapat dicoba. Namun, jika Anda menginginkan sesuatu yang menyegarkan di pagi hari, maka resep pancake pisang atau apel dapat menjadi pilihan yang ideal. 

Anda hanya membutuhkan telur, tepung atau oatmeal, dan apel atau pisang. Mengenai takaran bahan-bahannya, Anda dapat menyesuaikannya sesuai dengan selera. Berikut resep pancake mudah yang perlu Anda catat.

  1. Resep pancake pisang dan oatmeal

Resep pancake mudah yang satu ini mengombinasikan rasa manis buah pisang dengan oatmeal untuk menu sarapan yang lezat dan bergizi. Adapun bahan-bahan dan cara membuatnya:

Bahan:

  • 2 butir telur
  • 2 buah pisang
  • 70 gram atau ½ cangkir oat siap olah
  • 1 sdt (sendok teh) ekstrak vanili
  • 1 sdt buuk kayu manis

Cara membuat:

  • Tumbuk pisang hingga halus dalam sebuah mangkuk besar. Lalu, campurkan telur dan vanili. Aduk hingga merata. Setelah itu, masukkan oat dan bubuk kayu manis, aduk kembali hingga tercampur sempurna.
  • Panaskan teflon dengan api kecil hingga sedang. Mulai buat adonan sebesar satu sendok adonan untuk dimasak di atas Teflon. Ratakan adonan hingga membentuk pancake bulat sesuai keinginan Anda.
  • Masak untuk 2-3 menit sampai terlihat gelembung pada bagian atas adonan. Balik dan masak sisi satunya untuk 1-2 menit.
  • Ulangi tahapan di atas hingga adonan pancake habis.
  • Jika sudah, sajikan pancake dengan topping pisang. Jika mau, tambahkan madu untuk menambah cita rasa pancake.

Dengan bahan-bahan di atas, Anda akan mendapatkan 4 porsi pancake, dengan kandungan nutrisi utama per sajian berkisar:

  • Kalori: 184
  • Protein: 7 gram
  • Gula: 9 gram
  • Serat: 4 gram
  • Karbohidrat total: 30 gram
  • Lemak: 4 gram
  1. Resep pancake apel dengan susu

Jika Anda salah satu penggemar produk olahan susu, resep pancake apel dengan susu ini sayang untuk Anda lewatkan. Bahan utama yang diperlukan, yaitu buah apel dan susu. Ada pun secara lebih lengkapnya, yaitu:

Bahan:

  • 1 ½ cangkir tepung serbaguna
  • 3 sendok teh baking powder
  • ½ sdt garam
  • ½ sdt bubuk pala
  • 1/3 sdt soda kue
  • 1 butir telur
  • 3 sendok makan mentega leleh
  • 1 cangkir susu
  • 1 cangkir apel parut
  • Sejumput ekstrak vanili
  • 3 sdm gula pasir (opsional)

Cara membuat:

  • Campurkan tepung, baking powder, garam, gula, dan bubuk pala dalam sebuah wadah besar. Simpan sebagai adonan kering.
  • Dalam wadah kecil, kocok soda kue, telur, mentega, ekstrak vanili, dan susu.
  • Campurkan adonan telur ke dalam adonan kering yang sebelumnya telah disiapkan. Lalu aduk hingga rata.
  • Masukkan apel yang telah diparut sebelumnya dan campurkan dengan adonan pancake yang telah disiapkan.
  • Panaskan teflon dengan api kecil dan oleskan sedikit minyak.
  • Ambil adonan dalam satu sendok besar ke atas teflon.
  • Masak untuk 2-3 menit di setiap sisi hingga adonan berubah warna menjadi cokelat keemasan.
  • Ulangi langkah di atas hingga semua adonan habis.
  • Sajikan dengan siraman madu, jika ingin.

Dengan bahan-bahan tersebut, Anda dapat memperoleh sekitar 4 sajian pancake dengan kandungan nutrisi:

  • Kalori 337
  • Protein: 8 gram
  • Serat: 3 gram
  • Karbohidrat total: 37 gram
  • Lemak jenuh: 10 gram
  • Lemak total: 18 gram

Kenali, Penyebab Empiema dan Komplikasi Penyakitnya!

Empiema adalah salah satu gangguan pernapasan yang memengaruhi ruang pelura, yaitu ruang antara lapisan terluar dari paru-paru dan lapisan yang menyentuh dinding dada. Adanya ruang pleura untuk untuk membantu paru-paru mengembang dan berkontraksi saat bernapas. Empiema terjadi saat cairan ekstra menumpuk di rongga pleura tersebut.

Apakah penyebab empiema?

Secara alami, rongga pleura mengandung sedikit cairan. Namun, ketika ada strain bakteri tertentu yang menyebabkan cairan dan nanah menumpuk di rongga pleura, maka terjadilah empiema. Sering kali, penyakit pneumonia menyebabkan empiema. Jika Anda pernah menjalani operasi dada atau torakotomi, maka risiko untuk mengembangkan empiema menjadi lebih tinggi, karena bakteri dapat menginfeksi luka hasil operasi.

Perkembangan penyakit empiema

Jika empiema tidak diobati, maka penyakit ini dapat semakin berkembang melalui tiga tahap, yaitu:

  1. Fase eksudatif (simple), terjadi ketika cairan ekstra mulai menumpuk di rongga pleura. Cairan tersebut mungkin saja terinfeksi dan mengandung nanah.
  2. Fase fibrinopurulen (complicated), di mana cairan di rongga pleura mulai menebal dan membentuk seperti kantong.
  3. Fase pengorganisasian (frank), terbentuknya jaringan parut dari cairan yang menumpuk dan terinfeksi pada rongga pleura di paru-paru. Akibatnya, Anda akan kesulitan bernapas, karena paru-paru tidak mengembang dengan baik.

Seperti apa gejala empiema?

Empiema yang terjadi bisa bersifat sederhana atau kompleks, dengan gejala seperti berikut.

Empiema sederhana

Empiema sederhana terjadi pada tahap awal penyakit. Seseorang pada tahap ini akan mengalami beberapa gejala umum, meliputi:

  • Sesak napas.
  • Batuk kering.
  • Demam.
  • Berkeringat.
  • Nyeri dada saat bernapas seperti menusuk.
  • Sakit kepala.
  • Kebingungan.
  • Kehilangan selera makan.

Empiema kompleks

Ketika empiema berkembang menjadi lebih kompleks, peradangan akan lebih parah. Jaringan parut yang terbentuk akan membagi rongga dada menjadi lebih kecil. Kondisi ini disebut juga dengan lokulasi. Umumnya, pada tahap ini akan lebih sulit untuk ditangani.

Jika infeksi semakin bertambah parah, dapat menyebabkan pembentukan kulit tebal di atas pleura atau kulit pleura. Kulit ini mencegah paru-paru mengembang, sehingga Anda akan sulit untuk bernapas dan perlu dioperasi untuk mengatasinya.

Gejala lain empiema yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Terdapat nanah dalam lendir.
  • Suara berderak dari dada.
  • Berat badan turun tanpa sebab.

Siapa yang berisiko terkena empiema?

Seseorang berisiko tinggi mengalami empiema, apabila memiliki penyakit pneumonia. Faktor risiko lainnya mungkin termasuk:

  • Usia 70 tahun ke atas.
  • Pernah rawat inap di rumah sakit baru-baru ini.
  • Pernah menjalani operasi dada atau trauma.

Sementara itu, orang dengan kondisi kesehatan berikut juga berisiko mengembangkan empiema, yaitu:

  • Artritis reumatoid
  • Alkoholisme
  • Bronkiektasis.
  • Diabetes.
  • Penyakit jantung.
  • Kanker.
  • Abses paru.
  • Gangguan paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Menggunakan obat intravena.

Apa komplikasi terburuk dari empiema?

Meskipun jarang terjadi, tetapi empiema dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah jik tidak diobati. Komplikasi ini termasuk sepsis dan paru-paru yang kolaps atau pneumotoraks. Adapun gejala sepsis, meliputi:

  • Demam tinggi.
  • Panas dingin.
  • Laju pernapasan jadi cepat.
  • Detak jantung cepat.
  • Tekanan darah rendah.

Paru-paru yang kolaps dapat menyebabkan nyeri dada yang hebat dan terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, Anda mungkin juga mengalami sesak napas yang semakin parah ketika batuk atau bernapas. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter jika Anda mengalami gejala dari komplikasi empiema ini atau meminta seseorang mengantarkan Anda ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan yang cepat.

Iniliah 6 Ekspektoran Alami untuk Meredakan Batuk Berdahak

Batuk berdahak sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dahak yang berada di tenggorokan membuat Anda sulit berbicara bahkan bernafas. Ekspektoran merupakan solusi agar dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Tak hanya pada komposisi obat-obatan medis, ekspektoran ternyata juga terdapat di dalam bahan-bahan alami

  • Minyak esensial anis

Minyak esensial ini diperoleh dari penyulingan buah kering adas manis dan minyak adas bintang. Minyak esensial anis bisa digunakan sebagai ekspektoran batuk yang disertai dengan flu. Minyak esensial anis tidak berwarna atau berwarna kuning pucat jernih.

Berbeda dengan cara yang diketahui banyak orang tentang minyak esensial yang dimanfaatkan sebagai aromaterapi, minyak esensial anis berkhasiat dengan cara diminum. Anda bisa mengonsumsinya tiga kali sehari dengan dosis 50-200 mikroliter setiap kali minum. Akan tetapi perlu diperhatikan, minyak esensial anis tidak bisa dikonsumsi lebih dari 2 minggu.   

  • Minyak esensial adas pedas

Minyak esensial adas pedas diperoleh dari penguapan penyulingan buah adas pedas mentah atau dengan nama ilmiah Foeniculum vulgare Miller. Sama seperti minyak esensial anis, fungsi minyak esensial adas pedas yakni sebagai ekspektoran batuk yang disertai dengan flu. Warnanya pun sama, dengan tambahan aroma yang cukup khas.

Orang dewasa bisa meminumnya satu atau dua kali sehari dengan dosis sekiar 200 mikroliter. Konsumsi ini sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu. Efek estrogeniknya juga dapat dijadikan terapi hormon dan pil kontrasepsi.

  • Madu

Berbagai manfaat madu sering ditemukan untuk membantu berbagai macam penyakit dan meningkatkan sistem imun. Sebuah studi menunjukkan, madu mampu mengurangi intensitas batuk pada anak-anak penderita infeksi pernapasan atas dan meningkatkan durasi tidurnya. Akan tetapi, studi ini diperolah melalui data kuisioner sehingga keakuratannya cenderung rendah.

Anda bisa membuat minuman madu dengan cara mencampur satu sendok makan madu dengan satu gelas susu hangat sebelum tidur. Madu sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah umur 1 tahun karena akan menyebabkan keracunan botulisme.

  • Pepermin

Pepermin mengandung senyawa mentol yang mencegah produksi lendir dan mengurangi dahak. Anda bisa menggunakan daun pepermin segar atau kering dan tambahkan ke dalam air hangat. Konsumsi pepermin tidak dianjurkan bagi mereka yang alergi dengan daun ini, meskipun kasusnya sangat jarang terjadi.  

  • Daun Ivy

Daun ivy sering dijadikan tanaman hias rambat di teras. Akan tetapi, khasiatnya sebagai ekspektoran telah terbukti efektif. Kandungan saponin di dalam daun ivy membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sebuah studi menunjukkan bahwa campuran ekstrak daun ivy, daun time, adas manis, dan akar marshmallow mampu mengurangi intensitas batuk. Marshmallow yang dimaksud bukanlah camilan lembut dan manis yang sering dikonsumsi anak-anak, tetapi tanaman herbal yang mirip dengan semak liar.

  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Cara agar menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah dengan mengonsumsi cairan yang cukup. Hidrasi tubuh diperlukan saat Anda mengalami batuk dan demam sebab banyak mukosa yang keluar selama batuk. Saat demam, tubuh juga mengeluarkan keringat sebagaik mekanisme penurunan suhu.

Anda bisa mengonsumsi air hangat atau teh hangat untuk melegakan tenggorokan. Hindari konsumsi kopi dan alkohol saat batuk berdahak. Sebab kafein pada kopi akan meningkatkan lendir di tenggorokan, sementara alkohol merupakan pemicu inflamasi sehingga sistem imun yang seharusnya menyerang virus atau bakteri penyebab batuk juga harus bekerja ganda sebagai pereda inflamasi.

Ekspoktoran dari bahan alami memang mampumembantu  meredakan batuk karena berbagai khasiatnya, namun jika tingkat keparahan batuk semakin berat sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis yang tepat.

Hal yang Perlu Anda Ketahui Saat Hamil 33 Minggu

Saat Anda hamil, Anda punya banyak pertanyaan, apalagi pada saat kehamilan pertama Anda. Dari apa yang terjadi di dalam tubuh Anda, hingga bagaimana bayi Anda berkembang, dan tip serta saran untuk menjalani kehamilan yang sehat, berikut adalah panduan hamil 33 minggu.

Jika Anda hamil 33 minggu, Anda berada di bulan ke-8 kehamilan Anda. Tinggal 1 bulan lagi menuju persalinan. Selain merasa lebih bersemangat saat persalinan mendekat, Anda mungkin juga mengalami lebih banyak pembengkakan, nyeri dan sakit, mulas, dan refluks. Anda mungkin merasa lebih lelah dan lebih sering buang air kecil.

Rahim Anda biasanya mulai mempersiapkan kelahiran dengan kontraksi Braxton Hicks, yang terkadang disebut sebagai kontraksi latihan atau buatan. Hal ini bisa terasa seperti mengencangkan perut hamil Anda selama 20-30 detik, sebelum otot mengendur kembali. Seharusnya tidak sakit. Jika kontraksi menjadi nyeri atau menyerang secara berkala, hubungi dokter atau rumah sakit.

Karena dinding rahim Anda semakin tipis, lebih banyak cahaya yang menembus rahim, membantu bayi Anda membedakan antara siang dan malam. Selain itu, sistem kekebalan janin Anda sedang berkembang. Antibodi sedang diturunkan dari Anda ke bayi Anda, yang akan berguna setelah ia berada di luar rahim dan menangkis segala jenis kuman.

Anda mungkin mulai merasa ada sesuatu yang membebani panggul Anda ketika memasuki hamil 33 minggu. Perasaan yang berat bisa menjadi pertanda bahwa bayi Anda dalam posisi kepala menunduk, siap untuk dilahirkan.

Pada usia kehamilan 33 minggu, bayi atau janin Anda, memiliki panjang sekitar 43,7 cm dari kepala hingga tumit, dan beratnya sekitar 1,9kg. Kira-kira seukuran nanas dan berat laptop. Otak dan sistem saraf bayi Anda sekarang telah berkembang sepenuhnya. Tulangnya mengeras, selain tulang tengkorak, yang akan tetap lunak dan terpisah sampai bayi berusia sekitar 12 hingga 18 bulan. Memiliki sedikit kelenturan dengan kepala membantu membuat perjalanan menyusuri jalan lahir menjadi sedikit lebih mudah.

Mengenal Penyebab dan Gejala Penyakit Dextrocardia

Dextrocardia merupakan kondisi langka yang biasanya diturunkan secara genetik. Kondisi ini ditandai dengan posisi jantung yang ke sisi kanan dada, bukan ke kiri.

Normalnya, jantung manusia berada pada posisi yang condong ke arah kiri dada. Akan tetapi, pasien dengan kondisi ini justru memiliki arah jantung yang sebaliknya. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, namun dapat memicu komplikasi yang lebih serius dan beresiko bagi kesehatan.

Bagaimana seseorang menderita dextrocardia?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dextrocardia merupakan penyakit bawaan, sehingga terjadi karena adanya faktor keturunan dari orang tua dengan kondisi serupa. Hingga saat ini, selain faktor genetik, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan seseorang bisa menderita kondisi ini.

Kelainan pada posisi jantung sudah terjadi sejak pertumbuhan jantung bayi dalam kandungan. Terkadang, kelainan posisi ini bisa saja disebabkan karena adanya masalah pada anatomi tubuh Anda.

Dextrocardia tergolong sebagai penyakit yang cukup langka. Satu-satunya kelompok faktor resiko untuk penyakit ini berasal dari faktor resiko genetik.

Oleh sebab itu, jika orang tua Anda menderita kondisi ini, Anda pun memiliki kemungkinan untuk menderitanya juga. Sama halnya apabila Anda memiliki posisi jantung yang berlawanan dengan arah seharusnya, anak Anda nantinya juga berpotensi mengalami kondisi serupa.

Meski begitu, kondisi ini termasuk kondisi langka, sehingga cukup jarang ditemukan.

Gejala yang dialami oleh penderita dextrocardia

Banyak orang yang menderita dextrocardia tidak tahu bahwa mereka mengidap penyakit tersebut sampai menjalani pemeriksaan khusus. Hal ini terjadi karena kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan.

Meski begitu, ada satu gejala yang paling umum dialami oleh seluruh penderita, yaitu suara detak jantung yang lebih kencang di sebelah kanan dada dibandingkan dengan di sebelah kiri.

Dalam beberapa kasus, apabila dextrocardia telah menyebabkan komplikasi serius, Anda mungkin akan merasakan gejala tambahan berupa:

  • Sulit bernapas
  • Kulit membiru, khususnya di sekitar jari tangan dan kaki
  • Infeksi kronis sinus dan paru-paru
  • Kesulitan menambah berat badan
  • Rasa lelah terus menerus
  • Kulit berubah warna menjadi kuning

Komplikasi penyakit dextrocardia

Apabila tidak diatasi, dextrocardia bisa mengembangkan komplikasi, khususnya pada area paru-paru, lambung, dan organ-organ penting lainnya. Selain itu, jantung Anda rentan mengalami infeksi jangka panjang yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Meski begitu, dextrocardia bukanlah penyakit yang berbahaya dan mengancam jiwa, khususnya jika kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, Anda tetap bisa mencoba untuk berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui apabila kondisi dextrocardia yang dialami telah menyebabkan komplikasi.

Komplikasi yang biasanya timbul dari kondisi penyakit dextrocardia antara lain:

  • Gangguan kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah
  • Gangguan kerongkongan
  • Gangguan usus
  • Pneumonia kronis
  • Gagal jantung
  • Infeksi dan sepsis

Gejala lanjutan dari dextrocardia nantinya akan berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung pada komplikasi yang ditimbulkannya. Dokter bisa membantu Anda dalam mendeteksi komplikasi yang dialami serta upaya yang tepat untuk menanganinya.

Upaya pengobatan dextrocardia juga berbeda-beda pada setiap pasien, khususnya bila kondisi tersebut sudah menimbulkan komplikasi tertentu.

Akan tetapi, hingga saat ini, banyak penderita dextrocardia yang tidak pernah menjalani pengobatan khusus. Hal ini karena mereka tidak merasakan adanya gejala tertentu, sehingga tidak menyadari kondisi yang diderita.

Selain itu, sebagian orang merasa tidak terganggu dengan kondisi dextrocardia, sehingga memutuskan untuk tidak mengobatinya sementara waktu.

Penyebab Dismenore Primer dan Sekunder

Dismenore adalah istilah medis untuk rasa nyeri atau keluhan kram yang dirasakan ketika perempuan mengalami menstruasi atau datang bulan. Secara umum dismenore dapat dibagi menjadi dua, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer adalah rasa nyeri dalam menstruasi yang terjadi berulang akibat siklus haid itu sendiri, tetapi tidak ada hubungannya dengan penyakit tertentu. Keadaan tersebut, umumnya terjadi lantaran peningkatan dari prostaglandin yang diproduksi pada lapisan rahim.

Sementara yang sekunder adalah nyeri saat datang bulan yang terjadi karena adanya penyakit tertentu pada sistem reproduksi perempuan, seperti endometriosis, kista pada ovarium, polip rahim, dan lain-lain.

Berkenaan dengan keluhan tersebut, diketahui ada beberapa alasan yang bisa meningkatkan risiko, seperti masih berusia di bawah 30 tahun, memiliki kebiasan merokok, mengalami pubertas dini, belum pernah melahirkan, terdapat riwayat nyeri menstruasi dalam keluarga, pendarahan tidak normal selama haid atau datang bulan tidak teratur.

Secara lebih rinci, dismenore primer bisa disebabkan karena adanya ketidakseimbangan zat kimia dalam tubuh, seperti prostaglandin dan asam arakidonat. Dalam kasus dismenore primer, apabila produksi prostaglandin terlalu banyak, maka akan menimbulkan kontraksi yang kuat. Terkait hal itu, utamanya adalah prostaglandin F2X yang berhubungan dengan nyeri saat datang bulan.

Sebetulnya, untuk prostaglandin ini membantu kontraksi otot-otot pada dinding rahim sehingga yang tidak dibuahi dapat meluruh. Di sisi lain, kontraksi yang kuat tersebut pada dismenore primer bisa saja menekan pembuluh darah di sekitar rahim. Selain itu, juga berpotensi mengurangi sampai menghentikan suplai oksigen ke otot dan jaringan rahim. Jika hal tersebut yang terjadi, maka rasa nyeri akan muncul.

Meski demikian, pembaca juga bisa mengetahui tanda-tanda apakah nyeri atau kram yang dirasakan termasuk dismenore primer atau tidak. Pada jenis ini, kerap kali nyeri baru dirasakan sejak datang bulan pertama. Di sisi lain, memungkinkan terjadi jika usia pembaca di antara 20-24 tahun. Walau begitu, dalam beberapa kasu nyeri bisa berkurang seiring bertambahnya umur.

Tanda berikutnya adalah rasa sakit dialami 1-2 hari sebelum jadwal datang bulan atau saat menstruasi dan berlangsung selama 1-3 hari. Meski demikian, rasa nyeri tersebut akan berkurang seiring waktu haid. Mudahnya, makin lama hari, makin berkurang rasa sakitnya. Dalam kasus dismenore primer, biasanya saat merasakan nyeri juga diiringi dengan kondisi tubuh tidak enak, seperti mual, muntah, pusing dan diare.

Sementara itu, dalam dismenore sekunder gangguan yang bisa menjadi penyebab adalah kondisi endometriosis. Kondisi tersebut terjadi saat sel-sel yang menyelubungi rahim mulai tumbuh, tetapi di luar rahim. Sel tersebutlah yang bisa menimbulkan rasa sakit.

Kemudian, ada pula penyebab dari stenosis leher rahim atau pembukaan pada leher rahim perempuan yang sangat kecil. Kondisi tersebut mengakibatkan aliran darah terhambat keluar ketika menstruasi. Lalu fibroid atau tumor yang bukan bersifat kanker dalam rahim.

Penyebab berikutnya ada adenomiosis di mana jaringan lapisan dalam rahim mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Selanjutnya, radang pinggul yang merupakan infeksi di mana mengakibatkan peradangan pada rahim, ovarium, dan tuba falopi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai dismenore primer dan sekunder. Dalam kondisi tersebut, kita dapat mengetahui penyebab untuk kedua jenis tersebut berbeda. Selain itu, setiap tanda-tanda nyeri juga tidak bisa disamaratakan.

Meski demikian, yang perlu diperhatikan adalah ketika mendiagnosis apakah pembaca mengalami dismenore primer atau sekunder, hal tersebut tidak bisa dilakukan seorang diri. Terkait itu, anda perlu menjalani wawancara medis secara mendetail dengan dokter ahli. Selain itu, proses diagnosis bisa juga dilakukan dengan pemeriksaan secara fisik, khususnya pemeriksaan pelvik atau penunjang lainnya, seperti USG, laparoskopi, dan lain-lain.